Is This Love

Is This Love
epi 9 pertemuan ke dua



***salam jumpa lagi guys...


 


happy reading ya...


 


🙏🙏🙏🙏\*


 


 


Telepon iseng masih sering masuk menganggu Laura,menyebabkan Laura mengganti nomor teleponnya sehingga gangguan tersebut berhenti.


Hari minggu ini seperti biasa hari keluarga,seperti hari minggu ini mommynya masak banyak seperti mau ada pesta saja.


" Mom...banyak bener masaknya...?" tanya Laura dengan heran karena tidak seperti biasa, mommynya masak banyak.


" Tu Daddy ingin minta dimasakin ini semua..." ucap mommy nya yang masih sibuk dengan masakannya.


" Idih !" Daddy rakus..." ledek Laura kepada Daddynya yang dilihatnya sedang membaca koran di taman belakang.


" Iya ini Daddy banyak permintaan,Dad apa ada yang mau datang...?" tanya Leo kepada daddy.


Mendengar pertanyaan Leo,daddy mengedipkan matanya pada Leo,memberikan isyarat untuk diam.


Leo yang menerima isyarat dari Daddynya menjadi tersenyum penuh arti.


" Laura bantu mommy,potong tu melon..." suruh mommynya.


" Mommy nanti tangan Laura terpotong..." tolak Laura.


" Hati hati princess..." kata mommynya.


" kalau nanti tangan terpotong dek,ganti nanti dengan tangan kayu..." goda kakaknya Leo.


" Mommy kakak ini..." ucap Laura.


" Leo jangan ganggu adeknya terus..." kata mommynya.


"YA...ya...mom..." jawab Leo.


" Ayo bantu mommy,angkat tu kursi letakkan dekat kolam..." perintah mommynya.


" Oke..boss..." jawab Leo sembari memberi hormat ala tentara.


Laura dengan serius memotong motong buah melon.


" Ah.....ah..." pekik Laura dengan memegang jempol tangannya.


" kenapa princess...?" tanya mommynya ketika mendengar teriakan Laura.


" Tangan Laura putus mommy..." ucap Laura dengan meringis.


" Putus.....!! ucap mommy dan Daddynya dengan ekspresi bingung.


Dengan cepat Daddy dan mommynya mendekatin Laura dan melihat jemari Laura.


Leo yang mendengar pekikan Laura juga mendekat dan bertanya.


" Putus dek..." kata Leo dan mengambil jemari Laura untuk dilihatnya dengan seksama.


Mereka bertiga melihat jemari Laura ,dan kemudian mereka bertiga saling tatap dan tak lama kemudian keluar tawa mereka.


" wk...wk...wk... dek...dek...tergores doang,dibilang putus..." kekeh Leo.


Daddy dan mommynya hanya dapat menahan tawa,mereka takut Laura ngambek dan akan mengurung diri dalam kamar terus.


" Princess..." panggil mommynya


"Ini buah bagaimana jadi hancur..." tanya mommynya,ketika dia melihat buah melon potongan Laura yang berantakan tak berbentuk.


" Ini buah kena gempa princess...." goda Daddynya.


" Daddy..." rengek Laura dengan manjanya.


" ha....ha...ha...kena tsunami ni..." ejek Leo.


" Kan sudah Laura bilang,Laura nga bisa..." ucap laura dengan muka yang cemberut.


" Dah nyah ,biar saya saja yang teruskan..." kata bik Inah,lalu meneruskan kerja yang dilakukan Laura tadi.


" Makasih bibik...sayank.." kata Laura pada bik Inah.


" Dah sana Laura mandi dulu,dandan yang cakep..." perintah mommynya.


" Untuk apa dandan...?" tanya Laura.


" Jangan bantah ,cepat sana..." kata mommynya lagi.


Laura melangkahkan kakinya meninggalkan dapur,menuju kamarnya.


" Untuk apa dandan.." batin Laura.


\*


 


Selama 30 menit Laura berada di kamar,kemudian Laura keluar dari kamarnya.


Laura melangkahkan kaki menuju taman belakang dan di dengarnya suara daddynya tertawa dengan keras.


" kok...ramai siapa yang datang...?" batin Laura penuh tanya.


Ketika sampai ke taman,mommynya melihat keberadaannya.


Laura melihat daddynya berbicara dengan dua orang pria,yang seorang membelakangi Laura sehingga Laura tak melihat wajahnya.


Leo yang melihat Laura mematung hanya tersenyum,dia menunggu drama apa yang akan dilakukan Laura.


" Princess sini sayank..." panggil mommynya.


" Nah...ini my princess..." kata Daddynya.


Laura mendekat ke arah Daddy yang menyuruhnya untuk mendekat.


" Princess kenalkan rekan bisnis Daddy..." ucap daddynya.


Mendengar daddy menyebutkan rekan bisnis,langkah Laura terhenti ,dia ragu untuk melangkahkan kakinya lagi.


Melihat Laura menghentikan langkahnya.


" Ayo princess jangan malu-malu.." ucap daddynya lagi.


Laura melanjutkan langkahnya kembali,sehingga dia berada tepat disisi Daddynya.


Laura menundukkan kepalanya,dia tak berani melihat kearah pria tersebut.jantungnya berdebar debar.


" Tahu...gini gw kabur tadi.." batin Laura.


 


***bersambung dolo guus


 


yang suka jangan lupa like...vote...


 


makasih***...