
"Kamu di sini juga?" tanya orang tersebut terhadap Dara.
"Lagi bawa Farel untuk bermain ke tempat ini"jawab Dara sambil menatap terhadap orang tersebut.
"kamu ngapain di sini?"tanya Dara terhadap Himan.
"Sama aku juga bawa anak-anak untuk bermain"jawab Hilman.
"Mana anak mu?"tanya Dara.
"Itu lagi di sanah"jawab Hilman sambil menunjuk ke arah salah satu tempat bermain yang ada di sanah.
"umur berapa tahun anakmu?"tanya Dara terhadap Hilman.
"Lima tahun"jawab Hilman.
"Owh lebih tua dia dari Farel ya!"jawab Hilman.
" Ya sudah kami permisi dulu ya! "kata Alan sambil mengajak Farel ke arah lain.
Dia tidak nyaman jika Farel harus bermain dengan anak nya Hilman, sudah pasti dia hanya jadi penonton.
Dara dan Farel hanya menuruti semua keinginan Alan, meskipun Dara kurang setuju tapi dia lebih memilih diam daripada berdebat.
" Ma... kita mau pergi ke mana lagi? "tanya Farel terhadap sang Mama, Dara tidak menjawab tetapi dia menatap ke arah Alan. Laki-laki dewasa dan posesif itu hanya diam tak memberi jawaban.
Setelah beberapa saat Farel bertanya dan tidak ada yang menjawab,akhirnya Farel pun berkata
" Ma... mau ke mana lagi kan tempat bermainnya di sebelah sanah! "kata Farel sambil menyilang kan tangannya di dadanya, sambil merajuk.
Alan yang melihat sinyal bahaya langsung menghentikan langkah nya, lalu mensejajarkan tubuhnya.
" Anak pintar, kita pindah tempat ya! di sini sempit jadi nanti Farel bermainnya kurang nyaman. Kita pergi ke tempat yang lebih bagus dari ini"bujuk Alan terhadap Farel, Dara tidak berkata apapun dia hanya diam.
"Kata om tadi tempat ini bagus! " jawab Farel
"Nyesel om ajak ke tempat ini, ternyata tidak sebagus yang ada di pikiran" jawab Alan lagi, dia berusaha memberi jawaban yang bisa di mengerti anak kecil.
"Baik lah, serah om saja" jawab Farel dengan nada bicara yang sedikit kecewa.
"Yuk kita jalan lagi! apa mau di gendong? " tanya Alan terhadap Farel.
"Bisa jalan sendiri" jawab Farel sedikit kesal, dia sungguh tidak mengerti orang dewasa.
Tadi yang mengajak ke tempat ini Alan, setelah sampai di sini dia juga yang mengajak ke tempat lain.
Alan yang melihat raut wajah kecewa dari Farel, akhirnya dia menggendong anak itu. Meski awal nya Farel nolak tetapi tidak di hiraukan oleh Alan.
Mereka sudah di area parkir di mana kendaraan terparkir, calon keluarga bahagia itu sudah berada di dalam kendaraan.
Alan sudah siap untuk melakukan kendaraan nya, setelah siap semuanya. Alan menginjak gas kendaraan dengan perlahan.
Perjalanan yang di lalui sedikit macet, sehingga lambat untuk segera sampai di tempat tujuan.
Farel sudah tidak nyaman selama dalam perjalanan, akhirnya dia tertidur di dalam kendaraan.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di tempat yang di tuju, Alan menghentikan kendaraan lalu memarkirkan nya.
Setelah itu dia turun lalu membuka pintu samping, dan mempersilahkan sang ratu di hatinya untuk segera turun dari dalam kendaraan. Setelah Dara turun dia pun membangunkan Farel bahwa mereka sudah sampai di tempat tujuan, dia tidak membiarkan Farel untuk jalan sendiri.
Farel di gendong Alan, Dara berjalan di samping Alan mereka berdua berjalan beriringan untuk segera masuk.
Jika di lihat sepintas sudah terlihat seperti keluarga kecil yang sangat bahagia.
Setelah beberapa saat mereka berjalan, akhirnya mereka sudah sampai di tempat tujuan.
Farel yang masih malas untuk melakukan apapun setelah bangun tidur, setelah melihat area permainan yang sangat di sukanya dia langsung meminta turun dari gendongan Alan. Terlihat sangat bahagia sekali wajah Farel, selama ini dia tidak pernah di ajak ke tempat seperti ini bahkan keinginan untuk pergi ke tempat bermain bersama sang Ayah belum tercapai juga.
"Om, Farel mau turun...! "kata Farel terhadap Alan.
" Baiklah jagoan"jawab Alan, dia menurunkan Farel dari gendong nya.
"Aku mau main di sebelah sanah! " tunjuk Farel ke sisi permainan yang lain.
"Ayo kita ke sanah! " Alan langsung membawa ke tempat bermain yang di inginkan Farel.
Dengan senyuman mengembang di bibir Farel, dia langsung bermain sambil menatap takjub tempat itu. Tempat yang sejak dulu di inginkan, bermain bersama keluarga bahagia bersama di sini. Hari ini Farel bisa merasakan impian nya, meski tidak bersama sang ayah. setidaknya ada seorang lelaki dewasa yang bersama nya, orang lain tidak tahu juga bahwa itu bukan Ayah Farel.
Dara yang melihat itu semua merasa bahagia,Farel begitu menikmati permainan yang ada. Setelah puas dari permainan satu pindah lagi ke yang lain, dia terus mencoba semua yang ada di sanah.
Waktu terlalu singkat bagi Farel, baru juga sebentar sudah Malam saja. Akhirnya Alan mengajak Dara dan juga Farel makan yang tersedia di sanah.
Alan mengajak mereka Dara dan juga Farel, mengunjungi salah satu restoran yang sangat enak yang tersedia di tempat ini.
Setelah beberapa saat mereka sudah sampai di lantai yang di tuju, di sanah sudah banyak pengunjung. Alan langsung masuk di ikuti Dara dan juga Farel, mereka duduk di kursi paling ujung sehingga tidak terlalu ramai dan sedikit tidak terlalu terlihat dari orang banyak.
Alan mempersilahkan Farel dan juga Dara memilih makan yang mereka ingin kan, Makan sudah di pesan dan mereka sedang menunggu makan datang.
Sebelum makanan datang mereka berbincang, dan canda tawa hadir di antara ketiganya.
Setelah beberapa saat mereka menunggu makanan sudah sampai di meja.
Mereka menyantap makan yang sudah di pesan masing-masing, Farel dengan lahapnya menghabiskan makanan yang di pesan.
Begitu juga Alan dan Dara mereka juga menikmati makanan yang ada.
Makan malam bersama sudah selesai, waktu juga sudah malam. Saat nya mereka kembali ke rumah, setelah menghabiskan setengah hari untuk bersenang-senang.
"Mau langsung pulang atau mampir ke tempat lain? " tanya Alan terhadap Dara, sambil menatap wanita cantik beranak satu itu.Bagi Alan Dara itu wanita paling cantik yang pernah di temui selama hidup nya, selama ini dia belum pernah jatuh cinta terhadap seorang wanita
"Langsung pulang saja! lain kali kita pergi lagi ini sudah malam.Nggak baik juga nanti di lihat tetangga pas sampai rumah sudah larut,pasti pikiran mereka langsung negatif. " jawab Dara.
"Baiklah, ayok kita pulang jagoan... lain kali kita main bersama lagi" kata Alan sambil menatap anak kecil yang ada di samping nya.
Di sela perbincangan Antara Dara dan juga Farel ada orang yang terus memperhatikan interaksi kedua nya, hawa panas sudah menjalar di setiap aliran darah.
Alan dan juga Dara keluar dari tempat makan, mereka akan segera pulang ke rumah.
Di saat mereka sedang berjalan beriringan di kagetkan dengan muncul nya seseorang di hadapan nya.