Is This Love

Is This Love
epi 36 Bertemu masa lalu



***Cinta adalah mahligai yang dibangun untuk menciptakan kebahagiaan.


Happy reading ya teman-teman***.


Hari wisuda teman-temannya tiba,Laura menghadiri wisuda teman-teman dengan hati yang gembira.Walaupun ada sedikit rasa sedih, dia tidak dapat mengikuti wisuda bersama teman-temannya.


"Laura,senangnya kami akhirnya kau datang juga!" seru teman-temannya.


Teman-teman seangkatannya yang melihatnya datang ,merasa senang sekaligus sedih melihat keadaan Laura.Mereka semua tahu kecelakaan yang terjadi pada Laura,mereka juga dahulu saling berganti mengunjungi Laura dirumah sakit untuk memberikan motivasi agar Laura tidak patah semangat.


"Laura.. bagaimana keadaan kamu..?" tanya seorang dosen yang datang mendekat,setelah dilihatnya Laura bersama teman-temannya.


"Sehat pak Thomas," jawab Laura.


"Saya belum nyebut siapa saya,kamu sudah tahu ya," kata pak Thomas pada Laura.


"Saya hanya buta pak,suara bapak masih saya ingat," jawab Laura dengan tertawa.


"Kapan kamu lanjut kuliah,sayang kuliah kamu tinggal sedikit lagi," tanya pak Thomas.


"Bukannya saya sudah berhenti pak?" tanya Laura dengan heran,karena setelah kecelakaan itu dia tidak masuk kuliah lagi.


"Abang kamu dulu mengurus cuti kuliah untukmu,karena kamu sakit..," beritahukan pak Thomas.


"Oh ya pak,keluarga saya belum mengatakan pada saya bahwa saya cuti bukan berhenti..," kata Laura.


"Saya harap tahun ini bisa kamu lanjutkan perkuliahanmu,sayang nilai-nilaimu sangat bagus," kata pak Thomas lagi.


"Ya pak akan saya pertimbangkan," jawab Laura.


"Silahkan nikmati kesenangan kalian" kata pak Thomas dan kemudian meninggalkan Laura dan teman-temannya yang masih asyik berfoto.


"Setelah dari sini kita kemana?" tanya Rey pada ketiga teman-temanya.


"Tempat biasa nongkrong,cafe cool!" seru Yosi dengan antusiasnya.


"Gila kamu Yos..!" seru Sinta dan Rey berbarengan.


"WHAT.....!" Yosi kaget dibilang gila oleh Rey dan Sinta.


Laura tahu kenapa Sinta dan Rey mengatakan Yosi gila,karena mengajak mereka pergi ketempat nongkrong waktu mereka selesai pulang kuliah dahulu.


"Ayo kita kesana..?" Ajak Laura juga.


"Nggak apa-apa Laura kita kesana," tanya Sinta,karena dia tak ingin Laura teringat kembali kepada Gerry.


"Maaf beb,aku lupa," kata Yosi yang kemudian memeluk Laura.


"Seperti katamu Yosi bahwa kamu lupa,aku juga akan melupakannya," kata Laura untuk menenangkan temannya tersebut.


"Kita harus memandang kedepan jangan ke masa lalu,masa lalu kita jadikan pelajaran saja," sambung Laura lagi.


"Keren lu beb,ntar lagi bisa jadi penyair lu " goda Rey pada Laura,dan Laura hanya tertawa mendengar godaan Rey.


"Ayolah,kalau lu siap beb..," kata Sinta.


"Kalaupun dekat kantornya,belum tentu ketemukan," kata Rey.


 


 


Setelah tiba di Cafe Cool,mereka duduk dimeja favorit mereka yang belum ditempati pengunjung.


"pesan apa beb?" Sinta menanyakan pesanan Laura.


"Seperti biasa aja,dah lama tidak nyicip," ujar Laura.


Setelah mendapatkan pesanannya masing-masing,mereka menikmatinya sambil bercerita.


"Bisa beb,ngak perlu dibantu?" tanya Yosi yang duduk disebelah Laura.


"Bisa,kalaupun sulit gw harus lakukan biar bisa mandiri," beritahukan Laura pada temannya.


"oh ya,bagaimana urusan lu dah kelar?" tanya Rey.


"Sudah,tinggal bagikan undangan.Kalian datang ya,pameran ini diadakan untuk cari dana buat beli peralatan yang dibutuhkan yayasan" beritahukan Laura.


"Beres Laura,nanti gw bawa rombongan keluarga gw untuk borong tu hasil karya anak-anak yayasan," janji Rey.


"Ok,gw tunggu janji lu ya ," kata Laura tentang janji Rey.


"Kalau undangan dah selesai,beritahukan biar kami bagikan keteman-teman," kata Yosi.


"Terimakasih ya,kalian mau bantu," kata Laura dengan gembira.


Sedang asyiknya bercerita dengan teman-temannya, tiba-tiba suara yang sangat ingin dilupakannya terdengar menyapanya.


"Laura," sapa orang tersebut.


Mendengar suaranya,tangan laura menegang dan jemarinya mencekram bibir meja dengan kencang.Begitu juga dengan teman-temannya yang cukup kaget dengan kehadiran kedua orang yang ingin dilupakan Laura.


"He mas Gerry,mas Radit.apakabar mas?" Rey menyapa kedua orang tersebut,setelah menghilangkan rasa keterkejutannya.


" Kalian bagaimana?" Radit kembali bertanya pada Laura dan teman-temannya.


"Sehat mas..," sahut Rey.


Gerry masih terfokus menatap Laura yang duduk didepan dia berdiri.


"Laura apa kabar ?" Gerry menyapa Laura dan mengulurkan tangannya.


Melihat Gerry mengulurkan tangannya,Yosi yang berada di sampingnya memberikan tanda agar Laura mengulurkan tangannya.


"Baik..," jawab Laura singkat,dan dia mengulurkan tangannya tapi dia tidak melihat kearah Gerry.Gerry mengambil tangan Laura untuk bersalaman,dengan cepat Laura menarik tangannya.


"Begitu menyakitkan kata-kataku dulu sehingga kau tidak ingin melihatku," batin Gerry.


Melihat Laura tak ingin memandang Gerry,Radit berusaha mencairkan suasana.


"Kalian merayakan apa,begitu cantik dan ganteng?" tanya Radit.


"Kami selesai wisuda mas," lagi-lagi Rey yang menjawab pertanyaan mereka.


**Next


jempol...jempol silakan like ya trims**