Is This Love

Is This Love
epi 38 Ingin kembali



**Masih di rumah ni kita semua ya,tapi ngak pa-pa demi kesehatan dan keamanan ya.


Stay at home.


Happy reading guys**.


Didalam mobil,perasaan teman-temannya baru terasa lega.


"Jantung gw dag..dig..dug,nggak beraturan!" seru Yosi sembari memegang dadanya.


"Bagaimana detak jantung lu Yos,gw ingin tahu..?" Rey menjulurkan tangannya kearah dada Yosi.


"Enak ke lu,rugi ke gw !" seru Yosi sambil memukul tangan Rey dengan gemasnya.dan Rey ngekeh tertawa.


"Sama,kita seperti sedang dikejar-kejar penjahat." kekeh Sinta.


Rey dan Laura tertawa mendengar perkataan temannya yang merasa was-was.


"Maaf ya,Laura sudah membuat kalian cemas.Laura buat itu semua,karena tak ingin dia menatap iba pada diri Laura." beritahukan Laura dengan sedih.


"Ngak pa-pa Laura,kami siap jadi perisai untuk melindungimu." kata Rey kepada Laura.


"Kami ini bodyguard,Charlie angels." kata Yosi dengan kocaknya.


"Bukan Charlie angels,tapi Charlie Laura." kata Sinta,membetulkan julukan mereka menjadi charlie Laura.


Dalam mobil mereka tertawa,begitu juga dengan mang Diman turut tertawa bersama mereka.


"Ada-ada wae,anak-anak ini." guman mang Diman.


"Dengan kekuatan bulan,aku akan melindungi Laura!" ucap Yosi meniru ucapan kantun terkenal.


"Emang lu sailarmoon." ledek Sinta kepada Yosi.


"Yoi,selain anggota Charlie Angels.gw Sailarmoon." jawab Yosi.


"Maruk banget lu." Rey ikut ngejek Yosi.


"Suka-suka gw,lu iri." balas Yosi pada Rey.


"Laura, lu pakai handphone.Biar ngak sulit kita komunikasi,biar bisa kita chat lagi." Sinta membujuk agar agar Laura mau menggunakan handphone lagi.


"Ya Laura,kangen seperti dulu ngerumpi malam-malam." kata Yosi.


"Ya nanti gw pikirkan lagi." jawab Laura.


***


Hari menjelang malam,Gerry dan Radit ada pertemuan di Hotel horison.Setelah selesai pertemuan Radit mengajak Gerry untuk makan malam disalah satu restoran yang terdapat di hotel tersebut.


Ketika akan memasuki salah satu restoran dihotel tersebut,Gerry dan Radit bertemu dengan om bagus.


"Om bagus,apakabar?" sapa Gerry kepada daddynya Laura.


"Baik,kalian bagaimana?" balik tanya om bagus.


"Sehat om." jawab Gerry dan Radit.


"Om ada pertemuan di sini?" tanya Gerry pada om Bagus.


"Ya tadi ada klien,minta bertemu di restoran ini." beritahukan om Bagus.


"Om,boleh kita bicara?"


"Apa ada yang ingin kamu bincangkan?" tanya om Bagus.


"ada om." jawab Gerry.


"Ayolah..." om bagus menyetujui permintaan Gerry untuk berbincang.


Kemudian mereka bertiga memasuki restoran dan memilih lokasi tempat duduk yang private.


"Om senang kamu sudah sembuh Gerry."


"Ya om,hampir 2 tahun saya baru pulih total." beritahukan Gerry tentang kondisinya.


"Om tahukan kenapa saya lakukan itu dahulu ?" tanya Gerry tentang pemutusan pertunangan yang katakan dahulu.


"Ya,papa kamu sudah menjelaskan semua pada om.Tapi om kecewa dengan kamu Gerry,seharusnya di saat susah kalian itu saling dukung bukan malah mau Laura menjauhi kamu..."


"Maafkan saya om,saya tidak ingin Laura menunggu ketidakpastian tentang kondisi saya." kata Gerry.


"Nyatanya kamu bisa berjalan,beginilah Gerry.Bagaimana jika musibah yang menimpa kamu terbalik,yang terjadi pada kamu dulu Laura yang mengalami.Apa kamu akan meninggalkan Laura?" tanya om Bagus.


"Tidak om,saya tidak akan meninggalkan Laura." jawab Gerry dengan tegas.


"Lalu kenapa kamu memutuskan pertunangan dan membuat agar Laura meninggalkan kamu?" tanya om Bagus lagi.


Radit hanya diam mendengarkan pembicaraan Gerry dan om Bagus,dia tak ingin ikut campur dengan perbincangan tersebut.Radit juga tidak menyukai tindakan yang dilakukan Gerry dahulu.


"Saya tahu,papa kamu sudah mengatakan.Tapi Laura tidak tahu,dia sakit hati dengar perkataan kamu dulu." ada rasa sedih di suara daddynya Laura.


"Saya tahu perkataan saya dahulu sangat menyakitkan,tapi saya takut Laura terus bersama saya hanya karena kasihan.Karena ada kemungkinan saya tidak bisa berjalan kembali." ucap Gerry.


"Tapi itu tidak terjadikan?" kamu bisa berjalan,dunia medis sekarang sudah maju.." beritahukan om Bagus.


"Om,saya ingin berbicara dengan Laura,bisakah om memberikan nomor handphonenya?" pinta Gerry .


"Laura sudah lama tidak menggunakan handphone lagi." kata om Bagus.


"Bagaimana saya bisa menghubungi Laura?" tanya Gerry.


"Melalui om atau mommynya."


"Bolehkah saya kerumah,mengunjungi Laura om.Bagaimanapun saya masih menjadi tunangannya,cincin ini masih melingkar dijari saya." Gerry menunjukkan jarinya yang masih menakai cincin tunangannyanya.


"Soal itu nanti akan saya bicara dengan Laura,tapi saya tidak dapat pastikan apakah Laura ingin bertemu kamu." kata om Bagus,dan daddy Laura menghela napas panjang .Karena ada beban yang menghimpitnya yang tidak dapat diberitahukannya pada Gerry.


"Tolong om,saya ingin menjernihkan masalah ini." mohon Gerry pada om Bagus.


"Saya akan beritahukan ......." om Bagus menghentikan bicaranya,ketika dia melihat handphone bergetar.


drrt....drrt...drt..


"Ya princess..." daddy Laura menjawab telepon dan menggunakan speakerphohe,sehingga Gerry dan Radit dapat mendengar siapa yang berbicara.


Mendengar suara yang berbicara,Gerry menghayati seakan-akan sang pemilik suara berada didepannya.


"Dad,Laura minta tolong ya."


"Minta tolong apa princess?" tanya daddynya.


"Tadi Laura lupa beli obat,bisakan daddy singgah ke apotik.Kak Leo pulang malam." kata Laura.


"Obat yang mana?" tanya daddynya.


"Yang tetes,Laura merasa tidak nyaman dad.Laura merasa seperti ada kilat tadi didepan penglihatan Laura ." beritahukan Laura tanpa dia ketahui ada telinga lain yang mendengar.


"Kenapa tidak bilang mommy princess?"


"Mommy nanti khawatir dad." jawab Laura,kenapa dia tidak memberitahukan kondisinya.Mommynya akan makin bersalah.


"Ya princes daddy akan belikan,ada yang lain perlu daddy belikan?" tanya daddynya.


"Ngak da lagi dad,love u dad..." ucap Laura sebelum memutuskan panggilan.


"Love u to princes." sahut daddynya lagi.


Mendengar suara Laura,perasaan Gerry menjadi sedih.Ingin rasanya dia yang dihubungi Laura dan berbincang manja dengan seperti dahulu.


"Om,laura sakit?" tanya Gerry,karena tadi didengarnya Laura minta dibelikan obat.


"Sakit biasa,hanya flu ringan." beritahukan om Bagus.


"Om duluan ya,nanti kalau Laura mau menemuimu om akan kabari." sambung om Bagus lagi.


"Baik om." sahut Gerry.


"Radit, om duluan ya." ucapnya kepada Radit.


"Ya om,hati-hati." jawab Radit.


Kemudian om Bagus meninggalkan Gerry dan Radit,yang masih duduk didalam restoran.


"Gerry,feeling gw mengatakan ada yang disembunyikan om Bagus." kata Radit.


"Maksud lu apa ?" tanya Gerry kembali kepada Radit.


"Lu ngak perhatikan,om Bagus terlihat sedih ketika Laura tadi menelpon.Sepertinya om Bagus ingin memberitahukan tapi sepertinya ada larangan." kata Radit lagi.


"Apa Laura sudah menikah?"


"Apa..!" teriak Gerry,sehingga orang yang masih berada direstoran tersebut melihat kearah meja mereka.


"Hus...pelan dikit teriakanmu." ingatkan Radit pada Gerry.


"Ngak boleh Laura menikah dengan orang lain !" seru Gerry.


"Cuma pikiran gw ." kata Radit .


"Pikiranmu ngak bagus,jangan ada hal itu lagi dalam otakmu." peringatkan Gerry.


**Bersambung


Hai jempol,please like ya..😘😘😘**