
bagaimana kehidupan Gerry bersama baby kembarnya.
Usia sikembar sudah memasuki 3 bulan,seperti bayi-bayi yang lain.Si kembar tengah malam suka bangun minta susu.
"Mas,bangun si kembar nangis." Laura membangunkan Gerry.
"Hem.." Gerry bangun dan mengangkat satu persatu anaknya,dan meletakkannya ke ranjang.Dan tugas Laura memberikannya ASI.
Setelah selesai,kedua baby minum susu.Mereka tetap membiarkannya tidur bersama mereka Sampai pagi.
Gerry terbangun mendengar kedua babynya sudah mengeluarkan ocehannya,setiap pagi kedua baby kembarnya selalu bangun awal.Dan mereka mengeluarkan suara ocehannya membuat Gerry terbangun.
"Anak Daddy sudah bangun." rutinitas Gerry setiap pagi menyapa kedua babynya.
Kedua babynya asyik mengemut jari tangannya,sehingga air liurnya membasahi muka mungil babynya.
"Aduh kenapa cuci muka pakai ludah sayang." melihat muka babynya penuh air liur karena ngemut tangannya.
"Sayang lapar ya,tunggu mommy bangun ya." Gerry melap pipi baby kembarnya dari air liurnya.
Babynya terus mengemut jarinya sambil mengoceh,mengeluarkan suara tak jelas.
Gerry bangkit dari ranjang dan membawa satu persatu babynya kembali ke box dan mendorong boxnya keluar kamar.
Setiap pagi Gerry selalu membawa babynya ke taman,sebelum dia mandi dan berangkat kekantor.Tapi karena ini hari minggu Gerry berencana membawa babynya lari keliling komplek.
"Mba Nani,tolong pakaikan sikembar baju lengan panjang." perintahnya pada babysitter sikembar.
Setelah selesai,Gerry memindahkan baby kembarnya ke stroller,kemudian dia mendorong strollernya keluar rumahnya.
Di perjalanan banyak ibu-ibu mengagumi kedua baby kembarnya.
"Aduh cantiknya.." seorang gadis memuji baby kembarnya.
"Duanya perempuan mas?" tanya gadis tersebut.
"Sepasang mba." jawab Gerry,dia tetap meneruskan ayunan kakinya mendorong stroller si kembar.
Setelah puas berlari dengan sikembar,Gerry kembali kerumah.Karena sikembar sudah lapar dan wajahnya sudah basah air liur karena emutan jemarinya.
ย
๐๐๐
ย
"Mas,katanya mas Radit mau datang.Jam berapa?" tanya Laura.
"Siang katanya,sepertinya dia bawa kabar gembira." kata Gerry.
"Joan hamil mas?" tanya Laura.
"Mungkin,suaranya ditelepon senang kedengarannya." kata Gerry.
"Moga hamil Joan,tidak menyusahkan dirinya ." kata Laura.
Gerry tertawa mendengar perkataan Laura.
"Jangan tertawa." tegur Laura dengan jutek.
"Ya..ya..mom,jangan marah ya."
Ting...tong....ting...
Suara lonceng terdengar,dan mata dikembar membulat mendengar suara bel.Karena mereka sudah tahu jika bel berbunyi tandanya oma dan opanya yang datang,mata besarnya memandang kearah pintu menunggu siapa yang akan muncul.
Mba Susy membukakan pintu,dan muncul muka Radit dan Joan.Melihat yang muncul bukan wajah oma dan opanya,si kembar kembali melanjutkan mengemut jemarinya.
"Hallo Lionel,Liana." sapa Joan,dan memberikan kecupan dipipinya si kembar.
"Kenapa basah pipinya ?" tanya Radit.
"Sudah seminggu ini,hobby sekali ngemut jari." kata Gerry.
"Aduh sayang,jangan **** jarinya.Nanti habis.." Radit menahan Lionel agar tidak mengemut jarinya,membuat Lionel menangis keras.Dan Liana juga kontak mengikuti kakaknya menangis.
"Radit apa yang kau lakukan pada anakku." Gerry menegur Radit yang membuat Lionel dan Liana menangis.
"Tidak ada,hanya kutahan saja tangannya supaya tidak ngemut tangannya."
"Dasar.."
"Sudah berapa bulan hamil Joan?" tanya Gerry.
"Baru 5 minggu.." jawab Radit.
Laura datang dari dapur dengan membawa cemilan ditangan mereka masing-masing."
"Joan,belum ada ingin sesuatu gitu?" tanya Laura.
"Belum.."
"Moga-moga tidak seperti hamilku dulu,begitu merepotkan." kata Laura,ketika dia mengingat masa kehamilannya.
ย
๐บ***FLASH BACK ON๐บ***
ย
"Sayang,mas ingin bebek goreng.." jam 10 malam,Gerry tiba-tiba mengutarakan keinginannya makan bebek goreng.
"Mas dimana malam-malam,jual bebek goreng." gerutu Laura,ini sudah hari kedua.Gerry menginginkan hal-hal yang aneh.
Laura menyuruh mba Susy untuk ke market untuk mencari daging bebek.
Setelah menunggu 15 menit,mba Susy membawa daging bebek masih utuh.
"Non mau diapain daging bebeknya?" tanya mba Susy.
"Minta digoreng." kata Laura.
Gerry datang menemui Laura didapur yang sedang melihat mba Susy menyiapkan bubum untuk bebek gorengnya.
"Kita kukus dengan bumbu non,biar masuk ke daging rasa bumbunya." kata mba Susy kepada Laura.
"Sayang..."Gerry memanggil Laura.
"Apa lagi mas,tidak lihat kami sibuk." Laura mengabaikan panggilan Gerry yang sedang memandanginya.
"Mas ingin Laura yang menggoreng bebeknya." kata Gerry dengan pelan.
"WHAT....!" teriakan suara Laura bergema didapur,membuat Gerry menutup kedua telinganya.
"Tidak...mas tahu,Laura tidak bisa masak.motong buah saja Laura berantakan." dengan tegas Laura menolak keinginan Gerry.
"Tapi ini keinginan babynya sayang." Gerry menampilkan seraut wajah memelasnya.
"Yang hamil Laura,kenapa yang ngidam mas sih.Baby kenapa ngerjain mommy." Laura mengelus perutnya yang sudah sedikit membucit.
"Mungkin baby ingin merasakan hasil masakan mommynya."
"Baby,mommy tidak bisa masak.Bagaimana kalau tante Susy aja yang ngoreng bebeknya." Laura berusaha untuk negosiasi dengan babynya.
"No...mommy,baby ingin masakan mommy." Gerry menirukan suara baby untuk menjawab Laura.
Mba Susy tersenyum melihat drama sepasang suami istri,sejak ke hamilan Laura.Yang mengalami morning sick Gerry dan ngidamnya juga membuat Laura pusing,karena permintaan Gerry aneh-aneh saja.
Minta rujak cingur buatan Laura,sedangkan melihat bentuk cingur aja Laura tidak pernah.
Laura pergi dari dapur,tak lama kemudian Laura muncul sudah mengunakan helm dan baju lengan panjang.(pengalaman pribadi author๐๐)
"Kenapa pakai helm sayang?" Gerry heran,ketika melihat Laura kembali kedapur dengan memakai helm.
"Biar tidak kena minyak panas mas,nanti itu minyak pasti ciprat kemana-mana." kata Laura yang kemudian mengambil ancak-ancak untuk memasukan bebek yang sudah di presto kedalam penggorengan.
"Tunggu benar-benar panas non." ingatkan mba Susy.
"Mau goreng aja ribet banget ya..!" seru Laura,sedangkan Gerry dengan antusias memandang Laura yang sudah siap sedia untuk memasukan bebeknya kepengorengannya.
"Masukkan non." aba-aba diberikan mba Susy kepada Laura untuk memasukan bebeknya kepenggorengan.
"Maafkan Laura bebek,kau Laura masukkan ke minyak panas." Laura meminta maaf kepada bebeknya.
Suara sying....terdengar ketika bebek tersebut,berenang diminyak panas.Dan Laura kaget ketika mendengar suara desingan ketika sibebek masuk keminyak panas.
"Cukup sekali Laura melakukan penganiayaan terhadap bebek." kata Laura.
"Ini demi baby sayang." kata Gerry,dia terus melihat kepenggorengan.Sepertinya dia tak sabar menunggu bebeknya mateng.
"Baby minta yang lain ya,jangan minta yang harus mommy yang masak." lagi-lagi Laura bernegosiasi dengan babynya.
"Sudah bisa dibalik non." kata mba Susy mengingatkan Laura.
Suara cipratan minyak terdengar ketika Laura berusaha membalikkan bebeknya.Syukurlah dia mengunakan helm dan baju lengan panjang,sehingga cipratan minyak tidak mengenai wajahnya.
"Sudah matang mba?" tanya Laura pada mba Susy.
"Sebentar non,biar tambah garing."
"Kasihan dikau bebek,sudah mulai kuning tubuhmu." dialog Laura dengan bebeknya.
"Sudah non angkat,tiriskan dulu.Biar minyaknya turun."
"Tiriskan apa mba?"
"itu letakkan di tempat jaring ini,biar minyaknya menetes dan bebeknya bebas minyak." kata mba Susy,mengajari Laura.
"Sudah boleh makan..?" tanya Gerry dengan tidak sabar.
"Sabar mas masih panas,mau bibir itu jontor mirip bibir bebek.Makan panas-panas." kata Laura.
Setelah tidak terlalu panas lagi,dengan lahap Gerry menyantap bebek goreng buatan tangan Laura.
"Cukup menyusahkan mommy ya baby." Laura mengusap perutnya.
๐บ**Flash back end๐บ
Mendengar** cerita Laura dan Gerry,Radit tertawa dan Joan memonyongkan bibirnya.
"Baby jangan merepotkan mommy ya,seperti kak Lionel dan kak Liana." Joan mengusap perutnya yang masih datar.
Gerry,Radit dan Laura tertawa mendengar perkataan Joan kepada babynya.
"Moga mereka nurut perkataanmu Joan." ucap Laura.
Tiba-tiba Radit mengucapkan sesuatu membuat Joan kaget,begitu juga dengan Gerry dan Laura.
"Mas ingin rasanya kambing guling." ucap Radit spontan.
"TIDAK...!!" tolak Joan dengan suara yang kerasnya.
๐ ๐***TAMAT๐๐คฃ***