Is This Love

Is This Love
epi 33 Dunia gelap Laura



***Cinta pertama tak pernah berakhir,walaupun orang yang di cinta pergi.


Happy reading guys***...


Sudah seminggu Laura hidup dalam dunia kepura-puraan,didepan keluarganya Laura biasa-biasa saja. Tetapi ketika Laura tinggal sendiri dikamarnya,ucapan yang katakan Gerry terngiang-ngiang ditelinganya.


Kemudian Laura mengambil handphonenya dan mengirimkan pesan pada temannya.


Laura : hai guys,jalan yok gw bosen.


Rey. : ayo,ketemu tempat biasa.


Sinta. : oke


Yosi. : oke


Laura. : Yosi ,Sinta lu gw jemput apa


bawa kendaraan sendiri?"


Sinta. : bawa sendiri aja.


Yosi. : gw nebeng Sinta aja.


Laura. : bye kita temu tempat biasa.


Kemudia Laura menganti bajunya dengan t shirt dan celana jins,setelah selesai ganti baju .Laura keluar dari kamarnya.


"Mom,Laura keluar sebentar ya," pamitnya pada mommynya.


"Mang Diman belum balik Laura," beritahukan mommynya.


"Laura bawa mobil sendiri ya mom," kata Laura.


"Kamu dah lama ngak bawa mobil,tunggu mang Diman aja," cegah mommynya untuk Laura bawa mobil sendiri.


"Laura bukan ngak bisa bawa,tapi karena males mom," kata Laura.


"Mommy khawatir,kamu bawa sendiri," kata minumnya.


"Mom,Laura akan hati-hati," kata Laura dengan harapan mommynya memberikan izin.


"Jangan ngebut ya," ingatkan mommynya.


Setelah diberi izin bawa mobil sendiri,Laura senang dan mencium pipi mommynya.


"Laura sayang mommy," kata Laura sembari memandang mommynya dengan tersenyum.


"Mommy senyum,biar Laura lihat senyum mommy sebelum Laura pergi ," kata Laura.


"He...apa ini anak,kayak mau pergi lama aja," kata mommynya.


"Bye...bye mom," Kata laura dengan melambaikan tangannya.


"hati-hati Laura,cepat pulang ," ingatkan mommynya.


Laura menjalankan mobilnya dengan pelan,ketika melewati gedung perkantoran.Laura teringat ketika dia bersama Gerry ke kantornya.


"Kenapa aku mengingat ini lagi," batin Laura.


Mengingat semua perkataan Gerry,Laura jadi menangis dan air mata menyebabkan pandangannya menjadi Buram.


Sehingga tanpa diketahuinya ada mobil truck yang kencang dan oleng datang dari arah depan ,dan Laura tidak sempat menghindari.Sehingga terdengar suara tabrakan yang cukup keras.


Pandangan Laura menjadi gelap,dan sebelum hilang kesadarannya.Laura memanggil mommynya.


"Mommy....!" suara Laura lirih.


 



\*\*\*Dua tahun kemudian\*\*\*.


 


"Laura !" teriakkan teman-temannya,membangunkan dari lamunannya.


"Kami kangen," ucap Sinta yang langsung memeluk Laura yang sedang terbaring dipinggir pantai.


"Sama siapa kalian datang?" tanya Laura.


" Dengan Rey," kata Yosi.


"Mana Rey?" Laura mencari keberadaan Rey.


"Sini Laura," sahut Rey dari samping Laura.


"Kalian nggak kuliah?" tanya Laura lagi.


"Libur semester Laura," beritahukan Yosi.


"Kalian lama divilla?" tanya Laura dengan penuh harapan agar temannya bisa berlama-lama divilla.


"Kami bisa lama Di Sini Non,ngak da kuliah lagi," beritahukan Rey.


"Oh ya,kalian sudah skripsi ya," kata Laura.


"Laura,kita balik kekota ya.kamu teruskan berobat," bujuk Sinta.


"aku capek makan obat-obatan,ngak da hasilnya.mungkin ini udah takdirku," jawab Laura dengan suara yang lirih.


"Laura jangan apatis,kamu bisa sembuh," kata Yosi.ketika dilihatnya Laura sudah patah semangatnya.


"sudah takdirku didalam kegelapan ini,semakin lama makin terbiasa," beritahukan Laura.


"pendengaranku jadi sensitif lo,makanya kalian jangan ngerumpiin gw" kata Laura sembari tertawa kecil.


"Laura,pikirkan lagi apa yang kami katakan," rayu Sinta lagi,agar Laura mau kembali kerumahnya.


"ya,nanti gw pikirkan.Sekarang cerita tentang kampus," kata Laura.


Sinta,Yosi dan Rey bercerita tentang teman-temannya dan dosen di universitasnya.


Laura mendengarkan semua cerita teman-temannya.


"ayo cobain ini,resep baru mommy," kata mommy Laura yang datang membawakan cemilan.


"ini Laura," Sinta mengambil sepotong roti dan memberikannya ketangan Laura.


"Enak tante " Rey memuji roti buatan mommy Laura.


"Terimakasih,kalau bener enak " jawab Mommynya.


🖊***Next*** 🖊