Is This Love

Is This Love
Epi 65.Hari baru



**Tak terasa cerita ini sudah akan berakhir,terimakasih atas partisipasi reader yang masih mau membaca kisah ini.


Happy reading😘😘


Hari ini,awal** baru bagi kehidupan rumah tangga Laura dan Gerry.


"Sayang,mas berangkat dulu ya,." setelah sarapan dengan roti bakar,karena belum bisa menyediakan yang makanan yang rumit.Tetapi Gerry sudah sangat bahagia,karena Laura sudah berusaha menjadi ibu rumah tangga.


"Ya mas." Laura mengantarkan Gerry sampai ke mobilnya,kemudian Gerry memberikan kecupan dikening Laura.


"Baik-baik dirumah,jangan buka pintu jika tak mengenal orang yang datang." ingatkan Gerry.


"Oke boss." jawab Laura.


Sejak peristiwa penjambretan,Gerry semakin posesif dalam menjaga Laura.


"Jam berapa asisten rumah tangganya datang ?" tanya Gerry.


"Kata mommy pagi ini akan diantar." kata Laura.


Ketika mobil Gerry meninggalkan rumah,mobil mang Diman tiba.


"Non,mamang nganterkan Susy.Susy Ini sepupu mamang." mang Diman mengenalkan Susy pada Laura.


"Tidak masuk dulu mang?" tanya Laura.


"Tidak usah Non,mamang mau nganter nyonya ke arisan." kata mang Diman.


"Yang bener kerja ya Susy,non Laura anaknya baik." kata mang Diman kepada Susy , sebelum mang Diman meninggalkan kediaman Laura.


"Ya mas." sahut Susy.


Kemudian mang Diman pergi meninggalkan kediaman Laura.


"Ayo mba Susy,Laura tunjukkan kamar mba." Laura mengantarkan Susy menuju kamarnya.


Setelah meletakkan semua barangnya ke lemari,Susy mencari Laura untuk menanya apa yang harus dikerjakannya sekarang.


"Mba bantu saya nanam bunga." Laura melihat tamannya masih berantakan.


Saking seriusnya Laura dan Susy mengerjakan tamannya,mereka tak menyadari ada orang yang masuk kehalaman rumahnya.


"Laura.." sapa orang tersebut.


Laura dan Susy mendengar ada orang yang menyapanya,menoleh kearah suara tersebut.


"Mba Jeny..!" Laura kaget dengan kemunculan Jeny dengan tiba-tiba dirumahnya.


"Mas Gerry tidak berada dirumah mba." kata Laura .


"Mba tahu,mba mau bertemu Laura." kata Jeny.


"bisa kita bicara..?" tanya Jeny.


"Ayo mba masuk,kita bicara didalam." ujar Laura.


Jeny mengikuti Laura untuk masuk kedalam rumahnya.


"Silakan mba." Jeny duduk,dan matanya mengitari ruangan tamu.


"Betapa bodohnya aku dulu,melepaskan emas untuk mengejar sampah." batin Jeny.


"Ada keperluan apa mba dengan saya ?" Laura membuka percakapan dengan Jeny,yang duduk dengan anggunnya didepan Laura.


Jeny belum menjawab pertanyaan Laura,dia berdiri dan matanya melirik Laura.


"Laura bagaimana jika kuminta kau meninggalkan Gerry..!" kata Jeny dengan tegas.


Mendengar permintaan Jeny,Laura cukup kaget.


"Apa maksud mba..?" tanya Laura.


"Kau cantik Laura,tapi cukup bodoh untuk mengerti apa yang ku inginkan." sindiran diberikan Jeny kepada Laura.


"Ku ulangi sekali lagi,aku ingin kau meninggalkan Gerry." tegaskan Jeny kembali.


"Dia suamiku mba..!" seru Laura,setelah sadar apa yang di inginkan Jeny.


"Dia suamimu sekarang,tapi sebentar lagi dia akan menjadi mantanmu." Jeny mengeluarkan suara senangnya.


"Aku tidak akan meninggalkan suamiku..!" suara Laura keras,sehinggga mba Susy yang berada di dapur kaget.Dia berlari ke depan.


"Non,ada apa..?" tanya mba Susy.


"Tolong usir orang ini mba." perintahnya kepada mba Susy,dan Laura memandang Jeny dengan tangannya bersedekap didadanya.


"Kau tidak bisa mengusirku,Gerry tidak pernah mencintaimu.Kau harus sadar Laura." kata Jeny seperti orang yang tidak sadar.


"Kau yang harus sadar,kau sudah tidak waras!" Laura tidak memanggil Jeny dengan mba lagi,emosi Laura sudah keluar ketika mendengar perkataan Jeny seperti orang gila.


Mba Susy menarik lengan Jeny untuk menyeretnya keluar,tetapi Jeny menghentak tangannya sehingga pegangan mba Susy terlepas.


"Jangan kau memegang tanganku dengan tangan rendahan mu pembantu sialan!" teriak Jeny kepada mba Susy.


"Kau yang rendahan,beraninya membuat keributan di rumah orang." balas mba Susy dengan berani.


"Keluar...!" teriak mba Susy dengan keras.


"Kau yang keluar !" Jeny balas berteriak.


"Kamu ini gila ya,ini rumah siapa?" mba Susy jengkel mendengar teriakan Jeny.


"Rumah calon suami saya..!" kata Jeny dengan sombongnya.


Laura sudah habis kesabarannya,dengan cepat Laura menyeret Jeny untuk meninggalkan rumahnya.Tetapi tenaga Jeny lebih besar sehingga Laura kesulitan untuk menyeret Jeny keluar.


Melihat Laura yang kesulitan menyeret Jeny,mba Susy turut membantunya.Tetapi tenaga mereka berdua kalah dengan tenaga Jeny sendiri.


"Gila..!" makan apa orang ini non..?"tenaga kuat sekali." mba Susy heran dengan tenaga Jeny kuat sekali,sehingga dirinya dan Laura tak mampu menyeretnya keluar.


Laura dan mba Susy berusaha terus menyeret Jeny,sehingga sampai diteras tenaga Laura dan mba Susy sudah terkuras.


"Kalian tidak akan bisa mengeluarkan aku dari rumah ini!" ucap Jeny sembari tertawa senang,melihat Laura dan mba Susy kesulitan membawanya.


"Mereka tidak bisa,tapi aku bisa..!" terdengar suara seorang gadis yang cukup keras.


"Kau....!" Jeny kaget melihat kemunculan gadis tersebut.


"Ya ini aku Joan,kau masih mengingatku?" Joan berdiri dengan tegak didepan Jeny,tidak ada rasa takut dalam dirinya.


"Untuk apa kau kembali?"tanya Joan kepada Jeny.


"Mengambil milikku." kata Jeny.


"Siapa milikmu..?"


"Gerry....dia milik Jeny."


Joan tertawa mendengar perkataan Jeny,sedang Laura dan mba Susy hanya dapat mendengarkan percakapan kedua orang itu,dia masih terlalu letih untuk menghadapi Jeny dengan kegilaannya.


"Laura,telepon mas Gerry." perintah Joan kepada Laura.


"Telepon...!" Laura baru sadar dia belum membeli handphone baru sejak dia kehilangan ponselnya.


"WHAT...!" Joan terkejut mendengar Laura tidak memiliki handphone.


"Handphone ku hilang,belum sempat beli yang baru." kata Laura.


Joan menghubungi Gerry,dan mengatakan bahwa Jeny membuat keributan dirumahnya.


"Awas kau,mas Gerry akan mengirimmu kepenjara." ancam Joan.


ancaman itu tidak membuat Jeny takut,dia tertawa mengejek Joan,Laura dan mba Susy.


Tak lama kemudian mobil polisi datang kerumah Gerry,dan Jeny tidak merasa takut.


"Ayo nona silakan ikut kami." kata polisi tersebut.


"Tidak,saya mau menunggu calon suami saya." Jeny menolak untuk ikut,dia meronta-ronta.


Gerry dan Radit tiba dan diikuti seorang laki-laki.


"Jeny,kau memang sudah gila.Apa yang kau lakukan dirumah Gerry?" pria tersebut adalah Rony,suami Jeny.


"Aku benci kau Rony,kau itu pria miskin." cerca Jeny.


"Kenapa aku dulu beralih kepadamu,kalau dulu aku tetap bersama Gerry.Aku sudah pasti akan hidup senang."


"Kita itu hanya cocok sebagai pasangan memakai obat-obatan,Gerry tidak bisa kuajak untuk memakai obat-obatan.makanya aku beralih kepadamu,kukira kau dulu kaya karena orang tuamu tinggal diluar negeri.Ternyata kau hanya anak seorang pengawai negeri yang miskin." ejekan keluar dari mulut Jeny membuat orang yang mendengarnya terkejut.


"Bawa dia pak,saya akan menuntutnya.Karena telah membuat keributan dirumah saya." kata Gerry.


Polisi menyeret Jeny untuk memasuki mobil.


"Gerry,jangan lakukan ini,aku mencintaimu!" Jenya berteriak dengan keras.


Polisi memasukan Jeny ke mobil polisi dengan paksa,Jeny berteriak dan mengeluar sumpah serapah terhadap polisi yang membawanya.


Gerry membawa Laura masuk kedalam rumah.


"Gerry maafkan kesalahanku dulu." kata Rony.


"Kau sudah berhenti kan ?" tanya Radit.


Ya,semenjak putriku lahir.Aku sudah meninggalkan itu semua.Tapi Jeny tidak,dia semakin menggila sehingga aku menceraikannya.Aku takut anakku jadi ikut rusak karena dirinya."


Rony melihat Joan yang baru ditemuinya,setelah perpisahan mereka dahulu.


"Joan apa kabar..?" tanya Rony.


"Baik mas."


Gerry mengenalkan Joan kepada Laura,karena mereka belum pernah berkenalan.


"Joan ini adik sepupu mas." Gerry takut Laura salah paham dengan Joan.


"Laura belum kenal Joan,tapi kita pernah ketemu." kata Joan.


"Dimana?" Laura merasa belum pernah ketemu Joan.


"Di cafe,sepertinya waktu itu Laura bersama dengan teman-temannya." ingatkan Joan.


"Maaf Laura lupa."


"It's okey..!" kata Joan.


"Aku harap,kau tidak mengulangi kelakuanmu dulu.Kau dulu mahasiswa berprestasi,hanya gara-gara terpengaruh Jeny kau mengecewakan banyak orang.Terlebih orang tuamu."


"Kesalahan yang sangat menyakiti mama dan papaku,tapi mereka senang mendengar kami telah berpisah" kata Rony.


"Biasanya orang tua sedih melihat anaknya berpisah,tetapi mendengar kau berpisah orang tuamu gembira.Kami juga turut senang." kekeh Radit,karena Radit merasa seperti senang di penderitaan orang lain.


Mereka yang berada diruangan tersebut tertawa gembiranya.


Β 


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Β 


Dua tahun kemudian,rumah Gerry dan Laura berdatangan tamu yaitu teman-temannya.


Radit telah menikah dengan Joan,selama ini Radit sudah menaruh hatinya dengan Joan,tetapi karena takut ditolak dipendamnya dalam hati.Terpaksa Joan yang juga ada perasaan dengan Radit menembak duluan Radit,sehingga seperti mendapatkan lotre Radit langsung terbang ke Jerman untuk melamar Joan.


Sinta dan Yosi juga sudah menikah,Yosi menikah dengan teman sekantornya.Sinta kalian pasti tidak percaya,Jodohnya ternyata polisi yang sempat menngoda Laura,setelah berulang kali kekantor polisi mengurus kasus penjambretan.Sinta dekat seno sang polisi ganteng mirip oppa kata Sinta.


Yang tinggal masih jones hanya Rey,pasangannya masih tersembunyi dibelahan bumi lain.Itu kata teman--temannya.


"Aduh...lucunya,cucu-cucu opa ini." Daddynya Laura memandang cucu kembarnya.


"Cucu mommy juga ya opa." mommynya ikut nimbrung.


"Cucu kita berdua." kata Daddynya.


"Cucu kita berempat." terdengar suara dari belakang mereka.


"Besan.." sapa Daddy Laura.


"Kita sudah jadi opa-opa." papa Gerry tiba,begitu mengetahui bahwa cucunya sudah lahir.


"Ya,kita sudah tua." kekeh Daddy Laura.


"Siapa namanya?"


"Lionel dan Liana." jawab Gerry yang baru keluar bersama Laura.


"Nice.." ucap mama Gerry.


Dua oma mengangkat Lionel dan Liana,mereka takjub melihat cucu mungil mereka.


Opa,oma dan teman-temannya berkerumun mengeliling baby kembar Laura dan Gerry.


Sepertinya ada sosok yang tidak ikut disitu,Leo tidak ada reader,karena Leo melanjutkan kuliah Doktornya di Amerika.


Mau tahu nasib Jeny,setelah melakukan keributan dirumah Gerry.Dia dimasukkan ke rumah sakit jiwa,karena kecanduan obat-obatan.Sehingga ada gangguan diotaknya.


Happy ending ya Readers.Sampai jumpa pada kisah yang lain.😘😘😘


Β 


Β 


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Β 


Β 


Singgah juga ke karya


πŸ‘‰Antara dendam dan cinta


πŸ‘‰Kubawa pergi cintaku.