Is This Love

Is This Love
epi 48 Kebelet nikah



Jumpa lagi dengan Laura dan Gerry and friends.


Happy Reading guys.


Amnesia yang dialami Laura membuat orang tuanya tidak tahu harus melakukan apa.


"Bagaimana dengan rencana pernikahan?" tanya Leo kepada Gerry dan Daddynya,yang saat ini mereka lagi berada di kantin rumah sakit.


"Saya akan tetap teruskan." kata Gerry dengan tegas.


"Kamu harus berpikir lagi Gerry,bagaimana jika ingatan Laura kembali.Dan dia ingat kembali tentang permasalahan kalian." ingatkan Daddynya kepada Gerry.


"Kalau menunggu ingatan Laura kembali ,saya makin takut Daddy mertua." kata Daddynya.


"Apa yang ditakutkan?" tanya Leo.


"Kalau dia ingat,bahwa dia lagi marah dengan saya.Kemungkinan Laura tidak mau menikah.." cerita Gerry.


"Jadi kamu mengambil kesempatan dari hilangnya ingatan Laura." kata Leo.


"Makanya izinkan saya dan Laura untuk menikah sekarang." Gerry memohon agar di izinkan untuk menikahi Laura.


"Bagaimana jika nanti ingatan Laura kembali,dia marah dan meninggalkan kamu?" tanya Daddynya Laura.


"Saya harapkan itu tidak akan terjadi." kata Gerry.


"Apa..!" kamu mengharapkan ingatan Laura tidak kembali." Leo terkejut mendengarkan ucapan Gerry.


"Bukan itu,saya mengharapkan Laura tidak meninggalkan saya." Gerry membetulkan perkataannya tadi.


"Kalau itu keinginan kamu,dan kamu siap menanggung resiko jika suatu saat ingatannya kembali.Saya izinkankan kamu menikahi Laura." kata Daddynya Laura.


 


\*


 


Setelah dirawat dirumah sakit selama tiga hari,Hari ini Laura diizinkan pulang.


"Akhirnya Laura kembali..!" serunya dengan gembiranya,dan seperti biasanya setibanya di rumah Laura langsung kedapur dan memberikan kejutan kepada bi Inah.


"Bi Inah..!" teriaknya.


Mendengar teriakan Laura di dekatnya,bi Inah kaget dan menangis.


"Bi,kenapa?" biasanya Laura kagetin bibik ngak nangis.Maafin Laura dah buat bibik kaget sampai nangis."


"Bibik nangis bukan karena non kagetin,tapi karena Laura sudah bisa ngelihat lagi." beritahukan bik Inah pada Laura.


"Kenapa sih,sedari tadi orang pada heran melihat Laura bisa lihat.Sebenarnya ada apa bik?" Laura bertanya pada bik Inah.


Sebelum bik Inah menjawab pertanyaan Laura,mommynya menemuinya dan menganjurkan agar Laura beristirahat dulu.


"Laura,istirahat dulu sayang." kata mommynya.


"Bik,jangan beritahukan tentang kecelakaan yang menimpanya ya." kata mommynya Laura kepada bik Inah.


"Apa Laura tidak ingat tentang kecelakaannya?" tanya bik Inah.


"Ya bik,Laura tidak tahu dia pernah tidak bisa melihat." cerita mommynya pada bik Inah.


"Lo..!" kenapa bisa begitu." bik Inah heran.


"Karena benturan dikepalanya." ucap mommynya.


"Laura pakai kacamatanya lagi?" tanya bik Inah.


"Matanya masih buram,jika tidak memakai kacamata."


"Kasihan non Laura,kenapa kena sial terus.nyonya kalau dikampung saya jika ketimpa sial terus harus dimandikan kembang." cerita bik Inah.


"Hih bibik masih percaya takhayul begitu." mommy Laura tertawa mendengar ceritanya bik Inah.


"Dikampung saya sering kejadian seperti itu,setelah dimandikan kembang tidak kena sial lagi." kata bik Inah lagi.


"Bik Inah,ada-ada aja,ini sudah abad berapa masih percaya hal musyrik begitu." kekeh mommynya Laura.


\*\*\*


"Gerry,betul elu mau nikah dengan Laura dalam keadaan dia amnesia?" tanya Radit.


"Ya betul." jawab Gerry.


"Bagaimana jika ingatannya kembali?"


"Jika ingatan kembali,Laura sudah jadi istri gw.Soal dia marah atau tidak urusan belakang,yang pastinya dia harus jadi istri gw dulu." kata Gerry.


"Gila lu Gerry,kalau sudah menyangkut Laura."


"Kalau tidak terjadi kecelakaan yang menimpaku,mungkin kami sudah punya anak." cerita Gerry,dan raut wajahnya tersirat kesedihan.


"Sudah Gerry,itu sudah berlalu.pikirkan saja masa sekarang." hibur Radit.


"Ini gw mau laporan,siapa yang pergi meninjau proyek di daerah Papua?"


"Suruh aja manajer lapangan,gw ngak mau keluar kota dan kamu juga jangan." beritahu Gerry.


"Kenapa,dulu soal meninjau proyek elu semangat sekali." kata Radit.


"Seminggu lagi gw nikah,gw ngak mau ada apa-apa dengan rencana pernikahan." kata Gerry dengan serius.


"Ini dia kalau sudah kebelet." ledek Radit.


🌹🌹**Bersambung🌹🌹


Happy Reading ya teman-teman semua.


STAY AT HOME**