Is This Love

Is This Love
epi 40 Maafkan



**Jangan terlalu cepat mengambil keputusan,ambillah keputusan dengan kepala dingin,karena mungkin saja keputusan itu akan menimbulkan sebab dan akibat.


Happy reading guys.


Gerry masih berdiri seperti patung,kakinya seperti tertanam kebumi tidak bisa digerakkan.


Radit yang melihat kejadian tersebut juga cukup shock melihatnya,dia langkahkan kakinya mendekatinya,lalu ditepuknya pundak Gerry membuat Gerry tersadar**.


Gerry melangkahkan kakinya yang tinggal selangkah lagi mendekati Laura,ketika Gerry ingin berbicara Leo menghentikannya untuk mengeluarkan suara.


"La...." sebelum selesai Gerry menyebutkan namanya Leo memberikan tanda agar Gerry tak bersuara.


"Ada siapa kak?" tanya Laura.


"Ngak ada,cuma anak kecil yang menghalangi jalan Laura tadi." beritahukan Leo.


Gerry dan Radit memandang Leo penasaran dan penuh tanda tanya.


"Kak,banyak yang datang?" tanya Laura, tentang situasi didalam ruangan pameran.


"Banyak princess." jawab Leo.


"Kak,lukisan yang Laura pandangan tadi bagus?"


"Bagus,Laura sangat cantik dilukiskan itu." kata Leo lagi.


"Hih..! kakak bohong,dilukisan itu Laura dilukiskan dari belakang." kata Laura.


"He..he..,sorry dek." ucap Leo sambil tertawa.


Melihat Laura berdiri didepannya,tak terasa netra Gerry sudah memerah dan berair.Dia tak menyangka gadis yang sudah menghuni relung hatinya,baru diketahuinya berada dalam dunia yang gelap dan tidak bisa melihatnya, yang berdiri didepannya.


"Apa yang terjadi Laura." batin Gerry menangis,dia tak menyangka gadisnya mengalami ini semua.


"Dad dan mommy belum datang kak?" Laura menanyakan keberadaan orangtuanya.


"Sebentar lagi." jawab Leo.


"Teman Laura kemana nih,belum datang juga?" Laura juga menanyakan temannya,Rey,Sinta dan Yosi.


"Mungkin ntar lagi,semalam mereka larut baru pulang." ujar Leo.


"Ayo kita tunggu mereka didalam ruangan." ucap Leo.


"Ya kak,Laura juga haus mau minum."


Leo mengandeng Laura,dan Leo mengajak Gerry dan Radit mengikutinya.


Gerry dalam diamnya terus memandang Laura yang duduk didepannya,dan dibenaknya seribu macam pertanyaan ingin diketahuinya.


"ni minumannya." Leo memberikan botol minuman mineral ke Laura,setelah selesai meminumnya Leo meletakkan botol tersebut diatas nakas disebelahnya.


"Laura lapar?" tanya Leo lagi.


"Laper kak ." beritahukan Laura.


"Tunggu sebentar ya ." kemudian Leo meninggalkan Laura,Laura mengira dia tinggal sendiri diruangan tersebut.


"Aduh haus banget." gumannya sendiri,kemudian tangannya ingin meraih botol minuman itu.Tapi dia tak tahu letak pasti botol itu,sehingga dia meraba-raba keberadaan botol minum tersebut.


"Idih..dimana sih kak Leo letakkan." ucapnya.


Dua orang yang terus memandang Laura merasakan kesedihan yang mendalam,dan melihatnya kesulitan meraih botol minuman tersebut.sepasang tangan meraih botol tersebut dan memberikannya ke tangan Laura.


"Terimakasih,saya kira sendiri disini." ucap Laura dan langsung meminumnya.


"Maaf anda siapa ?" tanya Laura.


"Kenapa diam saja,malas ya berbicara dengan orang seperti saya." kata Laura.


Mendengar perkataan Laura,perasaan Gerry seperti terhantam batu besar.


"Maaf Laura."batin Gerry yang semakin meronta-meronta,ingin rasanya Gerry memeluk Laura dengan erat dan membisikkan bahwa dia tidak akan meninggalkan Laura lagi.


Radit hanya dapat menepuk pundak Gerry,dia tahu bahwa hati Gerry saat ini sedang hancur berkeping-keping melihat keadaan Laura.


Kemudian Leo datang dengan membawakan makanan,dan memberikannya pada Laura dan Juga pada Gerry dan Radit.


"Kak Leo,Laura ngak sendiri ya di sini?"


"Ngak dek,ada pengawal yang ditugasin daddy untuk menjaga adek." beritahukan Leo.


"Untuk apa pengawal,seperti orang penting aja." ujar Laura.


"Laura orang penting,bagi daddy,mommy dan kak Leo." ucap Leo


"Bagiku, Laura adalah orang terpenting." batin Gerry.


**Bersambung dolo guys


mampir..mampir yok.pijit likenya ya trims ya**