Is This Love

Is This Love
epi 41 Kita tetap bersama



Stay selalu di rumah dan stay di karya qu ya teman-teman.


"Laura,kami datang beb...!" teriakan Yosi bergema diruangan tersebut.


"Lama banget kalian datang."


"Maaf beb,Rey tu lama jemputnya." beritahukan Sinta kenapa mereka lama datang.


"Mas Ger....!" seru Rey kaget,ketika dilihatnya Gerry berada diruangan yang sama dengan Laura.


"Rey,tolong bawa kursi tu kesini... !" Leo dengan cepat memanggil Rey, sehingga Rey tidak sempat menyebutkan nama Gerry.


Rey melihat kearah Leo,dan Rey melihat Leo menggelengkan kepala kepadanya.Rey tahu bahwa dilarang menyebutkan nama Gerry didepan Laura.


Setelah kedatangan teman-temannya,Leo mengajak Gerry dan Radit untuk keluar dari ruangan tersebut.


"Laura,kak Leo tinggal dulu ya.Kakak mau lihat situasi diluar." beritahukan Leo.


"Ya kak." sahut Laura.


Leo memberikan tanda pada Gerry dan Radit agar mengikutinya,sebelum keluar ruangan.Gerry memandang Laura dengan perasaan yang berkecamuk dipikirannya.


Leo membawa Gerry dan Radit ke cafe yang terdapat disebelah gedung pameran.


"Kamu pasti kaget melihat kondisi Laura sekarang,sebenarnya saya sangat ingin menghajarmu ." kata Leo dengan suara yang datar.


"Apa yang terjadi dengan Laura,kenapa saya tidak diberitahukan ?" tanya Gerry dan ada rasa sesal disuaranya.


"Untuk apa kamu perlu tahu,kamu pergi begitu saja setelah membuat Laura sedih dan putus asa..." kata Leo kepada Gerry.


"Maaf Leo,aku tahu aku salah." ucap Gerry dengan suara yang sedih.


"sebenarnya apa yang terjadi dengan Laura?" Radit membuka suara,setelah dari tadi dia hanya mendengarkan perbincangan Gerry dan Leo.


"Setelah Gerry memutuskan pertunangan,Laura murung terus dan mengurung diri dikamarnya.Seminggu kemudian Laura mengajak teman-temannya temuan ditempat nongkrong mereka biasanya." cerita Leo.


"Laura membawa mobilnya sendiri,padahal dia sudah lama tidak membawa mobil.Dan terjadilah kecelakaan,dan Laura hampir sebulan koma.Dan ketika terbangun dari komanya,betapa terkejutnya kami karena Laura mengalami kebutaan." Leo melanjutkan ceritanya.


"Menurut dokter,kebutaan yang dialami Laura diakibatkan karena adanya cedera pada kepalanya.Sehingga menimbulkan berbagai komplikasi salah satunya kehilangan penglihatan,seperti yang dialami Laura." Leo melanjutkan ceritanya


Mendengar ceritanya Leo,tak terasa air mata Gerry sudah mengalir.Dia tak merasakan malu ada pasangan mata melihat padanya.


"Maaf Leo,maafkan kesalahanku." ujar Gerry dengan suara yang bergetar,dan hatinya begitu sesak membayangkan Laura mengalami itu semua.


"Sudahlah,mungkin ini sudah takdir Laura.Pada awalnya aku sangat marah padamu Gerry,tapi makin kesini aku sadar ini sudah suratan.Mungkin cobaan ini makin membuat kita makin dekat dengan tuhan." kata Leo.


"Kita bawa ke luar negeri." saran Gerry.


"Kami dah berusaha membujuk Laura,tapi Laura menolak itu semua." ucap Leo.


"Kenapa dia tak mau sembuh?" tanya Radit dengan heran.


"Mungkin dia takut kecewa,jika pengobatan itu tidak berhasil." beritahukan Leo.


"Leo,aku ngak mau bersembunyi.Aku mau Laura tahu aku ada untuknya!" ucap Gerry dengan tegas.


Gerry melepaskan rantai yang dipakainya,dan mengeluarkan cincin tersebut dari rantai.


"Aku akan memasangkan cincin ini di jemarinya Laura lagi."


Kemudian Gerry bangkit dari duduknya,dan dia melangkahkan kakinya kembali ke ruang pameran.


"Gerry,apa yang ingin kau lakukan?" tanya Leo dengan mengejar Gerry yang berjalan cepat menuju dimana Laura tadi berada.


Gerry tak menjawab pertanyaan Leo,Gerry menghampiri Laura dan meraih tangannya.


Laura tampak kaget ketika ada tangan yang meraih tangannya,Laura berusaha menarik tangannya dari pegangan orang tersebut.


"Siapa ini,tolong lepas.Kak Leo !" panggil Laura,tapi Leo tak menjawab panggilannya.


"Rey,sinta..tolong !" siapa orang ini?"Yosi.." Laura memanggil teman-temannya.


"Lepasin,akan aku adukan kau dengan daddy." ancam Laura.


"Maaf,aku tidak takut.Aku ingin pemilik cincin ini memakainya kembali." Kemudian Gerry memasukan cincin itu ke jemari Laura.


Laura sangat kaget ketika mendengar suara orang yang memegang tangannya,apalagi orang tersebut memasukan cincin kejemarinya.


Laura berusaha untuk mengeluarkan cincin itu dari jemarinya.


"Jangan dilepaskan Laura,jika dilepaskan aku tidak akan segan menciumimu didepan orang-orang ini." ancam Gerry.


Mendengar ancaman Gerry,Laura mengurungkan niatnya untuk melepaskan cincin tersebut dari jarinya.


"Bagus,good girl ." ucap Gerry sembari mengelus pipi Laura dengan mesranya.


"Gila lu Gerry,main maksa aja!" seru Radit kepada Gerry.


Teman-teman Laura yang berada diruangan tersebut sangat kaget melihat tindakan Gerry.


"Kak Leo,tolongin Laura ." panggil Laura.


"Maaf dek,kakak tidak bisa ikut campur,Gerry masih menjadi tunanganmu." kata Leo.


" Dulu kau memutuskan pertunangan." kata Laura kepada Gerry,dan terdengar suara Laura yang sedih.


"Tapi aku tidak pernah melepaskan cincin ini Laura." Gerry mengambil tangan Laura dan dirabakannya jemari Laura kecincin yang dipakainya.


"Rasakan,ini cincin tunangan kita tidak pernah lepas." beritahukan Gerry.


"Aku sudah melepaskannya !"kata Laura.


"Aku memasangnya kembali,ingat jangan dilepaskan,aku tidak main-main dengan ancamanku tadi." kata Gerry lagi.


Kak Leo,Radit dan teman-temannya Laura hanya menjadi pengamat mereka tak bisa mencampuri permasalahan mereka.Apalagi tadi kak Leo sudah kasih wanti-wanti supaya jangan ikut campur.


**Bersambung**