Is This Love

Is This Love
epi 43 Gerry bucin



**kalau sudah cinta,kita tidak perduli tentang keadaan pasangan kita.


Happy reading**.


Setelah pertemuan dipameran,Gerry bertekad menaklukkan hati Laura yang sudah membeku(emang es😀).


Hari ini Gerry berencana menemui Laura lagi,setelah mendapatkan restu dari daddynya Laura.


Sedang asyik senyum-senyum sendiri,tiba-tiba pintu ruangan kerjanya terbuka.Muncul seraut wajah yang penuh rasa heran melihat Gerry tersenyum sendiri.


"He bro,gw rasa elu perlu ke psikiater.Mungkin ada urat-urat saraf diotak lu tu korslet." Radit meledek Gerry yang ditemuinya sedang senyum-senyum sendiri diruangannya.


"Buset elu..!" seru Gerry sembari melemparkan pulpen yang dipegangnya tadi ke Radit,dengan cepat Radit mengelak dari lemparan pulpen Gerry.


"He..bro,jangan main lempar aja.Muka ini masih dipakai!" seru Radit.


"Ngapain elu keruangan gw,ganggu lamunan gw aja." gerutu Gerry.


"Cukup bucin elu." ledek Radit.


"Siapa bucin."


"Nanti sambung lagi hayalan mesum elu,sekarang ni fokus urusan proyek kita dengan bapak Lauren." beritahukan Radit.


Mendengar nama bapak Lauren,Gerry kembali fokus dalam perkerjaannya.


 


\*


 


"Laura,bagaimana mas Gerry?" tanya Sinta.


"Bagaimana apanya?" Laura tak faham pertanyaan Sinta.


"Katanya dia mau nikahin elu." Yosi berkata.


"Itukan keinginan dia,gw mah ogah.Dulu dia main putus aja." beritahu Laura.


"Dia beritahukan alasannya dulu berbuat begitu." kata Rey.


"Alasan gw nolak dia,gw ngak mau dikasihani.Biar dia cari yang sesuai dengannya." Laura berkata.


"Bagaimana kondisi mata elu sekarang?" Sinta bertanya.


"Ntah kenapa beberapa hari ini,gw seperti melihat kilatan cahaya." cerita Laura kepada temannya.


"Apa mata elu mau sembuh?" ujar Sinta.


"Jangan bilang siapa-siapa ya dulu,gw ngak mau mengecewakan orang tua gw." beritahukan Laura.


"Bagaimana kalau kontrol lagi."usul Rey .


"Ya Laura,nanti kita temani." Yosi berbicara.


"Besok temani gw ya,tapi jangan sampai tahu mommy dan daddy." kata Laura lagi.


 


\*


 


Setelah selesai cek up kedokter,Laura dan teman-teman mampir keresto favorit mereka.


"Gw enggak ngerti apa yang dibicarakan dokter tentang kondisimu Laura." Yosi membuka percakapan dengan membahas apa yang dikatakan dokter tersebut.


"Itulah kenapa gw malas untuk periksa,bosen gw disuruh makan obat terus." ucap Laura.


"Bagaimana kalau,cangkok mata." saran Rey.


"Ogah,gw ngak akan mau ganti mata gw ke mata orang lain." ucap Laura dengan pasti.


"Bagaimana kalau lakukan terapi,gw ada baca artikel .Ada terapi dapat dilakukan akibatkan kebutaan karena kecelakaan." kata Sinta.


"Dimana terapinya?" tanya Yosi.


"Itu gw ngak jelas,di artikel tersebut tidak disebutkan tempatnya." jawab Sinta.


"Malas gw coba ini,coba itu." kata Laura kepada teman-temannya.


"Idih...!" hari gini masih percaya begitu,ntar gw disuruh minum ramuan dah gitu disemprot muka gw ama tu ramuan." ucap Laura.


"Gw salut ama elu,dah kena musibah begini tapi elu masih tetap semangat." puji Yosi.


"Kalau ngak tetap semangat,gw harus ngapain.Meraung-meraung meratapi nasib,atau gw bunuh diri ." kata Laura.


"Banyak yang mengalami seperti elu begini,mereka menyalahkan tuhan.Bilang tuhan ngak sayanglah,tuhan pilih kasih.Malah ada berpikiran pendek melakukan bunuh diri." cerita Sinta.


"Kalau gw sampai melakukan begitu,bagaimana perasaan mommy,daddy dan kak Leo.Kecelakaan ini saja mommy gw menyalahkan dirinya." beritahukan Laura.


Laura menerima semua yang menimpa dirinya,karena dia merasa bahwa ini ujian kehidupan yang diberikan tuhan kepadanya.


Ketika sedang asyik berbincang dengan teman-temannya,muncul sosok yang ingin dihindarinya.


"Hei cintanya mas disini." sapa Gerry ditelinganya,membuat Laura menjadi kaget karena menerima bisikan ditelingannya.


"Hih..!"apaan sih." Laura kaget.


Teman-temannya melihat kedatangan Gerry tersenyum,apa lagi Rey.Karena Gerry mengetahui Laura di sini berkat informasi dari Rey.


"Kalau Laura tahu,gw yang memberitahukan Laura berada disini.Habis gw ditonjok Laura pakai tongkatnya." batin Rey.


"Ayo cinta mas,kita mau fitting baju pengantin." kata Gerry dan meraih tangan Laura untuk bangkit.


Mendengar perkataan Gerry,Laura cukup kaget.


"Siapa mau married denganmu...!" seru Laura dan berusaha melepaskan pegangan tangan Gerry.


" Laura permana,masakan mas mau nikah dengan Leo.Pisang vs pisang ngak enak.." gurau Gerry,membuat muka Laura bersemu merah.Dan wajah teman-temannya juga menahan tawa,mereka takut Laura semakin marah.Sehingga mereka ngak mengeluarkan tawanya.


"Ayo sayang.." Gerry membujuk Laura,tapi Laura tetap bertahan dengan tetap duduk dibangkunya.


Tiba-tiba Gerry mengangkat Laura seperti mengangkat karung beras,membuat Laura kaget begitu juga temannya dan orang yang berada direstro tersebut.


"Mas Gerry turunkan Laura !" teriak Laura dengan keras sembari meronta-ronta.


"Semangat mas Gerry!" teriak Rey ketika dilihatnya Gerry memanggul Laura seperti Karung beras.Begitu juga dengan Sinta dan Yosi memberikan semangat untuk Gerry.


"Kalian penghianat !" teriak Laura kepada teman-temannya.


"Maaf Laura." ucap kawanya berbarengan.


"Turunkan otak mesum !" Laura tetap meronta-ronta.


plok...plok..


"mas jahat." Laura kaget ketika Gerry memukul bokongnya.


"Makanya jangan meronta,ini masih bokong mas tepok,nanti bibir Laura mas tepok pakai bibir mas mau." ancam Gerry,sembari memanggul Laura menuju mobilnya.Gerry tak merasa malu melihat banyak pasang mata memandanginya.


"Aw...."pekik Laura tiba-tiba,karena matanya seperti melihatnya cahaya selintas.


"Ada apa?" tanya Gerry mendengar pekikan Laura.


"Turunkan Laura,pusing kepala Laura dipanggul begini." kata Laura.


"Sebentar lagi,mobil dah dekat tu." Gerry tetap memanggul Laura.


"Cahaya apa tu tadi ya,walaupun selintas cahaya itu kurasakan." batinnya.


Setelah sampai dimobilnya,Gerry mendudukkan Laura dibangku depan mobil.Dan kemudian Gerry masuk kekursi pengemudi,kemudian dia memasangkan seat belt Laura.


cup


cup


Ketika selesai memasangkan seat belt,tiba-tiba Gerry memberikan kecupan dibibir Laura sekilas.Membuat Laura kembali meradang.


"Dasar mesum,ambil kesempatan ya." amuk Laura.


Gerry tak menanggapinya,dia hanya mengeluarkan cengirannya dan melajukan mobilnya dengan pelan.


**Bersambung


Jempol untuk ngelike ya..


terimakasih yang sudah mampir dan ngelike..


Happy reading**..