
***hai friends....
mampir ke karya qu yang lain
👉is this love
👉antara dendam dan cinta
👉kubawa pergi cintaku
Â
stay at home ya***
Â
Setelah pulang liburan bersama teman temannya Laura,Gerry belum menghubungi Laura.
Laura juga seolah-olah lupa, apa yang di tanya Gerry pada waktu liburan.
Laura cukup disibukkan dengan kuliahnya dan tugas kuliah dari dosen.
" Aduh !"pusing banyak banget tugas.." kata Sinta.
" Iya, ini buku banyak banget .Bisa-bisa gw botak..." gerutu Laura.
" Hai...girls...temanin gw ketoko buku..." Yosi mengajak teman-temannya ke toko buku.
" Ngapain...?" tanya Sinta heran,ngak biasanya Yosi ngajak ke toko buku.
"Mau beli bukulah,ngak mungkinkan beli bikini..." ujar Yosi.
" Pinjam aja keperpustakaan..." saran Laura.
" Ngak ada tadi, gw dah keperpustakaan..." ucap Yosi.
" Naik apa kita kesana....?" tanya Laura karena dia hari ini ngak dijemput.
" Mang Diman ngak nunggu...?" tanya Yosi.
" Ngak,mang Diman ngantar mommy arisan..."
" Naik taxi aja,Rey mana sih?"lama banget nongol tu orang..." Laura heran, karena Rey belum muncul juga di kantin tempat biasa mereka nongkrong.
" Biasa,mungkin gangguin mahasiswi baru..." ujar Sinta sambil tertawa.
Tak lama kemudian orang yang dibicarakan muncul ,dengan tersenyum lebar dibibirnya.
" Kenapa lebar banget senyum lu, dapat lotre..." ledek Yosi.
" Ini melebihi lotre..." jawab Rey.
" Bagi dong kalau ada kabar bahagia..." ujar Laura.
" Kalian ngak lihat nilai ujian udah keluar..." beritahu Rey.
" Ah bener ,nilai lu bagus semua emang...?" tanya Yosi kepada Rey.
" Gini-gini ,nilai gw ada A nya..." jawab Rey dengan bangganya.
" Terus nilai yang lainnya...?" tanya Sinta penasaran akan nilai Rey.
" Cukuplah B dan tidak ada yang ngulang..." kata Rey dengan bangganya.
" Yok kita lihat nilai kita..." ajak Laura pada teman temannya.
Kemudian mereka menuju papan pengumuman untuk melihat nilainya.
" Yes..." teriak Laura dengan senangnya.
" Kenapa...?" tanya teman teman kepada Laura yang kesenangan.
Mata teman-temannya tertuju kearah Laura memandang.
" Hebat lu semua mata pelajaran A..." puji Rey.
" Kalian bagaimana....?" tanya Laura pada Sinta dan Yosi.
" Cukup...cukup makan...." kata Yosi.
" Ya...lu ngak heran nilai bagus,otak lu encer..." kata Sinta.
" Sudah ,siapa tadi minta di temanin ke toko buku...." Laura mengingatkan Yosi.
" Oh...ya hampir lupa gw..." ucap Yosi.
" Naik taxi aja ya..." kata Sinta.
" Gw bawa mobil..." kata Rey.
" Ngapa bawa mobil Rey..? biasanya ngak bisa lepas dari tunggangan roda dua..." ledek Laura.
" Masuk bengkel,mau facial motor gw.." jawab Rey sambil tertawa.
Setelah sampai di mall yang mereka tuju,Laura dan teman temannya menuju toko buku.
" Banyak banget tu novel..." kata Rey, ketika dilihatnya tangan Laura sudah memegang empat novel.
" Untuk sebulan..." sahut Laura.
" Mana Yosi...?" Laura menanyakan keberadaan temannya tersebut.
" itu....." kata Rey ketika dilihatnya Sinta dan Yosi berjalan mendekat.
" Dapat bukunya...?" tanya Laura pada Yosi.
" Ini..." Yosi menunjukkan buku yang berada di tangannya.
" Cepat bayar,perut gw dah demo..." Rey mengelus-elus perutnya.
" Cacing lu cepat banget demo nya..." ledek Laura.
Setelah membayar apa yang mereka beli,mereka menuju ke restoran favorit jika mereka ke mall x.
Laura dan teman temannya mengambil posisi duduk disudut tempat mojok favorit mereka.
Ketika asyik menikmati makanan mereka masing masing,tiba tiba pandangan Laura tertuju kepada pasangan yang baru saja masuk ke restoran tersebut.
Bukan hanya Laura saja yang melihat, tetapi teman temannya juga melihat kedatangan pasangan tersebut.
" Laura..." kata Yosi dengan suara yang berbisik.
" Jangan lihat..." perintah Laura pada teman- temannya.
" Tenang Laura,mungkin hanya temannya..." hibur Rey.
" Bodo !"dia kan,bukan apa-apa gw.." kata Laura dengan suara yang sinis.
" Itu cewek dandanannya menor genit lagi..." kata Sinta ketika dia melihat cewek yang bersama Gerry mencubit lengan Gerry dengan genitnya.
" Jangan lihat gw bilang...." Laura memperingatkan teman temannya.
" Gemes banget gw melihatnya.." ucap Sinta.
" Sudah ah,cabut yok..." ajak Laura pada teman temannya.
" Bagaimana,kita terpaksa lewat tempat duduk mereka..." kata Rey.
" Pura-pura ngak lihat aja..." kata Sinta.
Kemudian Laura dan teman temannya keluar dari restoran,ketika melewati tempat Gerry dan teman wanita.
" Laura...." sapa Gerry ketika dilihatnya Laura berjalan disebelahnya duduk.
" Mas Gerry...." kata Laura pura-pura terkejut.
" Mas Gerry makan di sini juga..." ucap Sinta pada Gerry.
" Mas Radit mana mas...?" tanya Rey.
Sebelum Gerry menjawab tentang keberadaan Radit ,Yosi sudah mengeluarkan celetukannya.
" Kalau mas Radit ikut jadi nyamuk,masak ngedate bawa teman ya mas...." sindir Yosi.
" Oh....ini teman mas kuliah dulu..." ujar Gerry,dan pandangannya terus ke wajah Laura.
" Hai...kenalkan saya Mayasita,panggil aja Maya..." Maya mengenalkan dirinya.
" Hai mba Maya,saya Sinta ini Yosi dan itu Laura ," Sinta mengenalkan dirinya,ketika dilihatnya Laura hanya diam tak berbicara.
" Kalau saya Rey mba..." kata Rey.
" Kalian sudah selesai makan...?" tanya Gerry.
" Sudah mas,sudah mau balik ini..." lagi-lagi Sinta yang menjawab,Laura tetap diam.
" Pulangnya naik apa...?" tanya Gerry.
" Gw bawa mobil mas..." sahut Rey.
" Laura ngak pakai supir...?" tanya Gerry pada Laura karena dia tahu Laura di antar jemput sopir.
" Ngak..." jawab Laura singkat.
" kalau begitu ,biar Laura mas antar..." kata Gerry pada laura, yang dilihatnya diam sedari tadi.
" Lo....gw pulang bagaimana Gerry...." protes Maya dengan genitnya pada Gerry.
" Ngak usah mas,Laura sama teman -teman aja.permisi mas, mba Maya..." ucap Laura yang langsung meninggalkan tempat tersebut.
"Laura pasti sudah salah paham," batin Gerry.
Â
***bersambung***
Â