
***Hai friends lagi stay at home ya
yang lagi di rumah kunjungi karya
๐antara dendam dan cinta
๐kubawa pergi cintaku
Happy reading ya***
Seperti yang dikatakan Gerry,jam 11 Gerry sudah menjemput Laura dikampus.
Karena Laura dijemput Gerry,mang Diman tidak menunngu Laura dikampus seperti biasanya.
"Kita ketemu mas Radit dimana ?" tanya Laura setelah dia masuk dalam mobil dan Gerry memulai menjalankan kendaraannya.
" Di kantor.." sahut Gerry
" Jangan dikantor mas,males Laura kalau ke kantor " ujar Laura.
" Radit ngak bisa keluar kantor,dia sibuk hari ini " jelaskan Gerry.
" kok mas bisa keluar kantor.?" tanya Laura.
" Mas bossnya " jawab Gerry dengan santainya.
" Dasar boss ngak tanggung jawab " celetuk Laura.
" Bukan ngak tanggung jawab,tapi mas harus selesaikan urusan masa depan dulu " kata Gerry,lagi-lagi dengan santainya.
" Masa depan apaan..." ledek Laura.
" Laura kan masa depan mas " goda Gerry.
Membuat muka Laura bersemu merah, karena malu mendengar perkataan Gerry.
Setelah sampai didepan kantor, Gerry mengajaknya untuk turun.Tapi Laura merasa ragu untuk turun,dia merasa malu dengan karyawan Gerry.
" Ayo..." Gerry membukakan pintu mobil dan mengulurkan tangannya tetapi Laura tidak menghiraukannya,tetapi Gerry tetap mengambil jemari Laura dalam genggamannya.
Gerry menggenggam jemari Laura untuk mengikutinya,didalam lobby para karyawan kantor Gerry heran melihatnya.Karena melihat Gerry membawa seorang wanita ke kantor.
" Lihat,boss bawa seoran wanita" bisik pekerja diresepsionis.
" Masih muda lagi " sahut rekannya.
" Lumayan cantik " balas rekannya lagi.
Karena selama ini,mereka tidak pernah melihat boss mereka membawa seorang gadis ke kantor.apalagi sampai menggandengnya.
Laura yang merasa menjadi pusat perhatian merasa malu, dan berusaha untuk melepaskan tautan jemari mereka berdua.
Melihat Laura yang berusaha untuk melepaskan genggaman tangan mereka,Gerry mempererat genggaman tangannya .
" Jangan lepaskan, kalau lepas mas akan peluk Laura disini " ancam Gerry.
Laura tidak berusaha lagi untuk melepaskan tautan jemarinya,dia pasrah mengikuti Gerry.
Setelah sampai ke ruangan Gerry,dia membawa Laura keruangannya dan Gerry berkata pada sekretarisnya.
" Panggilkan Radit keruangan saya,dan jangan ada yang menganggu saya " perintah Gerry kepada sekretarisnya.
" Baik pak " jawab sekretarisnya yang masih menatap Laura dengan penuh pertanyaan dipikirannya.
Setibanya dalam ruangan Gerry,Laura melihat desain ruangan Gerry yang bernuansa pantai,didinding terdapat lukisan pantai dan pohon kelapa.
" Mas suka pantai ya ?" tanya Laura setelah melihat banyaknya foto pantai di ruangannya.
" Ya,ketika letih bekerja,mas melihatnya jadi serasa berada di pantai.." Gerry menunjuk lukisan pantai.
"Ini mas yang lukis ?" tanya Laura setelah dilihatnya inisial Gw dibawa lukisan tersebut.
" Ya,Laura mau minum apa ?"
" Apa aja,asal jangan yang memabukkan" gurau Laura.
Gerry tertawa mendengar gurauan Laura.
" Biar di coret jadi mantu Daddy kamu,buat anaknya mabuk " balas Gerry.
Gerry menghubungi sekretarisnya minta dibawakan minuman dingin.
Tak lama kemudian pintu ruangan Gerry terbuka,dan muncul Radit yang ditunggu.
" hai..." pintu terbuka dan muncul Radit dan sekretarisnya Gerry yang membawa minuman yang dipesannya tadi.
" ini minumannya pak..." Yunita sekretaris Gerry meletakkan minuman tersebut di meja dimana Laura duduk,sekilas dia melihat raut muka Laura.
" Cantik " batin Yunita.
Radit menyapa Laura dengan memanggilnya princess seperti Daddy Laura memanggilnya.
" Hallo princess.." sapa Radit.
" he...mas Radit,ledek Laura ya "
Yunita yang belum keluar karena masih menunggu berkas yang sedang di tanda tangani Gerry,mendengar godaan Radit jadi bertanya-tanya.
" Ini cewek pacar siapa ,si boss apa Radit.." batin Yunita penasaran.
" Princess si Gerry.." goda Radit membuat pipi Laura merah dan tersipu malu.
" Hi..mas Radit,pulang Laura nanti ya.." ancam Laura.
" He..jangan,ntar Gerry kelabakan.." gurau Radit.
" Radit,lu jangan buat masalah lagi.. " kata Gerry sembari menyerahkan berkas berkas yang baru saja selesai ditandatanganinya pada sekretarisnya.
" Santai bro.." gurau Radit.
" Saya tidak mau terima gangguan " perintahnya pada Yunita.
" Baik pak" jawab Yunita,yang kemudian keluar dari ruangan Gerry.
" Seru ni,bakalan banyak patah hati.si boss ngak jomblo lagi.." guman Yunita yang ngak sabar mau ngerumpiin si boss.
Setelah menyelesaikan tugasnya,Gerry duduk di sofa disisi laura.
" Ceritakan tentang Maya Dit.. " kata Gerry kepada Radit.
" Semalam itu sebenarnya bukan hanya Gerry dan Maya berdua, tapi mas juga akan ikut.Tetapi dah sampai mall tiba tiba ada client yang ingin ketemu,terpaksa mas batal ikut..," Radit menjelaskan tentang keberadaan Gerry dan Maya hanya berdua.
" Belum percaya juga..?" selidik Gerry dengan memandang Laura dengan serius.
" Laura saya ngak bohong,emang Maya suka dengan Gerry tapi Gerry ngak menanggapinya.." kata Gerry.
" kenapa mas Gerry ngak mau, mba maya gitu cantik dan seksi lagi.." ucap Laura.
" Mungkin tulang rusuk sebelah punya saya bukan pada Maya tapi pada Laura.." godaan Gerry,membuat wajah Laura yang di goda Gerry bersemu merah merona.
" Wow...masih ada orang jomblo disini...!" seru Radit.
ย
๐***bersambung*** ๐
ย