Is This Love

Is This Love
Epi 64. Tahluk



**Setelah mencari inspirasi untuk menulis cerita yang lain,sekarang menerus cerita Laura dan Gerry.


Happy reading guys**


Ting...tong....ting...


Gerry membuka pintu apartemennya,dan pria yang sudah ditunggunya sedari tadi datang dengan muka tidak bersalah.


"Lama sekali..!" semprot Gerry ketika melihat muka Radit tidak ada rasa bersalahnya karena baru datang ke apartemen Gerry.


"Sorry bro!" jawab Radit.


"Kenapa loe suruh gw datang,tidak bisa bicara ditelpon saja?"


"Jeny menemui gw tadi." kata Gerry.


"WHAT...!?mau apa dia?" terkejut Radit mendengar nama disebutkan Gerry.


"Minta tolong,katanya dia mau pisah dengan Rony." cerita Gerry seperti yang dikatakan Jeny tadi.


"Bisa juga mereka pisah." Radit ngekeh mendengarnya.


"Tidak tahu,apa benar itu semua."


"Terus apa hubungannya dengan loe?"


"Dia minta tolong,katanya anaknya ditahan Rony."


"Loe percaya?" tanya Radit.


"Makanya,loe bantu selidikin." kata Gerry pada Radit.


"Beres bro,gampang itu."


"Ngomong-ngomong,mana Laura?" tanya Radit karena tidak melihat keberadaan Laura.


"Sudah tidur,kecapekan." kata Gerry.


"Gila loe bro..!" Laura masih sakit gitu sudah loe embat saja."


Gerry melemparkan bantalan yang dipegangnya.


"Mesum saja otak loe,kami tadi beli furniture untuk mengisi rumah baru." kata Gerry.


"Oh..gw kira loe embat bini loe berjilid-jidid." kekeh Radit.


"Loe kira Laura buku."


"Sudah balik sana,cepat selidikin." perintah Gerry.


"Oke bro." Radit beranjak meninggalkan apartemen Gerry.


Gerry masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat,dia juga merasakan kelelahan fisik dan non fisik.


Gerry membaringkan dirinya disebelah Laura yang sudah tertidur dengan pulasnya.


Gerry membuat tangannya menjadi bantal,karena dia belum dapat memejamkan matanya.


"Aduh...!" pekik Gerry tiba-tiba,karena tendangan kaki Laura menerpa area sensitivenya.


"Laura,apa yang kau lakukan sayang." ringis Gerry,dan dilihatnya Laura masih tidur tanpa mengetahui bahwa dia telah menendang Gerry.


"Besok harus pakai helm ini,biar aset penerus gw selamat." gumannya.


"Cantik-cantik tidurnya lasak." Gerry mendaratkan kecupan dikening Laura.


 


\


 


"Bro,gw berhasil menemukan Rony.Dan gw berbicara juga dengannya,loe pasti tidak akan percaya!" cerita Radit.


"Ada apa..?" Gerry penasaran dengan informasi yang ditemukan Radit.


"Menurut cerita Rony,Jeny ketahuan selingkuh.Dan Rony telah mengusirnya."


"Tidak berubah juga dia,untung loe tidak sempat pacaran dengannya.kalau tidak tadi loe yang jadi korbannya." kekeh Radit.


"Beruntung loe,dulu ditikung Rony.Tidak dapat sampah." sambung Radit.


Gerry menunjukkan muka yang masam kepada Radit.


 


\\


 


Laura dan kedua temannya,Sinta dan Yosi hari ini sedang berada dirumah baru Laura.


"Laura,luas sekali rumahnya." Sinta mengitari sekeliling rumah Laura.


"Mas Gerry beli rumah seluas ini,kalau gw suka yang kecil.Tidak capek membersihkannya." kata Laura.


Laura sibuk mengatur furniture yang baru saja sampai dikirim.


"Akhirnya selesai juga..." Laura mendudukan dirinya disofa yang baru saja disusunnya tadi.


perbuatan Laura diikuti oleh kedua temannya.


"Mengatur begini saja menguras energi." Yosi mengelap wajahnya dari peluh.


"Ya,habis tenaga.." sahut Sinta lagi.


"Hallo semua ladies-ladies." suara Rey mengagetkan mereka.


"Rey,lama kali kau datang.Setelah selesai baru muncul ." ujar Laura.


"Sorry,tadi ada pekerjaan tidak bisa ditinggalkan.Maklum gw bukan pengangguran seperti kalian." ledek Rey,membuat ketika temannya mengejar Rey dan memberikan pukulan ke badannya dengan gemasnya.


"Ehemm..." suara deheman menghentikan pukulan terhadap Rey.


"Mas Gerry.." Laura kaget ketika melihat Gerry dan Radit sudah berada diruang keluarga.


"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Radit,ketika dilihatnya Laura,Yosi dan Sinta memukul Rey.


"Mas Radit tolong...!" Rey berlari bersembunyi dibelakang Radit.


"Tahu aja mas Gerry kami lapar." Sinta membuka bungkusan yang dibawa Gerry.


"Leganya tenggorokan.." Yosi meminum minuman dingin tersebut.


"Sudah selesai?" tanya Gerry kepada Laura.


"Sudah mas,tapi mas lihat lagi.Mana tahu ada yang tidak sesuai tempatnya." kata Laura.


Gerry berjalan menuju ruangan yang bersebelahan dengan ruang tidur.Gerry membuka bungkusan dan menyangkutkannya ke dinding.


"Lukisan ini..?" Laura melihat lukisan dirinya dari belakang sedang menatap laut.


"Laura tahu lukisan ini?" tanya Gerry,dan tangannya memeluk pundak Laura.


"Laura ingin sekali melihat lukisan ini,Laura kira lukisan ini sudah pergi jauh."


"Mas membeli.." kata Gerry.


"Terimakasih mas,sehingga Laura bisa melihatnya.sebenarnya Laura ingin memilikinya,tetapi sudah keduluan dibeli .Tidak tahunya mas Gerry yang memilikinya."


"Nanti kita temui pelukisnya,waktu pameran tersebut mas tidak melihat pelukisnya." kata Gerry.


"Ya mas,setelah Laura bisa melihat.Laura belum pernah ke Yayasan lagi." beritahu Laura kepada Gerry.


 


\\\*


 


Hari ini rumah baru Gerry dan Laura,dipenuhi suara tawa dan canda.


"Laura,rumah kalian besar.Kalian harus punya banyak anak biar ramai." goda Leo kepada adeknya tersebut.


"Hih....!" kak Leo saja yang banyak anak,jangan suruh Laura." balas Laura,dan Leo hanya mesem saja dan gadis yang datang bersamanya hanya dapat tersenyum malu.


"Kak Maureen,jangan mau dengan kak Leo.Kak Leo orangnya pelit."kata Laura kepada gadis bernama Maureen.


"Awas ya dek,kakak bilang Gerry adek tidurnya lasak." ancam Leo.


Gerry yang tidak jauh dari Leo dan Laura berada,tersenyum mendengar percakapan dua kakak adik tersebut.Dia menjadi mengingat kembali apa yang telah menimpa area sensitive.


"Kalian tidak henti-henti ribut terus." lerai mommynya.


"Biasa,mereka sudah lama tidak bertemu." ucap mamanya Gerry,yang khusus terbang dari Jerman.


"Ma,papa kenapa tidak ikut?"Laura menanyakan tentang papa mertuanya yang tidak dapat hadir.


"Tiba-tiba papa kedatangan client,tapi papa bilang nanti jika ada kabar gembira dari kalian.Papa akan terbang langsung walaupun ada client penting yang datang.


Muka Laura langsung merona tapi tidak dengan Gerry.


"Ya ma,dua bulan lagi akan ada kabar gembira." beritahu Gerry dengan gembiranya.


"Mas Gerry..!" cubitan mendarat dilengan Gerry yang dilakukan Laura.


"Janji ya,Daddy sudah tidak sabar menunggu suara tangisan anak bayi."


Semua orang tertawa senang,sedangkan Laura hanya menundukkan kepalanya.


Setelah pesta berakhir,sekarang dirumah yang besar ini.Hanya ada Gerry dan Laura.


"Besok mommy katanya mau mengirimkan asisten rumah tangga mas.Bagaimana kita terima atau tidak mas?" tanya Laura pada Gerry.


"Terima saja,kalau mas pergi kerja.Laura ada teman dirumah."


"Ya mas,terus Laura bisa belajar masak juga."


"Senangnya,isteri mas ini mau belajar masak."


"Laura mandi dulu ya." Laura mengambil baju tidurnya dan masuk kekamar mandi.


Dengan bergurau Gerry berkata.


"Mandi yang wangi ya."


Dengan cepat Laura masuk kedalam kamar mandi,dia pura-pura tidak mendengar perkataannya barusan.


"Gawat,mas Gerry tahu bahwa aku sudah bersih.Dia pasti nagih,apa lagi yang harus kulakukan." Laura gugup menghadapinya.


"Apa aku pura-pura pingsan,ah..mas Gerry pasti tahu aku pura-pura pingsan."


Setelah selesai mandi,Laura membuka pintu kamar sedikit.Dan diamatinya Gerry tidak berada dalam kamar,dengan cepat Laura berlari naik keranjang.Dan Laura melakukan dramanya pura-pura tidur.


"Moga aku selamat malam ini." gumannya.


Setelah selesai mandi dikamar mandi ruangan kerjanya,Gerry kembali masuk kedalam kamarnya.Dilihatnya Laura sudah tidur.


"Mau drama apa lagi Laura,mas tidak akan tertipu." seringai muncul dibibir Gerry.


Gerry naik keranjang dan diamatinya Laura dengan insten,sedangkan Laura yang merasa sedang diamati merasa gugup.Jantungnya berpacu dengan kencang.


"Ayo mas Gerry tidur,jangan lihatin Laura terus." suara hati Laura yang cemas.


Gerry tersenyum dalam hatinya,melihat Laura pura-pura tidur.


Gerry mendekatkan bibirnya ketelinga Laura dan berbisik.


"Teruslah berdrama,mas tetap tagih." selesai berbisik Gerry memberikan kecupan dileher Laura,Gerry memberikan kecupan dileher Laura cukup lama sehingga meninggalkan jejak merah.Sedangkan Laura terus berpura-pura tidur.


Tangan dan bibir Gerry terus bergerilya,disekujur tubuh Laura yang masih tetap pura-pura tidur.tangan Gerry mengelus bibir Laura,kemudian dia juga menempelkan bibirnya kebibir Laura.Gerry membuka bibir Laura dengan lidahnya sehingga dia dapat mengexplorer rongga mulut Laura.


"Sampai kapan kau menahannya sayang." batin Gerry.


Laura tidak dapat lagi menahan serangan yang dilakukan Gerry,sehingga dia mulai menyambut permainan Gerry walaupun dengan kaku.


Gerry senang usahanya untuk menggoda Laura dengan tangan dan bibirnya yang trampil,akhirnya disambut oleh Laura.


Gerry semakin semangat dan gerakannya semakin liar diatas tubuh Laura,sedangkan Laura awalnya cukup kaku.Setelah diajarin oleh Gerry,Laura dapat mengimbangi permainan Gerry yang panas.(Sehingga terjadi hubungan yang disensor oleh author.readers banyangin sendiri ya😀😋)


 


***Bersambung


 


Happy reading ya guys***