
***Hai apa kabar friend...
sehat semua
jumpa lagi dengan cerita Laura...
Happy reading...😘😘***
Hari ini hari terakhir ujian,Laura dan teman teman berencana untuk mengadakan liburan.
" Kemana kita..?" tanya Yosi kepada ketiga temannya.
" Naik gunung yok..." usul Rey.
" Ogah......!!" ucap Laura berbarengan dengan Yosi dan Sinta.
"Nanti temu setan dan binatang buas...ih...!" seru Sinta.
" Nga bisa mandi lagi,mau mandi dimana ayo.....?"tanya Laura.
" Mandi di sungai..." kata Rey yang berusaha terus, agar teman-temannya mau menerima usulnya untuk mau naik gunung.
" Ogah...!" mandi di sungai,ntar ada buaya dah gitu dingin airnya...ih..." ujar Laura seraya membanyangkan suasana sungai yang penuh buaya yang akan menerkamnya.
" Usulmu di delete..." kata Laura.
" Jadi kemana ,naik gunung kan seru..." pujuk Rey lagi.
" Seru apaan..." kata Yosi.
" Serulah !" tidur di alam terbuka, coba pasti nagih kalian..." kata Rey lagi.
" Lagi bobok cantik ,tahu-tahu datang tu macan ditariknya kita ke hutan.Pulang-pulang tinggal nama kita..." kata Sinta.
" Ke villa aja Laura ,dah lama kita tak kesana..." ucap Sinta.
" Iya Laura,villa keluarga elo kosong kan...?" tanya Yosi.
" Ya kosong ,emang lo pikir villa gw disewakan..." celetuk Laura.
" Seru juga bisa surfing gw..." ucap Rey yang mengetahui bahwa villa Laura di pinggir pantai.
" Moga-moga Daddy izin,kalau kak Leo ngak ikut...." ujar Laura.
" Ajak saja kakak Leo..." kata Rey.
" Kak Leo lagi banyak sidang..." kata Laura.
" ntar gw pujuk Daddy biar kasih izin tanpa kak Leo ikut..." kata Laura.
kita beralih ke Gerry dulu.
Gerry masih fokus ke laptopnya,sesekali dia mengerutkan keningnya dan memijat-mijat keningnya.
ketika Radit mengetuk pintu ruangannya dan masuk,Gerry tetap fokus menatap laptopnya tanpa menoleh kearah Radit.
" Gerry nih,perincian yang lo minta..." Radit menyerahkan berkas yang dibawanya tadi pada Gerry.
" thanks..." kata Gerry.
" Elo..serius amat,istirahat bro ntar putih tu rambut..." ledek Radit.
Gerry mengalihkan pandangannya dari laptop dan melakukan perenggangan karena dia merasa otot-ototnya kaku setelah lama duduk didepan laptop.
" Biasa saja..." ucap Gerry.
" Elo berminat ngak...?" selidik Radit sembari memandang raut muka Gerry dengan seksama.
" Baru ketemu sekali..." kata Gerry.
" Dua kali bro..." ucap Radit.
" Yang sekali tidak ngobrol hanya sepintas..." ucap Gerry lagi.
" Tapi anaknya lucu dan imutnya..." kekeh Radit.
Gerry juga tertawa mengingat kejadian dirumah Bagus Permana, ketika dia dan Radit di undang makan hari minggu lalu.
\ flashback\
" Kak Leo suka sekali ya buat malu Laura..." dengan mencembrutkan bibirnya.
" Kakak bukan mempermalukan dek..." ujar Leo lagi.
" Terus apa namanya ini ,nunjukkan hasil kerja Laura..." kata Laura dengan wajah kesal.
" Biar tahu tu calon adik ipar,bahwa calon bininya nga bisa motong buah..." goda Leo lagi.
" Kakak...." rajuk Laura.
" Nga...pa-pa ,masih bisa dimakan.Malah sepertinya makin manis buahnya..." ucap Gerry sembari mencomot sepotong melon dan memasukan kemulutnya.
Radit juga mengikuti perbuatannya Gerry dengan mencomot sepotong melon dan memakannya
" hu...manis sekali seperti di tambah gula..." ujarnya Radit dengan tersenyum.
Melihat perbuatan Gerry dan Radit,daddy mommy dan Leo tertawa.
Laura hanya menunjukkan wajahnya yang mesem.
**flashback end**\
" Sepertinya bro,hidup lu akan penuh dengan warna .Jika Laura jadi bini lu..." kekeh Radit.
" Buset...lu..." kata Gerry.
" Kapan rencana elu ngajak Laura ngedate...?" tanya Radit.
" Ntar dulu masih sibuk ni dengan schedule..." kata Gerry
" lu mah repot terus,liburan bro..." ujar Radit.
***bersambung guys
happy reading friends***......