LARA

LARA
Part 62



Alan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, berharap dia segera sampai di tempat tujuan di mana dia sudah berjanji dengan seseorang di telepon tadi.


Waktu yang di butuhkan tidak terlalu lama, sebab Alan memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi akhirnya dia sudah sampai di depan bangunan tua jauh dari perkotaan.


Dia memastikan kembali bahwa tempat yang di datanginya tidak salah, sesuai apa yang sudah mereka kirim alamatnya terhadap Alan.


Alan memastikan bahwa dirinya aman untuk segera keluar dari dalam kendaraan tersebut, setelah dipastikan bahwa keberadaannya di tempat ini adalah aman.Dia langsung keluar dari dalam kendaraan, lalu berjalan dengan cepat masuk ke dalam gedung tua yang berada di hadapannya.


Setelah sampai di dalam, Alan langsung menuju ruangan di mana sudah ada beberapa orang menunggunya di sana.


Alan langsung disambut oleh seseorang lalu dibawa ke suatu ruangan yang berada di bawah tanah.Setelah sampai di ruang bawah tanah, terlihat seseorang dengan diikat di kursi lalu ditutup kepalanya. seseorang itu sedang berteriak minta agar segera dibuka ikatannya, tetapi orang-orang yang diperintahkan Alan tidak menghiraukannya.


Alan berjalan perlahan mendekat ke arah orang tersebut, lalu memerintahkan salah satu orang yang sudah disuruhnya untuk segera membuka tutup kepala orang yang sedang di sekap nya.


"Buka penutup kepalanya ! "perintah Alan terhadap orang suruhannya.


Setelah penutup kepala itu dibuka akhirnya orang tersebut bisa melihat orang-orang yang di sekelilingnya, betapa terkejutnya ketika melihat alam yang berada di hadapannya.


"Apa tujuan kalian membawaku ke tempat ini?" tanya Dika sambil menatap tajam wajah Alan.


"Seharusnya aku yang bertanya sama kamu, tujuanmu apa menelantarkan Sherly mengusirnya setelah kamu nikmati indah tubuhnya lalu kau campakkan begitu saja. Dan kamu akan mengganggu kehidupan Dara kembali, jangan berharap kamu bisa mendekati darah semudah itu "kata Alan sambil mengusap wajah Dika dengan tangannya.


"Apa maksud kamu ! "jawab Dika dengan nada bicara yang tinggi.


"Tidak perlu berteriak seperti itu aku tidak tuli jadi masih mampu mendengar apa yang kamu ucapkan" kata Alan sambil menaikkan kakinya di atas paha Dika.


"Aku mau mengusir Sherly atau menelantarkannya itu bukan urusan kamu tidak ada hak kamu ikut campur dengan masalah pribadiku "jawab Dika sambil menatap tajam wajah Alan.


"Kamu tahu kan akibatnya jika sedang berurusan dengan ku, dan apa saja yang bisa kulakukan untuk hidupmu dan karirmu. bahkan aku bisa saja menghancurkan perusahaan mu dalam sekejap dan menjadikan kamu gelandangan! "ancam Alan terhadap Dika.


" Dasar laki-laki pengecut, sekarang dia sedang mengandung anak mu. Bisa-bisa kamu mencampakkan nya begitu saja, jangan pernah berani memperlakukan perempuan dengan cara seperti itu. Ingat kamu lahir dari seorang perempuan "kata Alan sambil mencengkram kuar rahang Dika.


Dika tidak bisa melakukan apapun hanya bisa berusaha untuk berontak, tetapi Alan semakin kuat mencengkram rahangnya.


"Saya peringatkan kamu sekali lagi,nikahi Sherly atau berakhir di kuburan!. saya tidak pernah main-main dengan apa yang saya ucapkan, jika kamu butuh pembuktian silakan jangan dengarkan omongan saya "ancam alam terhadap Dika.


"Kamu itu tidak ada urusannya dengan saya sama Sherly jadi tidak perlu ikut campur dengan urusanku "jawab Dika sambil berusaha melepas ikatan tangannya.


"justru karena kamu tidak mau bertanggung jawab dengan Sherly,makanya aku yang harus turun tangan.Jika kamu dibiarkan itu kelakuan kamu semakin tidak bisa ditoleransi lagi, nanti bisa-bisa kamu yang akan mengganggu calon istri saya "kata Alan sambil menginjak kaki Dika dengan keras sehingga meringis kesakitan.


"Apa kamu bilang?, coba katakan sekali lagi! rupanya kamu belum takut dengan semua ancaman ku! kamu pikir main-main dengan semuanya "kata Alan sambil mencengkram kuat kerah baju yang digunakan Dika sehingga di merasakan sesak tidak bisa bernapas akibat tertahan oleh kerah baju yang ditarik oleh Alan.


"Jika kamu memang laki-laki coba lepaskan ikatanku kita bertarung satu lawan satu "Dika menantang Alan untuk bertarung adu kekuatan.


Alan pun terpancing emosinya oleh kata-kata yang terlontar dari bibir Dika, akhirnya dia memerintahkan seseorang untuk segera melepaskan ikatan Dika.


Dika sudah terlepas dari ikatannya, dia berusaha untuk berdiri tetapi belum bisa menyeimbangkan tubuhnya sebab terlalu lama dia diikat dan duduk.Rasa kram di tangan dan kakinya masih terasa, apalagi habis diinjak dan di cengkram kuat rahangnya oleh Alan. rasa sakit itu masih terasa.


"jika kamu memang jagoan Ayo lawan aku "kata Alan sambil memberi isyarat terhadap Dika agar menyerangnya terlebih dahulu.


Dika menyerang Alan, tetapi Alan mampu menghindari serangan dari Dika.Tetapi balasan dari Alan sudah mampu menembus pipi Dika dengan bogem mentah yang dikeluarkan oleh Alan, nggak Dika hilang keseimbangan dan terwujud hampir terjatuh kembali ke lantai.


"Hanya segitu kemampuanmu, aku pikir kamu itu jagoan sok mau duel padahal cemen "kata Alan mengejek Dika.


Dika pun bangkit kembali berusaha menegakkan tubuhnya, lalu menyerang kembali Alan.Tetapi lagi-lagi serangan dari Dika mampu dikendalikan oleh Alan,tetapi sebaliknya Alan menghajar habis-habisan Dika sehingga laki-laki itu tersungkur di lantai dan di hajar habis-habisan oleh Alan tanpa ampun.


Hingga wajah Dika sudah tidak berbentuk lagi, dipenuhi oleh darah yang mengalir dari ujung bibirnya dan beberapa bagian di tubuhnya yang terluka akibat diinjak oleh sepatu yang digunakan oleh Alan.


Alan berjongkok di hadapan Dika yang sedang menahan sakit sambil berkata


"Rasa sakit yang kamu rasakan saat ini, tidak sebanding dengan yang Dara rasakan.Akibat dari perbuatan kamu anggap saja ini adalah balasan rasa sakit yang Dara rasakan "kata Alan sambil tersenyum mengejek Dika,yang terkulai di lantai.


Dika tidak bisa menjawab apapun, dia hanya bisa meringis menahan sakit akibat dari pukulan yang diberikan oleh Alan yang seperti orang kesetanan.


Alan yang melihat Dika seperti itu, dia juga merasa khawatir.Takut orang tersebut meninggal di tangannya,ini urusannya dengan hukum bisa repot nantinya.


"Kali ini kamu selamat,lain kali jangan pernah ulangi lagi perbuatan kamu yang menjijikan itu.Nanti mereka akan mengantarkan kamu ke rumah sakit untuk mengobati luka-luka itu, setelah kamu sembuh menikahi Sherly kalau tidak! kamu akan tahu akibatnya, saya tidak pernah main-main dengan ancaman "kata Alan terhadap Dika.


Alan memerintahkan Bagas dan Bimo untuk segera membawa Dika ke rumah sakit untuk mengobati luka-luka tersebut dan tidak membiarkan Dika sendirian, agar tidak bisa melarikan diri.


Setelah luka-luka itu sembuh, Alan sudah punya tekad akan menggeret Dika dengan paksa agar menikahi Sherly.


Dika pun dibawa paksa oleh Bagas dan Bimo, untuk segera mendapatkan pengobatan. Alan masih berdiri di tempat semula,sambil menatap mereka yang membawa Dika dengan paksa.


Setelah cukup lama, Alan berjalan perlahan keluar untuk segera pergi dari tempat tersebut.Sebelum ada orang yang melihat keberadaan mereka di tempat ini, sebab terlalu bahaya bagi Alan untuk berlama-lama di tempat ini.