Is This Love

Is This Love
epi 37 Bertemu masalalu.



Tertawalah dan dunia akan tertawa bersamamu.


Happy reading.


Kenapa cantik dan ganteng ini,ada acara..?" tanya Radit .


"Kami baru wisuda mas ." jawab Radit lagi,sedangkan temannya bertiga hanya diam sibuk dengan pikirannya masing-masing.


"Sudah siap terjun ke masyarakat ini," kata Radit lagi.


Gerry hanya diam tidak berkata,dia hanya memandangi Laura dengan penuh kerinduan.


"Please Laura !" pandanglah mas sebentar," batin Gerry bergejolak,ketika Laura tidak sedikitpun menoleh kearahnya.


"Laura bisa nomor handphonenya.sepertinya nomor Laura ngak actif," Gerry membuka suara dengan meminta nomor handphone Laura.


"Maaf mas,Laura ngak menggunakan handphone," beritahukan Laura.


"Tolong Laura,ada yang ingin mas katakan," Gerry memohon agar Laura memberikan nomor handphonenya.


"Laura ngak bohong,setelah Laura kehilangan handphone 2 tahun yang lalu.Laura tidak menggunakan handphone," kata Laura.


"Kalau ada yang ingin menghubungi Laura melalui siapa ?" tanya radit yang sedari tadi mendengar perbincangan Laura dan gerry tadi.


"Mommy." jawab Laura.


Setelah kecelakaan tersebut,Laura tidak menggunakan handphone lagi. Karena dia merasa tidak membutuhkannya.Walaupun mommynya sudah berulang kali menganjurkannya untuk membeli handphone,tapi Laura menolaknya.Pada hal sekarang sudah jaman canggih,banyak aplikasi untuk penyandang tunanetra.


"Betul mas,Laura tidak menggunakan handphone.Kami juga kalau mau hubungi Laura melalui tante atau mang Joko," kata Rey,karena Gerry tidak mempercayai Laura tidak menggunakan handphone.


"Mang Joko!" mang Joko tinggal divila,emang Laura tinggal di villa ?" tanya Radit


Rey jadi terdiam,karena dia keceplosan bicara.


"Laura sering ke villa,karena ada tugas," kata Laura,untuk menghindari kecurigaan Gerry dan Radit.


"Mas Gerry..," tiba-tiba datang seorang gadis yang langsung memeluk Gerry tanpa malu-malu.


"Joan..." sapa Gerry juga.


"Lama kali Joan ." kata Radit Juga pada gadis tersebut.


"Maaf mas,Joan tadi nyasar.Sudah lama tidak balik ke Indonesia jadi lupa jalannya ." ucap Joan.


"Ayo kita duduk,masakan berdiri terus," ucap Joan yang masih memeluk lengan Gerry.


"Laura,nanti kita bicara lagi ya," kata Gerry,sebelum meninggalkan meja Laura dan teman-temannya.


"Ada untungnya Laura tidak bisa melihat,coba tadi betapa sedihnya dia ngelihat Gerry dipeluk tu cewek," batin Sinta.


"Laura,lu ngak pa-pa kan ?" tanya Sinta.


"Ngak pa-pa,gw dah ikhlas.Mungkin bukan jodoh gw..," lirih suara Laura mengatakannya.


"Sudah ngak apa-apa,gw nyantai aja.balik yok," ajak Laura untuk pulang.


"Terus bagaimana cara pulang,nanti mereka lihat lu memakai tongkat ." kata Rey.


"Ni tongkat gw masukkan ransel,kalian pegang tangan gw.Dan telpon mang Diman suruh tunggu didepan cafe biar ngak jauh jalannya." beritahukan Laura.


Sinta mengambil tongkat Laura dan menyimpannya kedalam tas ransel yang selalu dibawa Laura terus.


"ok Laura, mang Diman dah standby didepan." beritahukan Rey.


Kemudian Sinta dan Yosi mengandeng kedua tangannya seperti biasanya,seolah-olah berjalan seperti orang normal.


"Laura,kenapa lu menyembunyikan ini semua?" tanya Yosi.


"gw ngak mau dikasihani," jawab Laura dan suaranya mengandung kesedihan.


Teman-temannya membisu mendengar perkataan Laura.


Setelah sampai diluar,mang Diman sudah menunggu.Laura masuk kedalam mobil diikuti teman-temannya, dan kemudian mobil tersebut pergi dibawah pandangan mata yang sedari tadi tidak pernah lepas pandangannya dari Laura.


Kepergian Laura diikuti oleh tatapan sepasang mata yang terus menatapnya, sampai mobil itu menghilang dari pandangan matanya.


"Joan ke toilet dulu ya," Joan beranjak meninggalkan Gerry dan Radit.


"Aku merasa kok ada keanehan pada diri Laura," kata Radit pada Gerry.


"Keanehan apa ?" tanya Gerry.


"Itu yang gw ngak tahu,tapi gw merasa gerak-geriknya ada yang janggal,tapi dia makin cantik dan dewasa ya dengan memakai kaca mata ." kata Radit.


"Apa kau percaya dia ngak menggunakan handphone?" tanya Gerry tentang Laura yang tidak memiliki handphone.


"Mungkin saja,gw aja kalau bisa satu hari ingin rasa tidak mendengar bunyi handphone."


" Bagaimanapun aku akan mengambil milikku kembali..!" beritahukan Gerry dengan tegas.


"Dulu lu lepasin,sekarang lu mau ambil lagi.Sulit bro...!" tadi aja, sedikit pun dia tidak menatap wajahmu." kata Radit..


"Aku akan menemui om bagus." ucap Gerry.


"Moga berhasil bro,aku rasa jalanmu pasti berliku-liku dan terjal ."


"Ngomongin apa sih mas asyik sekali ?" tanya Joan pada Gerry.


"Biasa ngurus kerjaan," jawab Gerry.


 


**Bersambung**