
***hai semua yang masih setia dengan princess Laura.
happy reading guys***
Setelah berita tersebar, bahwa boss mereka membawa seorang gadis ke kantor. Yunita sebagai sekretaris dari Gerry wardhana menjadi sasaran pertanyaan.
" Yun, bener tu cewek pacar si boss ?" tanya Melinda, pengawai bagian keuangan.
" Mana gw tahu, emang gw mama si boss ?" Yunita menolak untuk memberikan informasi tentang gadis yang dibawa Gerry.
" Elu..sekretaris si boss, seharusnya tahu segalanya ." ujar Dona pengawai bagian marketing.
" Kalian ini ya, kepo banget sih.." gerutu Yunita yang sudah mulai jengkel dengan pertanyaan para karyawan.
"Kami harus tahu siapa yang berani mengambil incaran para cewek di kantor.." ungkap Melinda.
" Jangan macam-macam, pak Gerry itu calon my husband !" seru Dona dengan pedenya.
" Perasan elu, si boss aja ngak pernah melirik kalian semua ya ." ejek Yunita .
"Boss lewat didepan mata saja, kalian sudah pada ciut nyalinya. Perasaan mau dekatin si boss." sambung Yunita lagi, sebelum beranjak meninggalkan wanita-wanita pemburu .
Yunita pergi meninggal ruangan kantin, tak digubrisnya para wanita pemburu laki-laki berduit memanggilnya.
" Emang dikiranya, pak Gerry mau dengan cewek genit begitu.Diliriknya juga tidak ." batin Yunita bermonolog.
" Cewek yang dibawa boss tadi, mukanya mulus tanpa polesan bedak tebal ." gumannya.
Hubungan Laura dan Gerry semakin serius, pertemuan dua keluarga sudah dilakukan.Dan pertunangan Laura dan Gerry akan diadakan 2 minggu lagi.
Â
\*
Â
Gerry dan Laura datang ke toko perhiasan langganan mommy Laura, di sini mereka mencari cincin tunangan.
" Selamat datang Laura ." seorang wanita paruh baya datang menyambut Laura dan Gerry.
" Ngak terasa Si kecil Laura sudah mau nikah aja ." gurau tante santi.
" Belum nikah tante, masih tunangan ." perjelas Laura.
" Ini calonnya ?" tanya tante santi.
" Ya tan, saya Gerry ." kata Gerry mengenalkan dirinya pada tante Sinta.
" Ganteng, pandai Laura cari calon suami ." goda tante Santi .
Tante Santi mengeluarkan cincin untuk dipilih Laura dan Gerry.
Setelah hampir 30 menit memilih cincin, akhirnya Laura memilih cincin yang yang sederhana tapi elegan.
Setelah dari tempat tante Santi, Laura dan Gerry mengunjungi butiq untuk mengambil baju tunangan yang sudah dipesan oleh mama Gerry.
" Bagaimana suka ?" tanya Gerry kepada Laura setelah melihat baju tunangan yang di rancang oleh mama Gerry sendiri.
" Suka banget mas ." sahut Laura atas prtanyaan Gerry mengenai gaun tersebut
" Itu khusus di rancang mama, untuk menantunya ." beritahukan Gerry.
" Serius mas,ini rancangan mama ." tanya Laura penasaran.
" Iya, ini butiq mama. Hampir semua ini hasil rancangan mama ." beritahukan Gerry.
" Wow keren mama ya mas !" seru Laura sambil melihat koleksi butiq.
" Lebih keren anaknya...." ujarnya Gerry sambil tertawa.
" Muji diri sendiri..." ledek Laura.
" Setelah ini kita kemana ?" tanya Gerry kepada Laura
" Pulanglah ." sahut Laura
" Ini sabtu,besok libur cepat banget pulang ." kata Gerry
" Nonton yok..." ajak Gerry
" Film apa mas..?" tanya Laura mengenai film yang hendak di lihat.
" Film upin ipin aja ." gurau Gerry
" kalau upin ipin lihat di tv aja mas, ngak perlu ke bioskop ." kata Laura .
Gerry tertawa mendengar ucapan Laura.
" Mas disini ada bioskop ?" tanya Laura setelah Gerry memasuki parkir basement apartemen yang mewah.
" katanya tadi mau lihat upin ipin di tv,kita ke apartemen mas aja ."
" Apartemen,jadi kita nonton di tv ?" tanya Laura lagi.
" Mas ngak suka nonton di bioskop, ayo..." Gerry mengajak Laura untuk turun.
Laura ragu- ragu untuk turun, setelah di ajak Gerry lagi barulah Laura mau turun dari mobil.
" Ayo Laura, mas ngak akan lakukan yang ngak Laura inginkan ." janji Gerry, setelah dilihatnya Laura ragu untuk turun dari mobil.
Gerry menggenggam jemari Laura menuju apartemen Gerry yang berada di lantai paling atas.
Laura takjub melihat apartemen Gerry yang besar dan mewah,dan cukup rapi dan teratur juga.
" Mas tinggal sendiri ditempat sebesar ini. ?" tanya Laura.
" kadang- kadang Radit nginap disini, kalau ada perkerjaan yang perlu dikerjakan secepatnya ." sahut Gerry
" Laura ambil aja minuman di dapur ya, mas ganti baju dulu ." kata Gerry.
" Ya mas ." jawab Laura yang langsung menuju dapur yang di tunjukan Gerry tadi.
Setelah selesai ganti baju, Gerry mengajak Laura memasuki ruangan mirip bioskop.
" Sini kita nonton ." kata Gerry.
" apartemen mas, ada bioskop mini ya ?" tanya Laura.
" ini mas buat untuk hiburan, kalau letih kerja bisa nonton ." kata Gerry.
" Ayo, mau nonton film apa ?" tanya Gerry.
" Terserah aja mas ." sahut Laura sambil mengambil posisi duduk di sofa.
" ini aja ya ." kata Gerry yang lalu memutar film yang dipilihnya.
Kemudian Gerry duduk disamping Laura,dan film baru mulai dengan memunculkan sosok yang menyeramkan dan music yang bergelegar .Membuat Laura kaget dan berteriak, dan langsung memeluk Gerry dan menyembunyikan wajahnya ke dada Gerry.
" Aw.... !" teriak Laura dengan kerasnya.
" kenapa Laura ?" tanya Gerry yang mendapatkan pelukan dari Laura.
" Mas nakal ya, kenapa film ada setannya sih...Laura takut ." rengek Laura
" Mas senang, Laura jadi melukkan ." gurau Gerry.
" hih...mas modus ya ." gerutu Laura dengan memanyunkan bibirnya sehingga mengerucut.
Ngelihat Laura memanyunkan bibirnya,membuat Gerry gemas.Kemudian Gerry menangkup kedua pipi Laura dengan kedua tangannya,dan ******* bibir Laura dengan rakus.
Laura kaget mendapatkan serangan mendadak dari Gerry, tetapi lama kelamaan Laura menikmati kecupan yang dilakukan Gerry dan dia mengalungkan kedua tangannya keleher Gerry dan membalas kecupan tersebut.
Â
💘***bersambung*** 💘
Â
***mohon dukungannya ya dengan cara like dan comment.
terimakasih atas dukungan.
happy reading guys😘😘😘***