Is This Love

Is This Love
epi 51.Bertemu masa lalu.



**Salam jumpa reader,masih dirumah semua.sama juga penulis masih setia dirumah.


Happy reading ya.


Setelah menempuh perjalanan selama hampir 1 jam,mereka tiba dipenginapan yang telah dipesan Gerry terlebih dahulu.


Gerry memesan penginapan dekat dengan lokasi wisata di Reykjavik,tempat memandang Aurora.


"Sepertinya ingin diluar terus." ujar Laura.


"Kenapa?" tanya Gerry pada Laura,ketika didengarnya Laura ingin terus diluar.


"Indah sekali mas pemandangannya." kata Laura.


Laura merebahkan tubuhnya diranjang, selagi Gerry masih sibuk mengangkat koper mereka kedalam kamar.


"Nyonya,mandi dulu." disuruhnya Laura untuk mandi ketika dilihatnya Laura sudah merebahkan tubuhnya diranjang.


"Kita mau kemana mas?"


"Cari makan,ngak lapar?" tanya Gerry.


"Lapar mas,pingin nasi padang rasanya mas." ucap Laura asal.


"Nasi padang?" belum disentuh kok sudah ngidam nasi padang." gurau Gerry.


"Hih mas ini,sudah dari Indonesia Laura tu pingin nasi padang."beritahu Laura.


"Dimana kita cari nasi padang di Sini,jauh-jauh kesini masakan makan nasi padang." goda Gerry.


"Laura mandi dulu." Laura beranjak dari ranjang dan masuk kekamar mandi.


Gerry kekeh mendengar Laura ingin makan nasi padang.


Hampir 15 menit Laura dikamar mandi,kemudian dia keluar dan dilihatnya Gerry sibuk dengan laptopnya.


"Dah mas ." Laura menyuruh Gerry masuk kekamar mandi,tetapi Gerry masih tetap sibuk dengan laptopnya.


"Mas Gerry,Laura keluar ya." tak ada tanggapan dari Gerry,Laura dengan kesal keluar dari kamarnya


Mendengar suara pintu dibuka,Gerry mengalihkan matanya dari laptop.Dan dilihatnya Laura hendak keluar.


"He...Laura mau kemana?" tanya Gerry ketika dilihatnya Laura berdiri didepan pintu kamar mereka.


"Mau keluar cari makan." beritahukan Laura.


"Tunggu mas dulu,mas belum mandi." Gerry menutup laptopnya dan beranjak dari ranjangnya.


"Mas lapar juga,Laura kira sudah kenyang natap laptop." sindir Laura.


"Kok marah ni isteri mas Gerry?" goda Gerry.


"Berapa kali Laura sapa mas,tapi Laura dicuekin."


"Maaf,tadi Radit ngirim email.Mas balas dulu emailnya,dah mas mandi dulu ya.Tunggu jangan kemana-mana." ingatkan Gerry.


Setelah Gerry masuk kekamar mandi,Laura keluar dari kamarnya.


Ketika sedang asyik membuat boneka salju,Laura menerima lemparan bola salju dari belakangnya.Laura berdiri dan membalikkan badannya kearah bola salju berasal.


Laura melihat anak kecil sekitar 5 tahun berdiri dibelakangnyanya dengan perasaan bersalah,Laura mengeluarkan senyumnya agar anak kecil itu tidak takut.


"Maaf tante." anak kecil itu menyapa Laura menggunakan bahasa Indonesia.


"Hai dari Indonesia juga?" tanya Laura kepada anak kecil itu.


Ibu dari anak itu mendekati Laura dan meminta maaf.


"Maaf ya anak saya salah orang,dikiranya tadi mamanya.Jaket kita sama warnanya." beritahukan ibu anak itu.


"Ngak pa-pa,dari Indonesia juga?" tanya Laura pada ibu anak itu.


"Ya,tapi saya tinggal di Islandia." beritahukannya.


"Kita belum berkenalan,saya jeny dan putri saya ini eva." kata Jeny.


"Saya Laura." balas Laura.


"Dengan siapa disini?" tanya Jeny.


"Dengan suami." jawab Laura.


"Enak kalau suami bisa menemani." ada nada sedih dalam suara Jeny ketika dia menyebutkan kata suami.


"Laura,kenapa tidak nunggu mas tadi." suara Gerry menegurnya,karena tidak mengindahkan larangannya tadi.


"Maaf mas." Laura memeluk Gerry dengan manjanya.


Melihat kedatangan Gerry,Jeny memandang dengan sedikit terkejut.


"Mas,Laura ketemu orang Indonesia disini." kata Laura dan menunjuk kearah Jeny.


"Gerry!" seru Jeny,setelah memastikan bahwa suami Laura ada Gerry orang yang dikenalnya.


"Mbak kenal dengan mas Gerry?" setelah didengarnya Jeny menyebutkan nama Gerry.


"Hanya kenal saja." beritahukan Gerry dengan suara datar dan raut wajahnya tanpa ekspresi.


Jeny cukup terkejut mendengarkan perkataan Gerry mengenai dirinya.


"Ayo sayang kita cari makan,mas sudah lapar." Gerry menggandeng Laura untuk meninggalkan tempat tersebut.


"Kami pergi dulu mbak,bye..bye Eva." Laura mengucapkan pamit pada Jeny dan Eva,sedangkan Gerry tidak mengucapkan kalimat sepatah pun juga.


 


**Bersambung


 


Hai semua mohon vote n likenya ya.trims semua**