LARA

LARA
Part 43



"Astaga... kenapa nggak bisa di buka, apa cincin nya terlalu kecil kenapa juga aku pakai cincin ini dasar bodoh" Dara berkata sendiri.


Setelah beberapa saat, Dara kembali duduk di kursi kerja sambil menatap layar monitor. Dia lupakan sejenak soal cincin yang tidak bisa di buka, di fokus terhadap pekerjaan yang harus di selesaikan.


Banyak jadwal sang bos yang harus di atur, untuk bertemu dengan beberapa kilen.


Hari berlalu begitu cepat, jam sudah menunjukkan pukul empat sore. Ini sudah saatnya untuk pulang kerja, bagi seluruh karyawan kantor, Dara merenggang kan otot-otot nya sejenak setelah seharian bekerja.


Setelah beberapa saat Dara bangkit dari duduk lalu mengambil tas untuk segera pulang, Dara berjalan perlahan untuk menuju pintu keluar.


Setelah berada di luar ruangan, Dara melangkah kan kaki dengan perlahan untuk segera pulang ke rumah.


Hari yang sangat melelahkan, bekerja dari pagi hingga sore itu kegiatan rutin setiap hari.Dunia ini terlalu keras sehingga tidak tempat bagi orang-orang yang pemalas, itu pemikiran Dara. Semoga di kemudian hari saat dia sudah tidak mampu lagi untuk bekerja sudah ada tabungan untuk masa tua.Tanpa terasa ternyata sudah sampai di tempat parkir, di mana dia sudah di tunggu oleh kendaraan online yang sudah di pesan nya.


Dara langsung masuk ke dalam kendaraan tersebut, lalu duduk di kursi tengah.


Kendaraan melaju dengan kecepatan sedang membelah keramaian jalan di sore hari.


Sepanjang perjalanan Dara terus melihat ke arah jendela, dia menikmati perjalanan ini.


Tidak terasa ternyata perjalanan sudah cukup lama, hingga kendaraan yang di tumpangi Dara sudah berhenti tepat di depan rumah.


Dara langsung turun dari kendaraan tersebut, tetapi dia bingung dengan kendaraan mewah yang terparkir di depan rumah Dara.


Orang yang di suruh Akan untuk menjemput Dara langsung mendekat


"Saya di suruh menjemput Ibu...? " kata orang tersebut.


"Tunggu sebentar! saya akan mandi dan ganti baju terlebih dahulu,? " jawab Dara.


"Nggak usah ganti baju, kata Pak Alan langsung saja ke sanah! " jawab Pak sopir yang menjemput Dara.


"Tapi kan, Pak... saya habis bekerja seharian masa nggak mandi terlebih dahulu" kata Dara lagi.


"Katanya jangan lama-lama Bu...! " ucap Pak sopir.


Akhirnya Dara menyerah dan mengikuti apa yang di kata kan Pak sopir, Dara kembali masuk ke dalam mobil yang sudah tersedia.


Dara masih bingung dengan apa yang akan terjadi nanti.


Setelah berada di dalam kendaraan, Dara tidak banyak bertanya dia terus menatap keluar jendela.Sesekali melihat ke jari manis yang sudah melingkar cincin, entah itu dari siapa dan tujuan nya apa? Dara enggan memikirkan hal yang belum terjadi.


Dia terus menikmati perjalanan di sore hari, senja sudah menampakkan wajahnya itu artinya sore akan berganti dengan malam.


Perjalanan yang sangat panjang, jalan yang di penuhi kendaraan lampu-lampu menyala dari kendaraan yang melintas itu menambah kecantikan jalanan di sore hari. Jalanan sudah di padati dengan berbagai kendaraan, hingga kendaraan yang di tumpangi Dara berjalan dengan lambat tetapi bagi Dara perjalanan menyenangkan,sebab dia selalu berfikir bahwa di dalam perjalanan tidak ada yang tidak bisa di nikmati dan hal itu selalu Dara lakukan bahwa di dalam perjalanan itu sangat asik dan menyenangkan.


Tanpa Dara sadari ternyata kendaraan sudah berhenti di salah satu tempat, Pak sopir membuka pintu kendaraan dan mempersilahkan nya untuk segera turun. Setelah Dara keluar Pak sopir mengajak nya untuk segera masuk ke dalam gedung yang berada di hadapan, Dara mengikuti langkah Pak sopir dari belakang.


Setelah beberapa saat sudah sampai di tempat tujuan"Ini Ibu Dara, seperti perintah Pak Bos lakukan yang terbaik! "kata Pak sopir terhadap seorang wanita yang menyambut kedatangan mereka.


" Silahkan pilih Ibu suka yang mana? "tanya wanita tersebut.


" Pasti harganya mahal sekali dan saya tidak punya uang untuk membayar nya! "jawab Dara dengan jujur, bahkan hasil dari kerja satu bulan bisa habis hanya untuk satu gaun di tempat ini.


Pelayanan tersebut hanya menjawab dengan senyuman dan tidak menyebutkan harga dari gaun tersebut" Jangan tanyakan soal harga, pilih saja yang di suka yang mana dan setelah ini ikut ke ruangan sebelah "kata wanita yang bersama Dara.


Tanpa pikir panjang Dara langsung memilih salah satu gaun yang menurutnya paling jelek, dia berfikir bahwa itu yang paling murah.


" Saya suka yang ini"kata Dara sambil menunjuk gaun yang berwarna navy.


"Baiklah, Ayok kita ke ruangan sebelah! " ajak wanita itu terhadap Dara.


Dia mengikuti langkah wanita yang mengajaknya, setelah beberapa saat mereka sudah sampai di ruangan yang di tuju.


Di ruangan tersebut ada beberapa orang sudah menunggu nya, setelah sampai di sanah Dara di persilahkan untuk duduk di salah satu kursi dan mereka langsung melaksanakan tugas nya.


Yaitu membuat Dara tampil lebih cantik, tetapi Dara menolak nya.


"Apa yang akan kalian lakukan? " tanya Dara terhadap beberapa orang yang ada di ruangan tersebut.


"Kami di perintahkan untuk membuat Ibu tampil lebih cantik untuk malam ini" jawab salah satu orang yang ada di sanah.


"Saya bisa sendiri! " kata Dara.


"Ayolah Bu... jangan persulit pekerjaan kami, kalau kami gagal melakukan nya sudah pasti di pecat. saya punya anak kecil yang harus di belikan susu, kalau saya di pecat dan tidak punya pekerjaan bagian dengan anak saya" Kata salah satu dari mereka menatap Dara dengan penuh permohonan.


Akhirnya Dara pasrah dan mengitari apa yang mereka mau, sungguh dia tidak bisa mendengar jika ada seseorang yang akan kehilangan pekerjaan karena dirinya.


Mereka mulai bekerja sesuai arahan dari sang Bos, setelah beberapa saat Dara sudah tampil lebih cantik malam ini. Dia mengenakan gaun berwarna navy,di balut dengan make up tipis.


Menurutnya gaun paling murah ternyata yang paling mahal.Dia tidak tahu bahan yang di gunakan untuk sebuah gaun yang di pakaianya.


Setelah semuanya selesai Dara di ajak oleh salah satu di antara mereka untuk menuju tempat, di mana seseorang telah menunggu nya di sanah.


"Kita mau ke mana lagi? " tanya Dara terhadap orang yang mengajak nya ke ruangan lain.


"Kita akan ke lantai 25,di sanah Ibu sudah di tunggu! " jawab orang tersebut.


Dara hanya menarik nafas sangat dalam lalu membuangnya.


Dara mengikuti langkah orang tersebut untuk menuju lift yang akan mengantarkan mereka ke lantai tujuan, sepanjang perjalanan hati Dara terus deg-degan.


Setelah beberapa saat mereka sudah sampai di lantai tujuan,di mana lantai tersebut sudah di penuhi dengan bunga-bunga dan karpet merah di gelar.


Orang tersebut mengarahkan Dara untuk berjalan di atas karpet merah, dan menuju meja yang ada di ujung ruang.


Anehnya dekorasi yang sangat mewah ini tetapi tidak ada orang satu pun, selain dirinya dan wanita yang bersama nya.