
Betapa terkejutnya orang tersebut, ketika melihat yang tergeletak di jalanan itu adalah Sherly.
Seketika orang itu panik setelah melihat Sherly yang tergeletak di atas jalan, akhirnya Alan pun memerintahkan seseorang untuk memasukkan Sherly ke dalam mobilnya untuk segera dibawa ke rumah sakit.Sebab dia takut terjadi sesuatu terhadap wanita itu, meskipun seri adalah orang yang jahat Alan tidak mau menjadi orang jahat seperti Sherly.
Alan juga mengajak orang yang ada di jalan untuk mengikutinya ke rumah sakit, sebab dirinya tidak mau berada di dalam satu mobil hanya berdua bersama Sherly.Takut terjadi fitnah antara dirinya dan juga Sherly, daripada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan lebih baik mencegahnya terlebih dahulu.
Memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, dia berharap untuk segera sampai di klinik kesehatan.Untuk segera memeriksakan kesehatan Sherly apakah dia baik-baik saja atau ada sesuatu yang mengkhawatirkan, untuk segera mendapatkan pertolongan. walau bagaimanapun dia tidak mau menjadi orang yang jahat membiarkan seorang wanita yang lemah tak berdaya di jalanan.
Perjalanan yang ditempuh sudah lumayan lama, akhirnya kendaraan yang ditumpangi Alan sudah memasuki area klinik kesehatan.
Alan menghentikan kendaraannya tepat di depan unit gawat darurat klinik tersebut, lalu dia keluar dan meminta bantuan terhadap beberapa perawat untuk membawa Sherly segera masuk ke dalam klinik tersebut.
Sherly sudah berada di dalam unit gawat darurat, dan akan diperiksa oleh beberapa perawat dan juga dokter ada di sana. Alan dan juga salah satu orang yang ikut bersamanya di jalan tadi,menunggu di kursi tunggu yang tersedia di depan ruang unit gawat darurat.
Setelah beberapa saat mereka menunggu di luar, akhirnya keluar dan memanggil keluarga dari pasien.
"Keluarga dari ibu Sherly" panggil salah satu perawat terhadap Alan dan juga orang itu yang sedang duduk di depan ruang unit gawat darurat.
Alan dan orang itu hanya melempar tatapan saja, mereka belum ada yang menjawab sedikitpun.Ketika sudah lama tidak ada yang menjawab diantara keduanya, Alan pun membuka suaranya.
"Iya,Sus, ada apa yang bisa di bantu?"tanya Alan terhadap suster yang memanggil keluarga Sherly.
"Pasien sudah bisa ditemui, dokter ingin berbicara hal yang penting terhadap Bapak silakan masuk untuk menemuinya!"perintah Sherly terhadap.
Alan bangkit dari duduknya lalu berjalan perlahan untuk segera memasuki ruang unit gawat darurat.
Setelah berada di dalam, Alan dipersilahkan untuk duduk di salah satu kursi menghadap sang dokter yang sedang berjaga.Dia akan menjelaskan perihal kesehatan Sherly dan lainnya.
setelah Alan duduk, dokter berkata "selamat ya pak asal atas kehamilan istrinya, tolong dijaga kesehatannya jangan sampai kelelahan sebab usia kehamilan di trimester pertama itu harus banyak istirahat tidak boleh terlalu capek dan memikirkan hal-hal yang terlalu berat. "kata sang dokter terhadap Alan,dia yang mendengar hal itu hanya bengong dan tidak menjawab apapun.Sebab dia sangat kaget dengan berita yang diterimanya.
"Maaf, apa Bapak mendengar apa yang saya katakan tadi?"tanya dokter lagi terhadap Alan, sebab sedari tadi dokter memperhatikan Alan hanya diam tidak menjawab apapun yang dikatakan oleh dokter tersebut.
"Eh iya, dok, terima kasih banyak atas semuanya. sudah bisa pulang sekarang?" tanya alam terhadap dokter tersebut.
"Untuk sementara pasien harus mendapatkan perawatan terlebih dahulu, mengingat kondisinya terlalu lemah jadi untuk beberapa saat mesti menginap dulu di klinik.Mungkin besok atau lusa, jika keadaannya sudah lebih baik makan diperbolehkan untuk pulang" jawab dokter dengan nada bicara santun.
"Baiklah,jika seperti itu berikan ruang perawatan yang terbaik untuknya! apa ada yang masih perlu di bicarakan?"Alan lagi terhadap sang dokter.
"Sudah cukup sepertinya, jika mau keluar silakan! nanti kami akan memanggil Bapak kembali ketika istrinya sudah berada di dalam ruang perawatan "jawab sang dokter sambil tersenyum ramah melihat ke arah Alan.
Setelah berada di dekat Sherly, Alan pun menatap lekat wajah wanita itu yang terlihat sangat pucat dan ke lelah an.
"Aku sudah selesai dengan tugasku, dengan membawa kamu ke klinik ini.Silakan hubungi Dika pacar kamu untuk menjaganya di sini, sebab aku ada urusan penting yang harus diselesaikan yaitu mengurus pernikahanku dengan Dara "kata Alan terhadap Sherly.
"Terimakasih banyak, tapi Dika tidak mungkin datang kemari sebab dia sudah mengusirku dari rumahnya dan membuangku layaknya sampah yang tidak akan pernah bisa di daur ulang "kata Sherly dengan nada bicara yang sedikit bergetar, dia tidak menyangka ternyata yang menolong dirinya adalah Alan calon suaminya Dara yang selama ini dia sakiti.
"Dia juga harus tahu bahwa kamu sedang mengandung anaknya, bagaimana bisa kamu pergi dalam keadaan hamil seperti ini "kata Alan terhadap Sherly.
"Aku akan pergi jauh dari kota ini, dan meninggalkan semuanya yang berhubungan dengan Dika dan kalian semua.Tolong sampaikan maaf ku untuk Dara "kata Sherly dengan nada bicara penuh permohonan.
"Kamu boleh pergi jauh dari sini, tetapi kesehatan kamu juga sangat penting biarkan kamu beristirahat terlebih dahulu di sini dan pulihkan keadaan kamu.Jangan memikirkan biaya pengobatannya aku akan membayar semuanya"kata Alan terhadap Sherly.
"Tapi aku tidak mau berhutang kepada siapapun"kata Sherly.
"Aku tidak memberikan kamu utang, anggap saja itu sedekah dari ku untuk orang yang sedang membutuhkan "kata Alan dengan nada bicara penuh penekanan.
Setelah berbicara dengan Sherly, akhirnya Alan pun keluar dari ruangan tersebut.Untuk segera menuju tempat tujuannya yaitu menjemput pujaan hatinya untuk segera kembali ke kota dan akan melangsungkan pernikahannya beberapa minggu lagi.
Setelah berada di depan ruangan unit gawat darurat, ternyata orang yang di ajak Alan tadi masih duduk di kursi tunggu yang ada di depan ruangan. Alan pun mendekat ke arah orang tersebut lalu berkata "Apa Bapak tidak punya pekerjaan lain?"tanya Alan terhadap orang tersebut.
"Kebetulan saya sedang tidak mempunyai pekerjaan lain baru satu minggu saya kena PHK dari tempat saya kerja "jawab orang tersebut sambil menundukkan kepalanya.
"Baiklah jika Bapak mau bekerja dengan saya, tolong jaga wanita yang tadi kita bawa ke sini dan saya akan membayar berapapun yang Bapak minta!"Alan meminta orang itu untuk menjaga Sherly, walau bagaimanapun Sherly harus ada seseorang yang menjaganya. Sebelum dia beraksi dan menyeret Dika untuk datang ke tempat ini,Alan tidak rela jika seorang wanita diperlakukan seperti ini.
"Terima kasih banyak, pak kebetulan saya sedang membutuhkan pekerjaan dan butuh uang untuk kehidupan sehari-hari anak dan istri saya di rumah "jawab orang itu sambil tersenyum penuh kebahagiaan mendapatkan pekerjaan yang tidak pernah dia sangka sebelum nya .
Alan merogoh saku celananya dan mengeluarkan dompet lalu mengambil beberapa lembar uang ratusan ribu, lalu menyerahkannya kepada orang tersebut sambil berkata "ini anggap saja uang muka untuk pekerjaan kamu, nanti sisanya akan saya bayar setelah Sherly keluar dari rumah sakit ini "kata Alan sambil menyerahkan uang tersebut kepada orang itu.
"Terimakasih banyak, Bapak atas pekerjaannya yang diberikan kepada saya "kata orang tersebut sambil menundukkan kepalanya.
"Tolong kamu jaga baik-baik perempuan itu, jangan sampai dia melarikan diri dari tempat ini.Besok saya akan kembali ke sini mengeceknya jika kamu tidak menjalankan tugas kamu dengan baik.Maka, kamu akan berurusan dengan saya! "Ancam Alan terhadap orang tersebut.
"Saya akan menjalankan tugas saya sebaik mungkin, tidak mungkin mengecewakan Bapak yang sudah menolong dan memberikan pekerjaan terhadap saya "jawab orang.
"baiklah saya pegang janji kamu, dan saya akan pulang sekarang pasti kan dia dalam keadaan baik" kata Alan, setelah berbicara seperti itu Alan berjalan perlahan keluar dari ruangan unit gawat darurat.
Dia akan segera pergi ke tempat tujuan yaitu menjemput sang pujaan hatinya, yang sudah menunggu di stasiun kereta api.Sebab Dara tidak mau dijemput ke kampung halamannya, dia lebih memilih Alan menjemputnya di stasiun.