
stay at home ya friends,agar covid-19 cepat berakhir dan kita dapat beraktifitas normal kembali.
" Sekarang tugas gw sudah selesai,Gerry ingat ini kantor,jangan main nyosor aja....." goda Radit,membuat Gerry melempar Radit dengan pulpen.
" Sudah keluar sana,ganggu aja...!" usir Gerry
" Ngak butuh lagi,gw di usir.." ujar Radit
" Terimakasih mas Radit.." ucap laura pada Radit.
" Sama-sama princess,jangan mau ya kalau di sosor Gerry.." Radit menggoda Laura,membuat Laura menjadi salah tingkah karena godaannya.
" Radit..keluar..!" seru Gerry
" Oke boss,ntar ngak nurut gaji gw dipotong.... ," ujar Radit sebelum keluar ruangan Gerry.
Setelah Radit keluar,tinggallah Gerry dan Laura dalam kebisuan
Gerry menggeser duduknya mendekati Laura,membuat Laura salah tingkah dan jantungnya berdebar tak beraturan.
Dag..dig...dug
" Aduh...,jantung gw..bisa pingsan gw ni ," suara hati Laura yang merasakan jantungnya berdebar tak menentu.
Gerry terus memandangi raut muka Laura,Gerry tahu bahwa Laura merasa malu tapi dia terus menatapi Laura.
Gerry senang melihat Laura salah tingkah dan mukanya yang merona membuat Laura semakin memikat
" Apaan sih mas,lihat terus..!" seru Laura
" Mas suka lihat wajah malu Laura.." goda Gerry
" Ah.. Laura mau pulang ini.. ," ujar Laura seraya bangkit dari duduknya.
Melihat Laura bangkit dari duduknya,dan berkata ingin pulang.
" He...nanti dulu..!" seru Gerry dengan menarik lengan Laura,menyebabkan Laura terjatuh ke pangkuan Gerry.
" Mas...!" seru Laura kaget,dan dia berusaha bangkit dari pangkuan Gerry tetapi Gerry menahannya tetap berada dipangkuannya.
" Mas lepasin,malu.Nanti ada yang lihat.." bisik Laura.
" Ntar dulu,mas mau jawabannya..?" kata Gerry.
" Jawaban apa..? pertanyaan dulu mas.." ujar Laura.
" Jawaban waktu liburan di villa.." perjelas Gerry
" Belum seminggu,dua hari lagi baru seminggu.." balas Laura menolak memberikan jawaban yang di tunggu Gerry.
" Apa beda nunggu dua hari lagi,mas mau sekarang ," kata Gerry yang makin memeluk pinggang Laura dengan erat.
" Ya,tapi lepasin Laura dulu.." katanya
" Bener ya ,jangan bohong.Kalau bohong hukumnya lebih berat ," ancam Gerry
Gerry mendudukkan Laura di sisinya kembali,dan dia menunggu jawaban yang akan diberikan Laura.
" Bagaimana Laura, terima perjodohan ini..?" tanya Gerry.
" Laura belum tanya Daddy dan mommy.." ujar Laura
" Laura,om dan tante yang menjodohkan kita.Mereka pastilah senang.." kata Gerry dengan menatap Laura
"Walaupun tidak dijodohkan,mas juga suka jika kita bertemu." sambung Gerry.
Laura memandang Gerry dan kemudian menganggukkan kepalanya,tanda dia menerima.
Melihat Laura menerima perjodohan tersebut,Gerry merasa senang dan menakup wajah Laura.
Gerry mendekatkan wajahnya ke wajah laura,kemudian memberikan kecupan di kening Laura dan berkata.
Wajah mereka berdua masih berdekatan,kemudian Gerry memberikan kecupan di bibir mungilnya. Laura menjadi kaget dan mukanya bersemu merah.
" Mas ini first kiss ku ya.." ujar Laura dengan malu
" Bahagianya mas jadi yang pertama mencicipi bibir ini.." ucap Gerry sembari mengusap bibir Laura
Kemudian Gerry mencium Laura lagi,dan ciuman ini lebih lama dari first kiss.
Gerry memangut bibir Laura dan dia juga melakukan tindakan sedikit nakal dengan memberikan gigitan..gigitan kecil di bibir Laura,Gerry tahu balasan dari Laura yang kaku karena belum berpengalaman.
Tiba tiba pintu terbuka,dan orang yang membuka pintu tersebut berteriak,melihat adegan yang sedang dilihatnya.
" Upsss......sorry bro..!" seru Radit.
Mendengar teriakkan Radit,pangutan keduanya terlepas.Laura merasakan malu karena kepergok Radit,menyembunyikan mukanya dipunggung Gerry.
" Buset...elu kalau masuk ketuk dulu.." peringatkan Gerry
" Biasanya gw ngak ketuk pintu,mana tahu lagi ada adegan..adegan...." ledek Radit membuat Laura semakin malu.
" Sudah...,mau apa kesini..?" tanya Gerry
" Jam makan siang boss,dah lewat ni ," kata Radit dengan menunjukkan jam yang melingkar ditangannya.
Gerry melihat jam tangannya,dan jamnya menunjukkan waktunya jam makan siang dah lewat.
" Laura pasti sudah lapar ya..?" tanyanya kepada Laura yang berdiri dibalik punggungnya.
Dilihatnya muka Laura masih bersemu merah,membuat dia masih merasa jengkel kepada Radit.
" Sudah ngak usah malu ," ujar Gerry seraya menarik Laura agar berdiri disisinya.
" Maaf Laura ngak usah malu,adegan begitu dah biasa.." gurau Radit untuk mencairkan suasana agar Laura tidak malu lagi.
" Apa...!" maksud mas Radit,mas Gerry dah biasa cium cewek dikantornya ?" tanya Laura dengan perasaan yang kaget.
" Gila...lu Radit,kapan gw gituin cewek diruangan gw.." ujar Gerry jengkel dan sedikit emosi
" Sorry Laura,maksud gw bukan Gerry dah biasa ngelakuin itu di sini.." jelaskan Radit
" Terus maksudnya apa ?" tanya Laura penasaran
" Itu adegan ciuman dah biasa kita lihat dimana saja,ngak usah malu-malu lagi jika kepergok.." jelaskan Radit
" Tapi Laura ngak pernah,dah gitu kepergok mas Radit lagi.." kata Laura dengan polosnya.
" Sudah ngak perawan lagi tu bibir.." goda Radit.
" Baru bibir,belum yang lain.." sahut Gerry dengan menggodanya.
"Ayo makan..," ajak Gerry
" Masih lapar,dikira dah kenyang oleh yang lain..," gurau Gerry
Gerry tidak menggubris ledekan Radit,Dia meraih jemari Laura dan menggandengnya keluar ruangannya.
" Wow...tunggu,main tinggal aja.." ujar Radit,sembari mensejajarkan langkahnya dengan Gerry dan Laura.
💘***bersambung*** 💘
\*HAPPY READING📖📖*\\