Is This Love

Is This Love
epi 10 Bertemu mas toilet



***apa kabar friends....


sehat semua....mari kita batasi diri dengan berdiam diri di rumah..


biar nga bosen di rumah ayo friends baca novel online...😘


*******


 " Sini princess Daddy..." panggil daddynya untuk Laura mendekat.


Laura berjalan mendekat ke Daddynya dan Laura masih menundukkan kepala.


" Kenalkan Gerry,ini putri saya Laura...." kata Daddynya kepada orang di depannya.


" Gerry Wardhana..." Gerry mengulurkan tangannya kepada Laura.


Tetapi Laura belum mau menyambut uluran tangan dari Gerry.


" Ayo sayank kok nunduk aja,angkat kepalanya..."kata mommynya.


"Ada duit jatuh dek ." goda Leo.


"Awas kak Leo..!" batin Laura,ngedumel pada Leo.


Laura mengulurkan tangannya dan mengangkat kepalanya untuk menatap yang punya tangan.


Ketika melihat orang yang berdiri di depannya,Laura dengan spontan berucap.


" Mas toilet..." ujarnya dengan spontan.


Orang yang disebutnya dengan mas toilet hanya tersenyum.


" Laura ,kok mas toilet..." tegur Daddynya


" Ya ini kan mas toilet.." perjelas Laura.


" Ada apa sebenarnya ini...?" tanya mommy dengan penasaran.


" Begini om,kami pernah ketemu di depan toilet insiden gitu..." terang Gerry.


" Jadi kalian sudah kenal...?" tanya kak Leo.


" Belum sih,hanya ketemu saja.." kata Gerry.


" Belum sempat kenalan Dad,waktu itu Laura dengan teman-teman..." terangkan Laura.


" Oh..begitu...." kata Daddynya.


" Ini Gerry...." katanya daddynya pada Laura.


" Salam kenal mas..." ujar Laura.


" Dan ini Radit teman saya,merangkap asisten.." Gerry mengenalkan Radit pada Laura juga.


" Ayo kita makan dulu sekalian ngobrol..." ajak mommynya.


" Ayo Gerry,Radit..." ajak Daddy Laura kepada tamunya.


" Ya om..." jawab Gerry dan Radit berbarengan.


" Dek gantengkan..." goda kak Leo dengan menyikut lengan Laura.


" He kakak diam..." bisik Laura.


" Hie malu, lihat tu muka mirip udang goreng..." goda kak Leo terus.


" Kak Leo...." pekik Laura dengan spontan.


" Aduh kalian dua ini ya,ribut terus....." ucap mommynya dengan melototkan matanya menatap kedua anaknya.


" Kakak ini mom..." gerutu Laura.


" Leo kamu ini ganggu adek mu terus sih...!" tegur Daddynya.


" Maaf ya.dua anak ini ribut terus..." kata Daddynya..


" Nga pa-pa om,seru rasanya punya adek bisa diganggu.Ngak seperti kami om sendiri dirumah..." kata Radit.


" Radit anak tunggal juga...?" tanya Daddy pada Radit.


" Ya...om..." jawab Radit.


" Kalau elu mau ,ambil tu adek gw..." kata kak Leo lagi, untuk ngoda Laura.


" Kakak ini ya,enak aja main nyerahkan adek imutnya ini..." kata Laura sembari mencubit perut kakak.


" Ampun dek ,jangan galak-galak entar takut Gerry ama elu..." kata Leo yang berusaha mengelak dari cubitan Laura.


Mendengar nama Gerry di sebut Laura menghentikan cubitannya dan kembali menjadi kalem.


Gerry melihat keakraban Leo dan Laura jadi tersenyum.


" Ayo Gerry tambah makannya.." kata mommy Laura.


" Ya...tante..." jawab Gerry.


" Kamu juga radit tambah ,ini enak lo sate godok..." tawarkan mommy Laura menunjuk ke arah sate.


" Dah kenyang tan..." kata Radit.


" Ini cuci mulut ,ada puding dan ada buah.." tawar mommynya.


" Ini buah melon enak lo,melon tsunami namanya..." mulai lagi Leo ingin menggoda Laura lagi.


" Kakak..." teriak Laura untuk menghentikan ucapan Leo.


" Melon tsunami..." ucap Radit dengan penasaran.


Mommy dan daddy Laura tersenyum,melihat Leo mulai menggoda Laura lagi.


" Hanya di keluarga ini ada namanya melon tsunami,lihat ini cantikkan potongan melonnya seperti korban gempa.." kata kak Leo sambil memegang sepiring melon.


Gerry dan Radit memperhatikan sepiring melon yang tidak berbentuk.


" Kenapa ni melon..?" tanya Radit.


" Korban dari tangan cantik adek gw..." kata Leo sembari tertawa.


Laura melihat ke arah Leo dengan muka yang mesem.


"Awas lu kak Leo,akan gw balas suatu waktu," batin Laura.


Gerry dan Radit tersenyum melihat bentuk dari potongan buah melon tersebut.


" Laura dah bilang tadi kan, Laura ngak bisa.Tapi ini buah masih bisa dimakan kok..."


" Sudah Leo, kamu ini ngak capek ganggu Laura terus.." kata Daddynya melerai Laura dan Leo.


 


  bersambung dolo