Is This Love

Is This Love
epi 47. Cobaan



Masih stay at Home.


Happy reading ya teman-teman..


"Laura bangun sayang"mommynya terus berusaha membangunkannya.


"Hmh..mommy Kenapa bangunkan Laura,inikan hari libur." Laura terbangun dengan bermalas-malaskan dan mengeliatkan tubuhnya.


Semua orang yang mengelilingi ranjangnya bingung dengan kalimat yang keluar dari mulutnya.


"Laura,mana yang sakit sayang?" tanya Daddynya.


"Badan Laura sakit,seperti habis lari sekeliling lapangan." beritahukannya.


"Mom,mana kaca mata Laura?" Laura menanyakan kacamatanya.


Orang-orang yang berada diruangan tersebut saling pandang,dengan ekspresi saling tanya.


"Laura lihat mommy?" tanya mommynya dengan terkejutnya.


"Lihat mom,cuma kabur gitu." Laura mengerjab-ngerjabkan matanya.


"Laura!"bisa melihat lagi." mommynya berteriak gembira dan memeluk Laura.


"Benar dek,bisa lihat kakak." Leo juga meluapkan kegembiraannya.


"Daddy lihat ngak?" tanya Daddynya.


"Ihh..!"apaan sih,Laura lihat semua.Laura ngak buta..." beritahukan Laura dengan jengkelnya.


"Kenapa banyak orang dikamar Laura,apa Laura hari ini ulang tahun.Kalian mau buat surprise ya." cengir Laura.


Orang-orang saling pandang,dan pikirannya masing-masing penuh dengan tanda tanya.Apa yang terjadi dengan Laura.


"Kenapa muka kalian kabur semua,mommy mana kacamatanya Laura.muka kalian semua rata seperti muka setan." ucap Laura dengan merengek mencari kacamatanya.


"Dek lihat kakak ?" tanya Leo.


"lihat kak cuma kabur." kata Laura.


"Mas lihat ngak?" Gerry membuka suaranya,sedari tadi dia terdiam ketika melihat Laura bisa melihat kembali.


Mendengar suara Gerry,Laura berteriak dengan kagetnya.


"Mas Gerry,kenapa disini?"mas kan masih sakit." Laura bertanya tentang kondisinya Gerry.


"Ayo mas kembali kerumah sakit." Laura menyuruh Gerry kembali kerumah sakit.


"Mas panggil dokter?" ujar mommynya dengan khawatir.


"Laura,elu kenapa?" Sinta bertanya,dia juga heran dengan kelakuannya.


"Muka elu rata." beritahukan Laura kepada Sinta sembari tertawa lucu.


Tiba-tiba Laura terdiam,dengan pandangan matanya yang buram.Laura mengitari ruangan dimana dia berada.


"Ini dimana,ini bukan kamar Laura?"


"Ini rumah Sakit." beritahukan mommynya dengan penuh rasa khawatir.


"Rumah sakit,tapi Laura ngak sakit." kata Laura sambil memegang kepalanya yang sakit tiba-tiba.


"Akhh...!" teriakan Laura sembari memegang kepalanya.


"Mommy!" sakit kepala Laura." Laura memengangi kepalanya.


"Ntar dokter datang sayang." ujar mommynya sembari memeluknya.


"Laura..!" panggil Gerry.


"Sakit mas." beritahukannya pada Gerry.


Dokter datang bersama Leo dan seorang suster dibelakangnya,kemudian dokter itu memeriksanya.


"Berapa ini.?"dokter mengajukkan dua jarinya untuk disebut Laura.


"Berbayang dokter,dua atau tiga itu." balik tanya Laura.


"Dulu apa pakai kacamata..?" tanya dokter kepada Laura.


"Sampai sekarang saya pakai kacamata." jawab Laura.


"Tidak dokter,sudah lebih dari 2 tahun Laura tidak menggunakan kacamata." Daddynya menjawab pertanyaan dokter tersebut.


"Daddy,Laura pakai kacamata terus." kata Laura.


"Laura lupa,Laura pernah operasi lasik." beritahukan Daddynya.


"Kalau pernah lasik,kenapa pandangan Laura rabun?" tanya Laura.dan Daddynya terdiam.


"Ini tahun berapa?" dokter itu bertanya pada Laura.


"Ihh..!" dokter lupa ya, ini tahun berapa?" gurau Laura.


"Ya,makanya dokter tanya Laura?" kata dokter tersebut sambil tersenyum.


"Tahun 2018." jawab Laura.


Mendengar jawaban Laura,betapa kagetnya orang-orang yang berada diruangan tersebut.


"Laura,kenal dengan mas?" tanya Gerry,karena dia takut Laura melupakannya keberadaannya.


"Apaan sih mas,ya kenalah.Tapi Laura heran cepat kali mas sembuhnya.Kemarin gitu babak belur." Laura mengungkapkan keheranannya.


Dokter membawa Daddynya menjauhinya dan Leo mengikuti Daddynya,dan berbicara cukup serius dengan dokter.


"Mommy,kacamata Laura.Pusing kepala Laura melihat buram begini."


"Ya sayang,nanti kita beli lagi." jawab mommynya.


Mommynya merasa senang juga sedih bercampur aduk.Dia merasakan senang karena penglihatan Laura sudah pulih walaupun buram,tetapi dia sedih sepertinya Laura melupakan beberapa hal kehidupannya.


Dalam percakapannya dengan dokter,Daddynya bertanya tentang kondisinya Laura.


"Apa yang terjadi dengan putri saya dokter?" tanya Daddynya.


"Sepertinyanya putri anda mengalami amnesia." beritahukan dokter.


'Apa..!" Leo kaget mendengarkan perkataan dokter.


"Ya,amnesia.setelah saya amati,tidak semua dilupakannya." jelaskan dokter itu.


"Ingatan yang dilupakannya secara acak,apakah dia ada mengalaminya kejadian yang menyedihkan,?"


Daddynya menceritakankan tentang permasalahan dengan tunangannya, kecelakaan yang dialaminya. Kebutaan yang menimpa Laura.Dan terakhir bully yang diterimanya sehingga masuk kerumah sakit."


"Sepertinya yang dilupakannya,hal yang menyakitkan hatinya.ini hanya bersifat sementara." terangkan dokter itu.


"Bisakah ingatannya kembali?" Leo bertanya.


"Bisa,tapi tidak bisa dipaksakan." terangkan dokter tersebut.


 


Bersambung


 


Hai silakan tekan bintang ya,makasih.


Happy reading ya guys**.