
***stay at home friends
pemutusan mata rantai covid 19,mari kita isolasi diri.
happy reading guys...😘😘😘
" Mas Radit masih single....?" tanya Rey tiba-tiba.
" kami dua masih single but ntar lagi Gerry akan jadi double..." goda Radit pada Gerry.
Mendapatkan godaan dari Radit,Gerry hanya mesem aja.
" Mas Gerry dah punya pacar ya...?" tanya Yosi.
" Jangan percaya apa kata Radit***..." Gerry membuka suara yang dari tadi dia membisu.
" Rey,dari gadis-gadis ini mana pacar mu..?" tanya Radit kepada Rey.
" He...ngak ada mas,kami nga mau jadi pacarnya Rey.Bosen lihat Rey terus..." jawab Sinta.
" Kenapa, Rey ganteng gitu..." kata Radit lagi.
" Itu mas Radit aja ngakuin gw ganteng..." seru Rey dengan bangganya.
" Ya,ganteng dilihat dari jauh..." celetuk Laura spontan.
" He...Laura ngomong juga akhirnya,mas kira tidur tadi.." goda Radit.
Laura hanya mesem ketika di goda oleh Radit.matanya terserempang dengan matanya Gerry ketika dia melihat kekaca spion depan.membuat Laura tersipu malu.
" Cantik..." batin Gerry.
" Laura lagi melamun mas..." goda Rey lagi.
" elu...yang melamun..." balas Laura.
" Mikir yang didepan mata mas..." Yosi juga ikut menggodanya.
" Didepan mata gw kursi.." gerutu Laura.
" Yang duduk di atas kursi lah.." balas Yosi.
" He...yosi awas lu ya..." ancam Laura sambil mencubit lengan Yosi.
" Mas Gerry, Laura ni..." adu Yosi pada Gerry.
Gerry hanya tertawa kecil melihat kelakuan Laura dan teman temannya yang sangat lucu dan menggemaskan.
" Sudah pada lapar belum...?" tanya Gerry.
" Sudah jam 1 ini,.2 jam lagi kita baru sampai..." kata Radit dengan melihat ke arah jam yang melingkar di tangannya.
" Mau makan apa...?" tanya Gerry lagi.
" Apa aja mas,yang penting bisa dimakan..." jawab Sinta.
" Laura...?" tanya Gerry sembari melihat Laura dari kaca spion depan.
" Terserah aja mas.." jawab Laura ketika Gerry menanyakannya.
Tak lama kemudian Gerry melambatkan jalan mobilnya, ketika dilihatnya ada rumah makan yang cukup bagus dan asri terletak ditengah persawahan.
" Di sini aja ya,makanannya enak.." saran Gerry yang kemudian turun dari mobil dan kemudian Gerry juga membukakan pintu untuk Laura keluar.
" Wow...tempatnya keren..." kata Sinta dan Yosi berbarengan.
" Dingin banget ya..." kata Laura sembari mengelus-elus lengannya yang tak tertutupi kain karena dia memakai t shirt lengan pendek.
Melihat Laura yang kedinginan,Gerry membuka pintu mobil dan mengambil jaketnya dan memberikannya pada Laura.
" Ini pakai..." kata Gerry dengan menyerahkan jaket yang dipegangnya.
" Nga usah mas..." kata Laura karena dia malu, pasti teman-teman akan mulai mengodanya lagi.
" Pakai aja ntar kamu sakit.." ucap Gerry lalu memakai jaket ke bahu Laura.
" Iri gw,so....sweet banget..." goda Yosi ketika melihat Gerry memakaikan jaket kebahu Laura.
Melihat Laura tersipu malu,Gerry membisikkan sesuatu ketelinganya Laura.
" Sudahlah nga usah di dengarkan..." bisik Gerry.
" Ayo masuk laper ,perut gw dah demo ini..." ujar Radit.
kemudian mereka masuk dan ngambil posisi tempat duduk dipinggir kolam.
" Mas menu andalan apa disini...?" tanya Sinta pada Radit yang duduk depannya.
" Ikan bakarnya enak lo...." saran Radit.
" Gw ikan bakar aja mba,minumnya lemon tea..." kata Rey pada pelayan yang mencatat pesanan mereka.
" Gw ikan bakar juga ya..." kata Radit tentang pesanannya.
" Gw ayam bakar,minum lemon tea juga...." kata Yosi.
" Samain dengan Yosi aja..." ujar Sinta.
" Bebek pangang,lemon tea..." Gerry memberitahukan pesanannya.
Sedangkan Laura masih bingung mau pesan apa,karena dia paling sulit untuk makan.
" Laura pesan apa...?" Gerry menanyakan Laura,ketika dilihatnya Laura masih membalik-balikkan buku menu yang berada di hadapannya.
" Bingung mas..." ucap Laura yang masih melihat buku menu tersebut.
" Ikan bakar mau..." saran Gerry.
" Males,takut keselek duri ikan..." tolak Laura.
" Nanti mas buangin durinya..." kata Gerry lagi.
" Ngak ah mas ngerepotin aja..." tolak Laura.
" Kalau untuk Laura ngak ada yang merepotkan,ya kan Ger..." godaan Radit berhasil membuat Laura menjadi malu.
" Iya...so sweet,jones menyingkir aja..." seru Rey.
Teman-temannya pada tertawa semua, membuat Laura tersenyum tersipu malu.
" Ayam bakar mau ,enak ayam bakar di sini ....?" tawarkan Gerry pada Laura.
" Bolehlah..." jawab Laura yang masih merasa malu ,digoda teman temannya.
Â
**bersambung**\
Â