
***hai temu lagi dengan laura
Happy reading***...
Seminggu setelah terjadi drama perjodohan dalam keluarga Permana,situasi rumah dalam keadaan damai tak ada yang membicarakan tentang perjodohan itu.
Tidak ada yang membicarakan tentang perjodohan itu membuat Laura senang karena merasa bahwa rencana perjodohan tersebut batal.
Terdengar bunyi handphone Laura berbunyi,Laura langsung berkata.
" hai...disini princess Laura..." ucap Laura tanpa melihat nomor sipenelpon.
" Mari kita menikah..." jawab di seberang telpon, saat Laura menjawab telepon tersebut.
Laura kaget mendengar kalimat si penelpon,setelah mengatasi keterkejutannya ia kemudian menjawabnya.
" Maaf ya mas,salah sambung..." lalu Laura meletakkan handphonenya.
Suasana kantin kampus masih sepi, para sahabatnya pada masih belum datang karena ada kesibukan masing masing.
Kemudian satu persatu sahabatnya datang kekantin.
" Ngantuk banget gw..." ujar Rey sembari menelungkupkan wajahnya di meja kantin.
" Main game terus sih..." tegur Laura.
" Sampai jam berapa main game Rey..?" tanya Yosi pada Rey.
" Jam 3 an..." jawab Rey.
" Ini...minum kopi, obat supaya mata melek terus...." kata Sinta dan meletakkan kopi di depan Rey.
" Terimakasih sayank..." kata Rey yang langsung menyesap kopinya.
Handphone Laura berbunyi lagi, tapi Laura masih belum mau mengangkatnya.
" Angkat tu Laura,berisik gw dengar nada deringnya..." gerutu Rey.
"Salah sambung, terus bosen gw..." jawab Laura.
" Jawab aja mana tahu cogan..." kata Yosi.
" Cogan terus dipikiran kamu non..." ejek Rey.
Karena handphonenya berbunyi terus, akhirnya Laura mengangkatnya juga.
" hallo Princess Laura di sini..." jawab Laura dengan suara centil.
" hai Princess mari kita menikah...?" kata suara di ujung telepon.
" Gini ya mas, saya bukan calon istri mas...!" seru Laura dan kemudian langsung menutup teleponnya dan menonaktifkan handphonenya.
Ketiga temannya fokus menatap Laura dan menunggu penjelasan dari Laura.
" Apa...?" tanya Laura ketika di lihatnya temannya menatap dirinya dengan penuh selidik.
"Apa tu tadi, ada yang melamar lu...?" tanya Sinta.
" Bukan, telepon salah sambung.Dah 2 kali panggilan tu masuk ke handphone gw..." terang Laura.
" kalau sekali sih biasa, ni dah dua kali salah sambung jadi curigai gw....?" kata Yosi.
" jangan bohong..." selidik Yosi.
" Bener !"salah sambung, gw nga tahu tu nomor..." terang Laura.
kemudia Laura menunjukkan handphonenya,bahwa no handphone yang menghubunginya privat.
" kalian ngaco, tu orang mungkin salah nomor..." kata Laura lagi.
" Nga mungkin salah nomor menurut gw..." kata Sinta.
" Gini ya nomor kamu tu pasti dah ada di kontak si penelpon...ya tinggal tekan dah terhubung..." terang Sinta.
"Sekarang ini sering juga ada gangguan melalui telepon yang dilakukan laki-laki,mending ganti nomor Laura." kata Rey.
"Modos penipuan gaya baru mungkin, dulu sering ada papa minta pulsa. Dan sekarang cowok minta nikah ." ujar Yosi sembari tertawa.
"Mungkin, ntar lagi ada tu. Ayo kita cerai ." kata Rey sambil tertawa juga.
"Dulu sering dapat pesan begitu,tapi bukan telepon langsung." kata Sinta.
Laura dan teman-teman diam dengan pikirannya masing masing.
" Ah......" teriak Laura sambil ngeprak meja.
prak...
Ketika temannya yang sedang berpikir jadi kaget dan terloncat dari tempatnya duduk.
" Laura !"jantung gw mau copot..." pekik Rey sambil mengelus dadanya.
" Laura kamu lagi kesambet ya...?" tanya Yosi.
" Aduh non ! ngagetin aja..." kata Sinta juga .
'Bosan, ayo kita cabut ." kata Laura.
"jam ke dua non mau bolos, dosen killer. Absen banyak nga bisa ikut ujian, kelar hidup lu .." ingatkan Sinta kepada Laura.
" Gw lagi nga mood ini..." ucap Laura.
" Kenapa lagi ada problem...?" tanya Yosi.
" Guys..!" gw mau di jodohin..." rengek Laura.
" WHAT.........!" teriak ketiga temannya berbarengan.
" Hus......jangan kencang-kencang ngomongnya..." ucap Laura.
" Dengan siapa...?" tanya Sinta.
" Rekan bisnis Daddy..." jawab Laura.
" Rekan bisnis daddy mu apa nga dah tua semua...?" kata Yosi.
" Kakanya gw sedih,masakan gw mau di jodohkan sama Datuk Maringgih..." jawab Laura dengan sedih.
" Tapi kan belum tentu rekan bisnis Daddy mu dah tua..." kata Rey.
" Banyak lo, pengusaha muda.Tidak mungkin Daddy mu mau jodohkan anaknya dengan orang yang sudah bau tanah, tidak menunggu waktu saja..." ledek Rey.
" Bener kata Rey, Laura mana tahu tu cowok masih muda ganteng mirip oppa..." ujar Yosi.
" Bodo...gw nga mau di jodohin..." kata Laura dan bangkit dari duduknya dan berjalan pargi dari kantin.
***bersambung***