Is This Love

Is This Love
epi 45 Laura cedera



hai **masih setia dirumah,sama dengan daku masih setia merangkai kata untuk menulis cerita Laura dan Gerry.


Happy Reading ya guys..


Laura berdiri menunggu Gerry didepan butiq seperti yang perintahkan Gerry tadi.


"he cewek buta,hebat banget elu ya bisa dapatkan cowok seganteng itu." tegur Lucia dengan sinis kepada Laura.


Mendengar suara orang yang menegurnya dengan sinis,Laura terkejut sesaat.Kemudian Laura menenangkan dirinya dan tidak menanggapi perkataan orang tersebut.


"Aduh..!" sayang sekali,selain buta dia bisu." Stevi ikut mengejek Laura,dan kedua wanita itu menertawakan Laura.


Lagi-lagi Laura tidak menanggapi semua ocehan kedua wanita tersebut,membuat kedua wanita tersebut menjadi jengkel karena Laura tak meresponnya.


"he buta,elu bodoh ya." ejekan Lucia terus berlanjut,dan tangannya menoel Laura.


"Dah lucia,ntar nangis dia." kata Stevi kepada Lucia untuk menghentikan Lucia menganggu Laura.


Kemudian Lucia dan stevi meninggalkan Laura,sewaktu berjalan dengan sengaja Lucia menyenggol Laura dengan keras.Mengakibatkan Laura jatuh menimpa pot bunga yang berada didepan butiq.


"Aw....!" teriak Laura ketika dia kehilangan keseimbangan,mengakibatkan dia terjatuh.


Melihat Laura terjatuh,kedua wanita tersebut tertawa senangnya dan berjalan meninggalkan Laura.


Gerry dari kejauhan sempat melihat kedua wanita tersebut menyenggol Laura sehingga terjatuh,Gerry menghentikan mobilnya didekat Laura dengan cepatnya dia berlari mendekati Laura yang tergeletak dan tidak bergerak.


"Laura!" Gerry berusaha menyadarkan Laura tetapi Laura tidak juga merespon,tante Sarah yang mendengar ada keributan didepan butiqnya.Menjadi kaget melihat Laura tergeletak pingsan dan dikeningnya keluar darah.


"apa yang terjadi Gerry?" tanya tante Sarah dengan panik.


"Ada dua orang menyenggol Laura tante." beritahukan Gerry.


Dengan cepat Gerry mengangkat Laura,dan membawanya memasuki mobil.


"Gerry,kamu pangku aja Laura.Biar tante yang bawa mobilnya." saran tante Sarah.


"Ya tante." sahut Gerry dan dia masuk ke jok belakang mobilnya,dan Laura terbaring dipangkuannya tidak sadarkan diri.


Dalam perjalanan,tante Sarah melajukan mobilnya dengan kencangnya.Dia tak ingin terjadi apa-apa terhadap calon menantu sahabatnya tersebut.


"Gerry,siapa yang menyenggol Laura?" tanya tante Sarah.


"Gerry juga ngak kenal,tapi sepertinya dia tadi ada didalam butiq tante.Gerry ngak akan melepaskan mereka." suara Gerry penuh dengan kemarahan.


"Nanti kita lihat dari cctv luar dan dalam butiq." beritahukan tante Sarah.


Kemudian mereka sampai ke rumah sakit,dengan sigap Gerry mengangkat Laura menuju UGD dan meletakkan Laura diatas tempat tidur pasien.


"Silakan tunggu diluar pak." Kata suster yang berada diruangan itu.


Dengan berat hati Gerry meninggalkan Laura yang masih pingsan,dan ditemuinya tante Sarah sudah berada diluar ruangan UGD.


"Bagaimana Laura ?" tanya tante Sarah.


Dengan cepat Radit tiba dirumah sakit.


"Apa yang terjadi ?" ketika dia tiba didepan Gerry.


"Radit laporkan ke polisi,penganiayaan yang terjadi terhadap Laura ." kata Gerry dengan penuh emosi.


"Siapa yang melakukannya?" tanya Radit.


Gerry menceritakan apa dilihatnya dari kejauhan tadi kepada Radit.


"ambil rekaman cctv dibutiq tante Sarah,bawa kekantor polisi." kata Gerry.


"ok,bagaimana Laura?" tanya Radit.


"Masih ditangani dokter." jawab Gerry.


Tak lama kemudian,mommy dan daddy Laura tiba dirumah sakit.Kemudian disusul Leo.


"Apa yang terjadi Gerry?" tanya daddy Laura.


Kemudian Gerry menceritakan kembali kronologis kejadian yang menimpa Laura tadi.


"Siapa mereka,apa mereka mengenal Laura?" tanya Leo.


"Saya juga ngak mengenalnya." beritahukan Gerry.


"apa Laura mengenalnya?" mommynya berkata.


"Saya nyuruh Radit untuk melaporkan ke kantor polisi,dan ada juga bukti dari cctv yang ada dibutiq." kata Gerry lagi.


"Ayo Radit kita kekantor polisi,kita kebutiq dahulu mengambil rekaman cctv." kata Leo kepada Radit.


Bersama dengan tante Sarah,Radit dan Leo berangkat menuju butiq untuk mengambil cctv untuk menjadi bukti penganiayaan yang terjadi terhadap Laura.


"Gerry,apa luka Laura parah?" tanya mommy Laura,dia was-was apa lagi yang akan menimpa Laura.


"Gerry juga belum tahu mom." jawab Gerry.


"Tadi dikeningnya,mengeluarkan darah." sambung Gerry lagi.


Mommy dan daddy Laura juga melihat, baju Gerry berlumuran darah cukup banyak.


**Bersambung.


Silent reader pinjam jempol ya tu tekan like ...


makasih...


Happy reading ya**