Is This Love

Is This Love
epi 52. memandang Aurora.



Masa lalu biarlah berlalu,itu yang harus dilakukan.menyongsong masa depan dengan pasti.


"Mas,kenal dengan mbak Jeny?" tanya Laura penasaran.


"Untuk apa nanya itu,ngak penting." jawab Gerry dengan cueknya.


"Habisnya mas cuek aja ngelihatnya,mbak Jeny kaget melihat mas Gerry." kata Laura.


"Mungkin dia terpesona melihat ketampanan suami kamu ini." Gerry membanggakan dirinya didepan Laura.


"Hih..!"banggakan diri sendiri."


"Suami Laura kan ganteng,ngak ngaku ya.Kalau ngak ganteng mana mau Laura kan ." kata Gerry.


"Kita kemana sih mas,jauh jalannya.Perut Laura dah demo."


"Itu sudah dekat." Gerry menunjukkan restoran dialam yang terbuka,yang hanya dilindungi payung besar.Dan sudah lumayan ramai dengan turis.


Gerry membawa Laura duduk dekat dengan danau yang membeku.


Seorang pelayan mendekati mereka untuk memberikan buku menu kemudian pelayan tersebut pergi.


"Mas,pelayannya tidak menunggu pesanan kita?" tanya Laura ketika dilihatnya pelayan tersebut meninggalkan mereka setelah memberikan buku menu.


"Kita diberikan waktu untuk memikirkan menu yang kita mau,setelah itu kita hidupkan lampu ini dan pelayan itu baru datang mengambil daftar pesanan kita." beritahukan Gerry.


"Mas sudah sering kesini?" tanya Laura,karena Gerry sangat lancarnya menerangkannya.


"Mas dulu pernah tinggal setahun di negara ini." beritahukan Gerry.


"kuliah mas?"


" Ngak,ikut kerja di perusahaan papa,itu sebelum mas dirikan perusahaan sendiri."terangkan Gerry.


"Mau pesan apa?" tanya Gerry.


"Bingung mas,aneh namanya." Laura membolak-balik buku menu.


"Svi mau?" tanya Gerry.


"Apaan tu mas?"


"itu kepala kambing yang dipangang." beritahukan Gerry.


"Oh no..!"tu kepala ada matanya,ada moncong kambingnya?" Laura kaget mendengar menu yang disarankan Gerry.


"Yup..." jawab Gerry.


"Mas jangan makan yang aneh-aneh,takut Laura lihatnya." Laura membayangkan moncong kambing.


"Sup ikan aja ya." Gerry menawarkan menu ikan pada Laura.


"Ya,yang pasti jangan kepalanya kambing." tergidik Laura membayangkannya.


Setelah hampir malam,Gerry dan Laura menuju lokasi untuk melihat Aurora borealis.Untuk menuju lokasi dapat ditempuh dengan berjalan kaki,sebenarnya dari penginapan mereka juga dapat menikmati Aurora.Tapi Gerry ingin menikmatinya ditempat yang romantis.


"Betapa indahnya ciptaan Tuhan ya mas." Laura memandang kelangit yang berwarna-warni.


"Lebih cantik kan,orang disamping mas." Laura fokus memandang Aurora,sehingga tidak mendengar perkataan Gerry.


Gerry memeluk Laura dari belakang,dan diletakkannya dagunya dibahu Laura.


"Mas lihat warnanya berganti-ganti,kalau teman-teman Laura tahu bahwa Laura kesini.Mereka pasti iri." kata Laura.


"Hemmh." jawab Gerry.


"Mas,terimakasih sudah bawa Laura kesini." ucap Laura pada Gerry.


"Hanya terimakasih aja." kata Gerry.


"Terus mas mau apa lagi..?"


"Kiss me darling!" bisik Gerry ditelinga Laura.


"Hih mas.." Laura malu mendengar permintaan Gerry.


Gerry membalikkan tubuh Laura,kemudian dia langsung menyambar bibir kenyal Laura.Gerry juga mengigit-gigit kecil bibir Laura sehingga terdengar desahan yang keluar dari mulutnya.


Setelah merasa pasokan oksigen keparu-parunya berkurang,Gerry menghentikan kecupannya.


"Nanti kita lanjutkan." bisiknya.


"Mas ini main sosor aja,malukan." rengek Laura.


"Untuk apa malu,lihat itu banyak orang melakukannya..." Gerry menunjukkan banyak pasangan yang melakukan ciuman di bawah langit yang berwarna-warni.


"Mereka bule mas,adat mereka begitu.Kita orang timur ." Laura masih merasa malu.


"Kita tinggalkan dulu adat ketimuran kita diwaktu honeymoon ya." Kata Gerry dengan mengeluarkan senyumannya.


"Dasar mesum." Laura mencubit perut Gerry dengan gemasnya.


"Aduh sayang sakit." Gerry meringis memegang perutnya.


"He mas,pelan gitu kok sakit sih..!"


"Yang sakit yang bawah,minta dielus." gurau Gerry,membuat wajah Laura bersemu merah.


"Dah ah..Laura mau balik aja." kemudian Laura berjalan meninggalkan Gerry yang masih tersenyum.


"Sayang tunggu,jangan tinggalkan mas disini." Gerry memanggil Laura,dan berlari kecil mensejajarkan langkahnya dengan Laura.


Setelah dapat mensejajarkan langkahnya,Gerry memeluk pinggang Laura dan mereka kembali kepenginapan dan butiran salju turun mengiringi tiap langkah mereka.


**Bersambung


Hai kakak-kakak silakan tinggalkan vote jika berkenan,like dan rate bintang lima ya.trims ya.


Happy reading ya**...