
"Iya nggak apa-apa, Kamu Dara kan? " jawab pria itu, setelah beberapa saat pria itu pun diam sejenak untuk mengingat nya.
"Iya, Saya Dara! " jawab Dara sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri, dia juga berusaha mengingat orang tersebut dan ternyata dia baru ingat ternyata.
"Nggak nyangka bisa bertemu kamu di sini" kata orang tersebut.
"Iya, dunia memang sempit" jawab Dara sambil tersenyum tipis.
"Bu, siapa dia? boleh kenalan nggak?" kata Meli nyerocos sambil menatap takjub terhadap orang tersebut.
"Apa sih Mel... jangan bikin malu deh! " kata Dara sambil berbisik di telinga Meli.
"Sayang loh Bu, masa di anggurin lebih baik di manfaatkan! " jawab Meli sambil tersenyum genit ke arah Hilman.
Hilman adalah salah satu sahabat Dara pada waktu di mana mereka sama-sama menempuh pendidikan di bangku sekolah menengah atas.
Setelah perpisahan sekolah dan mereka berpencar belum pernah bertemu lagi setelah itu.
Bahkan kabar nya pun tidak pernah terdengar, Hilman melanjutkan pendidikan nya di kota lain, dan menurut kabar yang di dengar pun bahwa Hilman, telah memiliki sebuah yayasan anak yatim piatu. Jadi bagi mereka yang ingin bersekolah tapi tidak memiliki biaya pun bisa daftar di lembaga yang Hilman kelola.
Melihat Dara dan Meli terus berbisik akhirnya Hilman pun berdehem,dan hal itu membuat Dara malu atas kelakuan Meli.
"Ini anak kamu, Dar? " tanya Hilman sambil menatap anak kecil yang berdiri di samping Dara.
"Iya, Salim dulu sama Om! " perintah Dara terhadap Farel, dan dia pun mengikuti perintah sang ibu.
Farel pun memperkenalkan diri terhadap Hilman, dan Hilman pun mensejajarkan tubuh nya dengan Farel.
Anak kecil dan lelaki dewasa itu berbincang sejenak, hingga Dara pun merasa heran padahal Farel orang yang sedikit sulit untuk bersosialisasi secepat itu dengan orang baru.
Setelah beberapa saat Hilman pun mengajak Dara untuk duduk di salah satu bangku yang ada di taman, sedangkan Meli dan Farel bermain di tempat yang tersedia di taman.
"Nggak nyangka yah kita bertemu dengan cara seperti ini! " kata Hilman sambil tersenyum menatap ke arah Dara.
"Iya, ternyata dunia ini tidak seluas yang kita pikirkan" jawab Dara.
"Kamu tinggal di dekat sini atau sengaja berkunjung? " tanya Hilman.
"Aku tinggal di perumahaan dekat sini, paling jarak nya sekitar lima belas menit jalan kaki, dan kamu sendiri sengaja datang ke sini atau memang tinggal dekat sini? " tanya Dara terhadap Hilman.
"Tinggal di perumahan dekat sini sih sekarang, baru juga sekitar satu bulan" jawab Hilman.
"Kata nya sih dari kabar yang pernah di dengar, kamu itu punya yayasan ya? Dari dulu jiwa sosial kamu memang sudah terlihat, jadi bangga bisa kenal sama kamu!" ucap Dara.
"Iya,dan untuk sementara ku serahkan sama seseorang yang ada di sanah! soal nya beberapa bulan terakhir ada beberapa masalah yang harus di selesaikan" Jawab Hilman.
"Aku juga baru beberapa bulan tinggal di sini, kembali ke rumah lama" kata Dara.
"Suami kamu ke mana?nggak ikut lari pagi? " tanya Hilman.
Seketika wajah Dara murung,dia tidak langsung menjawab pertanyaan Hilman.
Setelah beberapa saat Dara menarik nafas lalu membuang nya dan berkata "Aku sudah bercerai sama ayahnya Farel beberapa bulan lalu! " jawab Dara.
"Maaf tidak bermaksud" kata Hilman.
"Ya nggak apa-apa ko" jawab Dara.
Mereka berdua pun asik mengobrol, hingga lupa waktu ternyata sudah cukup lama.
Akhirnya mereka berdua pun memutuskan untuk segera pulang.