
"Ini beneran kamu Dara?" kata orang tersebut.
" Iya, ini Dara, baru kemarin dia sampai di sini "jawab sang Bibi, Dara hanya diam mengingat-ingat orang tersebut.Sebab sudah terlalu lama dia tidak datang ke tempat ini, sehingga sedikit lupa tentang apa yang pernah dia kenal di sini.
Dara hanya tersenyum tipis ke arah orang tersebut, dan dia berbisik terhadap sang Bibi bertanya siapakah orang tersebut.
"Eh iya maaf, aku orangnya pelupa jadi sulit untuk mengingat "jawab Dara sambil menatap wajah orang tersebut.
"Masa iya, kamu melupakan aku? sedangkan kita hampir tiap hari dulu main bersama di rumah Bibi "jawab orang tersebut.
Setelah beberapa saat Dara mengingat-ingat apa yang terjadi di waktu dulu, di saat dia masih sering datang ke rumah sang Bibi di waktu kedua orang tuanya masih ada.
Setelah cukup lama Dara berpikir dan diam sejenak,untuk mengingat semua yang terjadi di masa lalu.
Akhirnya Dara mengingat satu nama yaitu " kamu itu Aep bukan sih "kata Dara sambil menatap lekat wajah tersebut.
"Nah, itu kamu ingat namaku" kata orang tersebut sambil tersenyum tipis ke arah Dara.
Aep adalah salah satu anak laki-laki yang sering bermain bersama Dara, pada waktu dulu.
Sekarang Aep sudah menjadi bos sayuran, yang menampung seluruh penghasilan petani yang ada di kampung ini.Dia ada di ladang ini karena akan menimbang sayuran hasil panen milik sang Bibi.
"Itu anak kamu? "tanya Aep terhadap Dara.
"Iya, "jawab dara, lalu memerintahkan Farel untuk bersalaman kepada Aep.
Setelah beberapa saat mereka berbincang sambil berdiri di pinggir jalan, akhirnya sang Bibi mengajak Dara dan Aep untuk menuju saung yang ada di ladang tersebut.Sebab tidak nyaman berbincang atau saling bertukar cerita sambil berdiri.
"Bi, Farel mengganggu mereka loh,coba Bibi kasih tahu biar dia enggak seperti itu "ucap Dara sambil melihat ke arah sang Bibi, dia berharap untuk menghentikan aksi Farel yang mengganggu para pemetik sayur.
"Biarin aja lah, toh mereka juga senang melihat Farel seperti itu "jawab sang Bibi terhadap Dara, sambil tersenyum tipis melihat ke arah Farel yang merasa sangat bahagia bersama mereka semua.
"Anak kecil itu nggak boleh dilarang, nanti juga kalau sudah merasa lelah, pasti berhenti sendiri soalnya fokus anak kecil itu hanya sebentar" kata Aep.
"Iya, biarin aja lah nanti juga capek sendiri" kata sang Bibi menimpali ucapan Aep.
"Kamu sudah menikah? "tanya darah terhadap Aep.
"Mana ada perempuan yang mau sama laki-laki miskin seperti aku"jawab Aep dengan nada bicara yang pelan.
"Nggak boleh ngomong seperti itu, sama aja kamu nggak bersyukur dengan apa yang kamu punya.Kamu itu punya segalanya bahkan sekarang sudah menjadi bos sayuran yang terkenal di desa ini,siapa coba yang tidak mengenal Aep bos sayuran "kata sang Bibi sambil menatap lekat wajah Aep.
Setelah beberapa saat mereka berbincang,di saung kecil yang ada di ladang Dara dan Aep bergelinding kebun sayur tersebut berdua. Tanpa diikuti oleh Farel dan juga sang Bibi, Dara ingin berkeliling menikmati indahnya perkebunan sayur disini.
Waktu bergulir begitu cepat
Sudah saatnya bagi sang bibi dan juga Dara, untuk segera pulang ke rumah sebab sudah terlalu lama berada di perkebunan.
Farel juga sudah merasa lelah, dia harus segera dibawa pulang.
Sang bibi dan juga Dara melangkahkan kakinya perlahan untuk segera meninggalkan perkebunan sayur, sedangkan Aep masih berada di kebun tersebut untuk menimbang sayuran sampai panen selesai.Dia tidak akan pulang, sebab langsung akan dimuat dan dibawa ke kota.