
silakan mampir ke karya ku yang lain ya friends
👉kubawa pergi cintaku
👉antara dendam dan cinta
cerita ini hanya untuk hiburan semata ya friends,tidak ada hubungannya dengan tempat dan nama seseorang***.
Â
💘💘
Â
Di kediaman Bagus Permana,Laura masih betah berdiam diri di kamarnya.
" Mana Laura...?" tanya daddy Laura,karena biasanya ketika daddynya balik dari kantor .Laura selalu sedang nonton drakor atau baca novel di ruang keluarga.
" Entah kenapa tu mas,pulang-pulang masuk kamar..." kata mommynya.
" Tadi Gerry hubungi mas,dia cerita sepertinya Laura cemburu ," cerita Daddynya Laura.
" Cemburu..!" seru mommynya dengan keras
" Hus...pelan dikit ngomongnya ," bisik Daddynya
" Tandanya udah ada bibit-bibit cinta ya mas.." ucap mommy Laura.
" Mungkin ," sahut daddynya
" Bik Inah ," mommy memanggil bik Inah.
" Iya nyah.. ," sahut bik Inah.
" Panggil Laura biar makan,ngurung diri terus ,"
" Baik nyah...." jawabnya.
Bik inah menuju kamar Laura dan mengetuk pintu kamarnya laura.
tok...tok...tok
" Non....non,dipanggil mommy biar makan malam ," panggil bik Inah.
Laura membuka pintu kamarnya,dan bik Inah kaget melihat penampilan Laura yang rambutnya awut..awutan.
" Ya ampun non,kenapa tu rambut ," bik Inah menunjuk rambut Laura seperti tidak pernah kena sikat .
Laura tidak mengubris pertanyaan bik Inah,dia terus melewati bik Inah menuju ke lantai bawah.
" kenapa non Laura,seperti kesambet ," guman bik Inah dengan heran sendiri.
Laura menuju kemeja makan tanpa melihat kanan kiri ,dia langsung mendudukkan bokongnya kekursi.
" Laura.... !" seru mommynya cukup kaget ,ketika dilihatnya penampilan Laura yang kacau.
" Princess Daddy,kenapa ?" tanya Daddynya menatap Laura dengan seksama.
" Ngak ada pa-pa Dad ," jawab Laura dengan singkat.
" Kenapa ngak disapa tu yang disamping ," tegur Daddynya Laura.
Laura melirik kekursi sebelah,matanya memandang pada orang yang duduk di sebelahnya dengan perasaan kaget dan sedikit malu.
" Aw.....!!" teriak Laura sambil melesat meninggalkan meja makan menuju kamarnya kembali.
Ketiga orang yang berada di meja makan tertawa terkekeh melihat Laura kabur meninggalkan mereka.
" Maaf ya Gerry..," kata Bagus Permana melihat kelakuan Laura tadi.
" Ngak pa-pa,om ," ucap Gerry sambil tersenyum ,melihat tindakan spontan Laura tadi ketika melihatnya.
" Laura gitu Gerry,masih ada sifat kekanakannya ," kata mommy Laura.
" kamu harus sabar,ya.. " ucap daddy Laura.
" Panggil lagi tu Laura ," perintah daddynya.
" Bik,panggil lagi Laura.." mommy menyuruh bik inah manggil Laura kembali.
Bik Inah kembali memanggil anak majikannya tersebut.
" Non Laura ," panggil bik inah.
" Nah kan sudah cakep ," puji bik inah
" Bibik kenapa ngak bilang kalau ada tamu tadi ," protes Laura pada bik inah.
" Tadi waktu bibik manggil non,tamunya belum ada non ," kata bik inah.
Laura kembali ke ruang makan dengan malas-malasan,karena masih ada perasaan malu dan jengkel pada daddy dan mommynya karena tidak memberitahukan kedatangan Gerry.
"Untung kak Leo belum balik dari Korea,coba tadi ada dah habis gw diledeknya," guman Laura.
" Nah dah cantik kan ," puji Daddynya.
Laura mengambil posisi duduk di seberang Gerry,dia tidak mau duduk disebelah Gerry seperti awalnya tadi.
" Laura,sana duduk disebelah Gerry..," perintah mommynya.
" Mommy aja sana..," tolak Laura.
" Anak ini,ayo jangan ngambekan terus ," pujuk mommy lagi
" Ayo pindah duduknya ," sekarang Daddynya yang menyuruh Laura pindah duduk.
Setelah disuruh Daddynya ,baru Laura pindah duduknya. Walaupun dengan berat hati.
" Ayo...Laura layani Gerry ," perintah mommynya untuk melayani Gerry.
Laura menuruti perintah mommynya dengan ngedumel dalam hatinya.
" Makasih..," ucap Gerry pada Laura.
" Ya ," jawab singkat Laura.
" Makan yang banyak Gerry,jangan malu-malu ," kata daddy Laura.
" Ya,om ," sahut Gerry.
Gerry memandang Laura yang duduk disisinya,dan dilihatnya Laura hanya mengaduk,aduk makanannya saja.
Setelah selesai makan Gerry minta izin pada daddy Laura, untuk berbicara secara pribadi dengan Laura.
" Silakan,selesaikan masalah kalian jangan sampai berlarut-larut ," kata Daddy Laura.
Laura menuruti perintah daddynya,dan dia membawa Gerry ketaman belakang.
Laura mendudukan bokongnya disalah satu kursi dipinggir kolam,Gerry menggeser kursi agar bisa berdekatan dengan Laura.
" Jauhan dikit ngapa,mirip naik angkot ," ujar Laura pada Gerry.
" Emang Laura pernah naik angkot..?" goda Gerry.
" He..e..e pernah,ya .." jawab Laura dengan sewot karena masih ingat ke jadian dimall tadi.
" Laura,mas mau bilang bahwa Maya itu bukan apa-apa mas ," terangkan Gerry.
"Apa urusannya dengan Laura ,"
" Laura,saya tidak akan merusak kepercayaan Daddy kamu " ucap Gerry dengan serius.
" Saya sudah menceritakan semua tentang kejadian di mall tadi,kepada Daddy kamu " Gerry menjelaskan kembali.
" Jadi Daddy dah tahu !" seru Laura
" Ya,saya ngak mau ada salah paham antara kita ," kata Gerry.
" Kalau ngak da apa-apa,kenapa tu cewek genit banget sama mas " kata Laura sedikit jutek.
" Dia emang seperti itu,kalau kamu belum yakin besok kita ketemu Radit " kata Gerry untuk menyakinkan Laura.
" Pastilah mas Radit sudah sepakat dengan mas Gerry.." tuduh Laura.
" Besok saya jemput,kita ketemu Radit.jam berapa pulang kuliah ?" tanya Gerry.
"Jam 11 " jawab Laura singkat.
"Besok akan mas jemput kekampus." kata Gerry.
Â
***bersambung dolo***
Â