LARA

LARA
Part 24



"Tapi sakit Anty... " kata Farel sambil memajukan bibirnya.


"Iya, deh Anty minta maaf yah? " kata Winda sambil memegang kedua telinga nya, dia janji nggak akan cubit-cubit pipi Farel lagi.


"Ikh Anty... boleh lah Farel minta ice cream seperti yang suka ibu beli" kata Farel dengan suara khas anak kecil, hal itu membuat Winda tambah gemes melihatnya.


Canda tawa pun menemani obrolan di antara mereka, hari ini adalah hari di mana Dara akan memulai nya dari O dia harus bekerja keras untuk bertahan hidup. Dan tabungan masa depan untuk Farel, sebab Dara tidak ingin membebankan Farel kepada Dika meskipun itu Ayah nya.


Setelah ini dia juga harus berpikir dengan baik, bagaimana caranya menyampaikan kepada bibinya bahwa dia sudah tidak lagi bersama Dika. Mengingat kondisi kesehatan bibi nya juga, bukan berarti sang bibi tidak ingin Dara berpisah dengan Dika. Tetapi, lebih tepatnya bibi akan sangat mengkhawatirkan Dara.


Di sisi lain Dara merasa bahagia bisa lepas dari Dika, tapi di sisi lain dia juga sedih dia tidak menyangka bahwa pernikahan nya akan berakhir seperti ini.


Dulu Dara sempat berfikir bahwa dia akan mengabdikan sisa hidup nya untuk suami dan anak-anak nya, dan menikah hanya sekali seumur hidup. Nyata hidup tidak bisa seperti yang kita mau, manusia hanya bisa berencana dan berdoa.


"Kamu kenapa sih Dar, dari tadi banyak bengong? tanya Winda terhadap sahabat nya itu, sebab dari tadi dia perhatikan seperti tidak tenang.


" Nggak kenapa-kenapa ko! "jawab Dara sambil tersenyum tipis ke arah sahabat nya itu.


" Nggak kenapa-kenapa tapi dari tadi bengong terus! "kata Winda kesal, sejak tadi dia perhatikan sahabatnya itu selalu saja bengong entah apa yang ada di pikiran nya.


" Baik Bu... "Jawab Meli sambil bangkit dari duduk nya, lalu membawa koper dari ruang tengah ke kamar Farel. Meskipun Dara pindah ke rumah yang dulu di tempati bersama kedua orang tuanya, tetapi rumah ini tidak terlalu kecil hanya saja rumah ini tidak mewah seperti rumah yang di tempati bersama Dika.


Di ruang tengah tinggalah Winda dan juga Dara, beserta Farel.


Waktu bergulir begitu cepat, siang telah berganti dengan sore. Winda pun sudah pulang ke rumahnya, meninggalkan Dara dan juga Farel.


Setelah kepergian Winda, Dara pun merapihkan semua barang-barang milik nya. Dia harus gerak cepat untuk merapihkan semuanya, sebab besok sudah harus masuk kerja. Jika sudah masuk kerja kemungkinan ada waktu untuk beres-beres pun sedikit, jadi Dara manfaatkan waktu yang ada untuk merapihkan semuanya.


Waktu makan malam pun telah tiba, Farel sudah minta makan tetapi Dara dan juga Meli belum sempat untuk memasak.


" Bu, Farel lapar katanya! "ucap Meli terhadap Dara, yang masih saja sibuk beres-beres.


" Iya, Sebentar lagi selesai nanti kita makan setelah ini "Jawab Dara tanpa melihat ke arah Meli, dia sibuk dengan pekerjaan nya.


Setelah cukup lama Meli dan juga Farel pun menunggu, Meli memberikan susu terlebih dahulu kepada Farel agar anak itu nggak merasakan lapar lagi. Akhirnya Farel pun minum susu, namun setelah minum susu Farel pun tertidur di atas sofa yang ada di ruang tengah.