
Di saat dia berlari tanpa melihat ke arah lain dia menabrak seseorang.
"Kenapa lari-lari, apa yang terjadi? " tanya Pak Tony, ternyata yang Dara tabrak itu dia.
"Maaf, Pak saya buru-buru harus pergi! " kata Dara sambil melanjutkan perjalanan nya, dia tidak menghiraukan pertanyaan dari Tony.
Tony juga melanjutkan tujuan nya untuk segera keruangan Alan, sebab ada hal penting yang akan mereka bahas.
Setelah beberapa saat Tony sudah sampai di ruangan Alan
"Pak itu tadi Dara lari-lari mau ke mana? seperti ada sesuatu yang terjadi" tanya Tony terhadap Rangga.
"Maksudnya! " tanya balik Alan.
"Dara entah kenapa, tadi seperti ada sesuatu" kata Tony.
Alan langsung bangkit dari duduknya, pergi keluar ruangan meninggalkan Tony yang sedang berada di dalam ruangan nya.
Alan membuka pintu ruangan Dara, terlihat sepi dia melihat ke lantai ada ponsel Dara tergeletak. Alan langsung mengambil ponsel milik Dara lalu, berlari keluar untuk mencari tahu keberadaan nya.
Setelah sampai di lantai bawah, Alan mencari keberadaan Dara tetapi belum di temukan. Alan bertanya terhadap penjaga soal keberadaan Dara, dan penjaga tersebut memberi tahu Alan bahwa Dara baru saja berlari ke luar gerbang menuju jalan raya.
Tidak banyak bertanya lagi, Alan langsung mengambil kendaraan nya lalu tancap gas untuk segera mencari keberadaan Dara dan bertanya apa yang sedang terjadi.
Di sepanjang jalan Alan terus melihat kanan dan kiri, untuk mencari keberadaan Dara. Tetapi belum
juga di temukan, tujuan utama Alan pada saat ini yaitu rumah Dara.
Semoga saja Dara sudah sampai di sanah, dengan kecepatan tinggi kendaraan yang di kemudikan Alan melesat membelah keramaian jalan.
Setelah di perjalanan cukup lama,kendaraan Alan sudah berhenti tepat di depan rumah Dara. Terdengar dari arah depan suara perempuan yang sedang memanggil nama Farel sambil menangis, tanpa pikir panjang Alan langsung berlari menuju dalam rumah.
Setelah sampai di dalam, terlihat Dara sedang mondar-mandir mencari ke setiap sudut ruangan mencari keberadaan Farel.
Alan mendekat ke arah Dara, dia berusaha untuk bertanya apa yang terjadi tetapi Dara tidak menghiraukan nya.
Alan sudah hilang kesabaran saat pertanyaan nya tidak di respon oleh Dara, dia langsung menarik paksa tangan Dara hingga jatuh kedalam pelukan nya.
Alan dekap dengan erat tubuh Dara, dan wanita itu terus menangis di dalam dekapan Alan.
Setelah beberapa saat Alan mendekap kuat tubuh Dara, dia berusaha untuk membuat nya tenang dan merasa di lindungi.
Tangis Dara sudah mulai mereda,dia sedikit sudah lebih tenang di bandingkan tadi. Alan terus mengelus rambut Dara dia memberikan kenyamanan untuk wanita yang sangat di cintai.
"Apa yang terjadi, hingga kamu seperti ini? " tanya Alan dengan suara pelannya, berharap Dara sudah mau menjawab pertanyaan darinya.
"Fare... " hanya itu yang terucap dari bibir Dara.
"Iya, apa yang terjadi dengan nya? " tanya Alan lagi dengan suara lembutnya.
"Dia di culik... " jawab Dara dengan nada suara yang terbata-bata.
"Apa... di culik" jawab Alan dengan wajah terkejutnya,dia menjauhkan tubuh Dara sesaat sambil menatap wajah nya.
"Iya, Meli tadi telepon bahwa Farel di culik" jawab Dara lagi.
"Terus sekarang meli nya di mana? " tanya Alan.
"Nggak tahu, pas tadi sampai di rumah juga meli tidak ada" ucap Dara masih dengan suara terbata-bata.
"Sekarang duduk dulu ya, tenangkan diri kamu nanti kita pikirkan bagaimana caranya menemukan Farel" bujuk Alan terhadap Dara, dia membawa Dara untuk duduk di sofa yang sudah tersedia di ruang tengah.
Dara mengantuk pelan, dia mengikuti Alan untuk duduk di tempat yang sudah tersedia.Setelah Dara duduk Alan pergi ke dapur untuk mengambil air minum, setelah beberapa saat Alan sudah kembali dengan membawa segelas air putih, lalu menyerah kan terhadap Dara"Minum dulu"perintah Alan terhadap Dara.
Dara menerima uluran tangan Alan dengan segelas air putih.
Setelah beberapa saat Dara dan Alan duduk, dan memikirkan cara bagaimana untuk menemukan Farel. Dan belum ada titik terang sebab orang yang tahu persis kejadian nya itu Meli dan sampai saat ini belum ketemu.
"Bu... Maafin Meli" ucap Meli dengan suara bergetar, dia sudah siap menerima hukuman dari Dara atas kelalaiannya Farel jadi hilang.
"Sini dulu, duduk " perintah Alan terhadap Meli, sedangkan Dara tidak berkata apapun.
Meli mendekat ke arah Dara dan juga Alan, dia duduk di sofa yang berhadapan dengan mereka.
Hening sejenak.
Setelah menarik nafas dalam-dalam ,Meli menceritakan rentetan kejadian hingga Farel di culik.
Kesimpulan Alan tertuju pada Ayah kandung Farel yaitu Dika.
"Apa mungkin ini ulah dari cecunguk tak berguna itu" kata Alan.
"Maksud Mas... " jawab Dara sambil menatap lekat Wajah Alan, yang sedang berfikir serius.
"Bisa saja kan dia, bukan nya selama ini dia menginginkan hak asuh Farel" kata Alan.
"Tapi dia kan Ayah nya, kenapa juga harus menculik nya jika datangnya baik-baik aku juga tidak akan melarang nya untuk ketemu sama Farel" ucap Dara.
"Mungkin dia berfikir nya lain" jawab Alan.
"Coba ku telepon Mas Dika dulu, tanya keberadaan Farel apa iya sedang bersama nya" kata Dara sambil mencari-cari ponsel nya.
Alan yang melihat Dara kebingungan mencari ponsel nya, dia menyerah kan ponsel milik Dara yang tertinggal di kantor.
"Terimakasih" ucap Dara sambil mengambil ponsel milik nya dari tangan Alan.
Dara langsung mengusap layar ponsel miliknya, lalu melakukan panggilan terhadap Dika.
Setelah beberapa saat panggilan terhubung.
"Hallo, ada perlu apa? " tanya Dika di sebrang sana.
"Apa Farel bersama kamu? " tanya Dara.
"Bukan nya Farel itu tinggal bersama kamu, kenapa tiba-tiba nanya sama aku" jawab Dika dengan nada bicara yang sedikit meninggi.
"Farel di culik tadi pagi saat bermain di taman bersama Meli" tutur Dara terhadap Dika.
"Maksudnya apa? " tanya balik Dika.
"Tadi pagi Farel hilang, dan sekarang bingung harus mencarinya ke mana. Makannya ku tanya dulu sama kamu" kata Dara.
"Aku dari pagi di kantor dan tidak menemui Farel" jawab Dika.
"Ya sudah jika tidak bersama kamu, terimakasih banyak" kata Dara langsung mengakhiri panggilan telepon nya.
Setelah panggilan terputus, Dara kembali menatap Meli dengan lekat.
"Apa kamu tidak melihat sedikit saja yang menculik Farel? " tanya Dara lagi, sebab dia belum puas mendengar penjelasan dari Meli.
"Tadi kan Farel minta minum, terus aku tinggal sebentar untuk membeli nya. Setelah kembali Farel sudah tidak ada" jawab Meli.
"Apa sebelum nya kamu tidak melihat hal yang mencurigakan? " tanya Dara lagi.
"Tidak melihat apapun, keadaan taman tetap seperti biasanya" jawab Meli.
"Sudah lah, kita cari solusinya mungkin langkah pertama cek CCTV yang ada di dekat situ Siapa tahu dapat petunjuk" kata Farel.