
masih betah di rumah teman-teman,demi keamanan diri dan keluarga stay ata home ya..
"hai bro,welcome back ," kata Radit kepada Gerry yang baru kembali bekerja setelah selama 2 tahun berobat di Jerman,akibat kecelakaan yang dialaminya dahulu.
"Bagaimana proyek kita?" tanyanya,karena selama 2 tahun ini dia tidak terlibat langsung menangani urusan kantor.Radit dan papanya yang menghandel semua urusan kantor.
"Bro,santai dulu.Jangan terlalu semangat bekerja,kamu baru sembuh," ingatkan Radit akan kondisi Gerry yang baru saja pulih..
"Aku dah siap bekerja lagi,bosan selama 2 tahun ini berdiam diri ," beritahukan Gerry.
"Bagaimana dengan cintamu?" selidik Radit.
"Aku belum pernah menghubunginya,aku fokus memulihkan kesehatan dahulu..," kata Gerry.
"Om Bagus juga tidak pernah muncul di publik," beritahukan Radit.
"cincin yang dikembalikannya,bagaimana sudah bertemu pada nyonya yang baru?"tanya Gerry,mengenai cincin tunangannya yang dilepaskan Laura.
Gerry membuka dasi dan kancing baju atasnya,kemudian dia mengeluarkan kalung yang berada dilehernya.Dan menunjukkan pada Radit.
"ini selalu tergantung didekat jantungku," kata Gerry menunjukkan kalungnnya,dan cincin tunangannya Laura menjadi mainan dari kalung tersebut.
"Bagaimana jika semua itu tidak bisa kembali?" tanya Radit lagi.
"Aku akan melakukan apapun juga,untuk membawanya kembali kesisiku," ujar Gerry dengan tegas.
"Perbuatanmu dulu sangat menyakitkan Gerry,aku cukup kaget dengan perbuatanmu itu apa lagi Laura..," kata Radit,ketika dia mengingat kejadian 2 tahun yang lalu.
***flash back on***
"Suster terimakasih," kata Gerry kepada suster yang masuk menemuinya.
"ini salah pak,kasihan gadis tadi.Dia berlari dengan menangis," kata suster itu.
"Saya akan menanggungnya,suster tenang saja.Terimakasih sekali lagi suster ," Gerry mengucapkan pada suster tersebut,karena mengabarinya ketika Laura datang kerumah sakit.Dan Laura mendengar pembicaraan dengan Radit.
Ketika suster tersebut keluar dari ruangannya,Radit yang mendengar pembicaraan Gerry dan suster tersebut bertanya.
"Apa maksud semuanya?" tanya Radit kepada Gerry.
"Maaf teman,aku sudah memakaimu untuk membuat Laura membenciku," beritahukan Gerry pada Radit.
"Ada apa ini?" Radit heran dan tidak mengerti akan perkataan Gerry barusan.
"Aku tidak merasakan kedua kakiku ini Radit,aku lumpuh!" seru Gerry kepada Radit yang berdiri disamping ranjangnya.
Mendengar pernyataan Gerry,radit terkejut dan dia tak dapat berkata-kata.
"Aku tidak mau Laura merasa kasihan kepadaku,aku tidak mau jadi beban," curhat Gerry.
"Ger,ilmu kedokteran sudah sangat maju.Kelumpuhanmu ini pasti bisa disembuhkan," hibur Radit .
"Kalau dapat disembuhkan,kalau tidak.Laura akan menjaga orang cacat ini seumur hidup,aku tidak ingin itu terjadi," kata Gerry lagi.
"Terus apa yang akan kau lakukan?" tanya Radit.
"Nanti sore,aku akan berangkat ke Jerman,papa sudah konsultasikan kondisiku dengan dokter disana," beritahukan Gerry pada Radit.
"Aku harap kau kembali secepatnya,dan dalam keadaan berjalan.Dan bersama Laura kembali," hibur Radit kepada Gerry agar dapat sehat kembali.
***flash back end***
"Bekerja dulu,ngurus proyek yang terkendala akibat gw kecelakaan," beritahukan Gerry pada Radit.
"Kapan rencana,nyamperin mertua lu?"
"Kita lihat dulu situasinya," jawab Radit.
"Ya..ilah bro,macam mau perang aja.Pakai lihat situasi," ledek Radit.dan Gerry yang diledek hanya tersenyum mesem.
"ini termasuk perang,tapi perang cinta💘," ucap Gerry sambil tersenyum.
"Dasar,setelah kecelakaan lu jadi bucin ya..!" seru Radit,karena Gerry makin kesini makin sering tersenyum.
"Mungkin,otak gw terpentur batu dulu," ucap Gerry mengenai dirinya sendiri.
\*
"Laura,bangun sayang," Mommynya membangunkan Laura masih berbaring bermalas-malasan diranjang.
"Ayo,biar mommy antar kekamar mandi," kata mommynya.
"Mom,Laura sudah tahu letak kamar mandinya.Laura begini sudah dua tahun,mom jangan khawatirkan Laura ya," beritahukan Laura pada mommynya,yang masih saja mengawasi Laura.
"Walaupun Laura bilang sudah mandiri,tapi mom tetap ada rasa khawatir.Mom ngak ingin kejadian dulu terulang kembali," mommynya Laura merasa bersalah, karena mengizinkan Laura menyetir sendiri.Sehingga kecelakaan itu terjadi.
"Mom,ini semua sudah suratan hidup Laura.Laura aja sudah nerima," beritahukan Laura pada mommynya yang terus menyalahkan dirinya.
" Benar kata Gerry,aku gadis pembawa sial," batin Laura.
"Laura,Dad tadi telepon.Dad senang Laura mau balik kerumah," beritahukan Mommynya.
Laura yang sedang berjalan kekamar mandi,menghentikan langkahnya.
"Mom,Laura tidak akan selamanya kembali kerumah," kata Laura kepada mommynya,karena dia tak ingin mommy terlalu berharap dia akan dirumah lagi.
"Laura,tolong pertimbangkan kembali ya," pujuk mommynya.
"Laura senang disini,Laura dibutuhkan oleh adik-adik panti," beritahukan Laura.
"Keluarga Laura juga membutuhkanmu sayang," rayu mommynya lagi.
"Laura nyaman disini mom," Laura tetap menolak meninggal villa.
Laura merasa gembira karena disekitar villa ada dibangun oleh keluarga Bagus permana,sebuah yayasan yang membantu anak-anak cacat untuk ikut pelatihan agar bisa berkarya.
Yayasan ini dibangun ketika Laura mengalami kecelakaan dan menyebabkan penglihatannya terganggu.
Keinginan Laura membangun yayasan ini karena ketika dia belajar huruf braille,gurunya mengatakan bahwa banyak anak-anak tunanetra .Yang tak mampu menghidupin dirinya sendiri,karena tidak ada keahlian.Karena itu Laura meminta agar Daddynya mendirikan yayasan untuk pelatihan bagi anak-anak cacat .
"Laura,mommy beresin baju yang mau dibawa ya," beritahukan mommynya pads Laura yang sedang mandi.
"Ngak usah bawa mom,dirumah baju Laura ada," sahut Laura dari dalam kamar mandi.
"Sepertinya tahu tu anak,bajunya mau diangkut semua," batin mommynya.
***🌻Next🌻
Hai semua teman-teman yang baca karyaqu,please singgahkan jempolnya untuk ngelike ya terimakasih...🤗😇😘***