
**Hai semua rekan penulis dan pembaca yang sudah berkenan memberikan dukungannya,berupa vote,like n rate.
terimakasih ya.
Happy reading ya.
"Bro dah masuk kantor aja,gw kira masih asyik diranjang dengan nyonya." ledek Radit ketika dilihatnya Gerry sudah berada diruangannya.
"Banyak kerjaan begini..!" ucap Gerry dengan suara yang datar.
"Kenapa bro kusut banget muka elu,lembur ya ?" Radit terus menggoda Gerry.
"Lembur apaan..!"suara Gerry masih jutek menanggapi godaan Radit.
"Ada apa bro..?" tanya Radit,ketika Gerry menanggapi godaannya dengan suara yang jutek.
"Apa bini elu,sudah ingat semua apa yang dilupakannya?" tanya Radit.
"Ngak apa-apa." tolak Gerry untuk menceritakan permasalahannya.
"Come on bro,tell me..!" Radit berusaha terus agar Gerry mau menceritakan bebannya.
Setelah Radit terus membujuknya,kemudian sekelumit cerita mengalir dari mulut Gerry.
"Ha..ha....ππππ..!" tawa Radit pecah sebelum Gerry menyelesaikan ceritanya.
"Tawa terus...!"gerutu Gerry, ketika melihat Radit tertawa sampai air matanya Radit keluar.
"Jadi elu belum ehem...ehem dengan nyonya..?" goda Radit sambil tertawa ngekeh melihat muka Gerry yang kusut.
"Belumlah,gw kena tipu bocah itu.Apa ngak geram gw,seorang Gerry pengusaha sukses bisa kena tipu gadis 20 tahunan." ucap Gerry dengan ketus.
"ππππ." tawa Radit pecah lagi,mendengar perkataan Gerry.
"Makanya bro,kenapa jadi bucin gadis belum mateng." gurau Gerry.
"Sial elu..." Radit jadi sasaran lemparan pulpen yang berada didepan Gerry.
"Hus..bro,salah gw apa?" elak Radit ketika dilihat Gerry melempar pulpen kearah."
"Mulut elu itu,mirip bokong ayam.kembang kempis ." ucap Gerry asal.
"Sekarang lagi perang ?" tanya Radit.
"Ya.." Gerry mengiyakan pertanyaan Radit.
"Seharusnya elu jangan begitu,bini elu masih muda.elu bimbing dia,bukan malah ngambekan." nasihat Radit.
"Gw marah alasan dia bohongin gw,karena takut gw kurung dia dikamar terus.alasan yang mengada-ada,gw juga tahu ngak mungkin gw melakuin itu terus-terusan semalaman." cerita Gerry yang masih emosional.
"Dia nggak salah juga bro,elu bawa dia ketempat yang sudah lama ingin dikunjunginya.Maunya tadi elu bawa dia honeymoon ke hutan,pastinya dia meluk elu terus." ucap Radit masih dengan godaan,membuat Gerry semakin datar raut wajahnya mendengarkan perkataan Radit.
"Sekarang kalian perang dingin?" tanya Radit.
"Sampai kapan kalian begini,saling diam-diaman,baru seminggu kalian menikah sudah bermasalah." ingatkan Radit.
"Sampai dia meminta maaf." ujar Gerry.
Radit hanya menghela nafasnya,dia tak tahu apa yang harus dikatanya kepada sahabatnya tersebut.
Β
πΌπΌπΌπΌ
Β
Laura membuka matanya,dan dilihatnya sekelilingnya untuk mencari Gerry dikamar.
"Mana mas Gerry,cepat kali dia bangun." guman Laura ketika dilihatnya tak ada Gerry disampingnya,dan dilihatnya bantal disebelah seperti tidak ditidurin.
Laura bangkit dari ranjang dan keluar kamar,kemudian dia berjalan menuju ruang kerjanya Gerry.Di sentuhnya gagang pintu dan didorongnya pintu tersebut dan terbuka.
"Kosong." Laura melihat ada selimut terletak disofa yang berada diruang kerjanya.
"Mas Gerry tidur disini tadi malam." guman Laura.
Laura menuju dapur untuk melihat apakah ada sosok yang dicarinya,dan dilihatnya dapur sepi dari keberadaan Gerry.
"Apa sudah berangkat kekantor." pikir Laura.
Laura berusaha untuk menghubungi ponsel Gerry tetapi ponselnya diluar jangkauan.
"Mas Gerry benar-benar marah,sehingga dia matikan ponselnya." ucapnya sedih.
Laura berjalan kedapur dan dibukanya lemari pendingin.
"Kosong,mommy Laura lapar..!" serunya ketika dilihatnya lemari pendingin kosong tidak ada isinya,hanya ada air botol mineral dan sayuran yang sudah layu.
"Apa kesupermarket aja." gumannya.
Laura mengambil dompetnya,dan melihat isi dompetnya tidak ada uang cash.Dompetnya hanya ada kartu credit.
"Masakan mau beli roti pakai kartu credit." batinnya,sedangkan perutnya sudah tidak bisa ditahan lagi.
"Bodo ah,yang penting perut diisi."
**Bersambung
Hai jika berkenan bagi like,vote n ratenya ya.
terimakasih..
Happy Reading guys**.