Is This Love

Is This Love
epi 30 Kembali yang hilang



Mari kita lanjutkan kisah Laura dan Gerry ya teman teman.


happy reading 😘😘😘


Mereka sampai dimana Radit di rawat,mereka menuju ruangan Radit.Daddy Laura membuka pintu ruangan Radit.


Radit menoleh kearah pintu yang terbuka,ketika dilihatnya Om Bagus yang datang beserta Laura dan mommynya.


" Bagaimana Radit ?" tanya Daddy pada Radit.


"Beginilah Om ," jawab Radit dengan perasaan yang sedih.


"Laura,Gerry pasti selamat ," ujar Radit ketika dilihatnya pandangan Laura yang kosong tidak bercahaya.


"Mas Radit,betulkah!" mas Gerry akan kembali?" tanya Laura pada Radit.


" ya,Gerry pasti kembali.Mungkin dia terbawa arus sungai,Gerry itu perenang handal," Radit memberikan semangat pada Laura bahwa Gerry akan ditemukan kembali.


 


\\


 


Sudah seminggu Gerry belum diketemukan juga,keadaan Laura semakin memperihatinkan.Dia hanya duduk melamun,teman-teman datang untuk menghiburnya.Tapi kedatangan teman-temannya juga belum dapat menghibur dirinya dari rasa kehilangan Gerry.


"Mas,kembalilah," suara batinnya yang lirih memohon agar Gerry kembali.


Di waktu malam ketika orang-orang sudah terlelap dalam tidur,Laura masih terbuka matanya.


Dia mengingat janji Gerry untuk menjemputnya di kampus.


"Kenapa mas ingkar janji,mas bohong ," suara lirihnya terdengar dikehingan malam.


"Mas,Laura rindu,"ucapnya lagi


Tok..tok....tok...


"Laura....dek...!" suara kak Leo terdengar dari luar kamarnya.


Suara ketukan semakin kuat begitu juga dengan suara kak Leo memanggil Laura juga semakin keras.


"Laura..!" bangun...!" gedoran di pintu semakin keras terdengar.


Pintu kamar Laura terbuka,dan muncullah seraut wajah yang sayu dan mata yang sembab.


"Cepat dek bersiap !" perintah Leo pada Laura .


"Mau kemana sih kak?" malam-malam begini ," tanya Laura dengan suara yang serak habis menangis.


"Tadi ada telepon dari Radit,Gerry sudah diketemukan!" beritahukan Leo dengan perasaan yang gembiranya.


Mendengar bahwa Gerry sudah berhasil diketemukan,wajah Laura yang tadinya muram berubah menjadi cerah dan bersemangat.


"Ayo kak !" seru Laura yang langsung melangkahkan kakinya menuju keluar kamarnya.


"Cepat ganti baju,Daddy dan Mommy juga sedang ganti baju," perintah Leo sembari mendorong Laura kembali masuk kedalam kamar.


\*\*\*\*


Ketika tiba di Rumah Sakit,orang tua Gerry sudah berada disana.Dan Gerry sedang dalam pemeriksaan oleh dokter.


Setelah selesai pemeriksaan oleh dokter,mereka baru di diizinkan menemuinya.


Dengan cepat Laura membuka pintu ruangan tempat Gerry dirawat,dan dilihatnya sesosok tubuh yang penuh dengan bekas luka yang sudah mengering.Dan kedua kaki Gerry di gips, begitu dengan tangan sebelah kirinya juga di gips.


"Mas...!" seru Laura dengan berlari dan langsung memeluk Gerry yang sedang tertidur karena efek dari selesai operasi.


"Laura sabar sayang ," kata mama Gerry sembari mengelus pundak Laura yang sedang memeluk Gerry sambil menangis.


"Gerry ngak apa..apa sayang ,"hibur mommynya untuk menenangkan Laura yang masih terus menangis.


"Gerry ngak apa..apa,sebentar lagi dia sadar.Karena baru selesai operasi pemasangan gips,efek obat bius masih ada ," terangkan papa Gerry.


"Sudah ya sayang,kita tunggu Gerry bangun," ujar mommynya.


"Bagaimana ceritanya,siapa yang menemukan Gerry Om..?" tanya Leo pada papanya Gerry.


"Ada seorang pemancing melihat orang tergeletak di bebatuan,kemudian dia mendekat dan dilihatnya masih bernafas,dia tak berani mengangkatnya," cerita papa Gerry.


"terus bagaimana Gerry bisa sampai sini ?" tanya Daddy Laura.


"Seorang pemancing kembali ke desa melaporkan ke polisi dan yang seorang menunggu Gerry ditempat," sambung papa Gerry lagi.


"Kita harus mengucapkan terimakasih pada mereka," kata mama Gerry.


"iya jeng,besok kita temui mereka kerumahnya ," kata mommy Laura yang mengusulkan agar bersilahturahmi ke Rumah orang yang telah menyelamatkan Gerry.


Setelah hampir subuh,barulah Gerry tersadar dari efek obat biusnya.Pertama kali wajah yang dilihatnya adalah Laura yang tertidur di sampingnya.


"Laura..Laura..," Gerry berusaha mengelus rambut Laura dengan tangannya yang tidak tergips.


Laura terbangun,ketika didengarnya ada suara yang lirih memanggil namanya.


Laura mengangkatkan kepalanya,dan dilihatnya Gerry sudah tersadar.


"Mas...!"teriakkan Laura membuat orang tuanya,


yang berada diluar kamar masuk kedalam kamar.


"Akhirnya kamu kembali,son..!" seru papa Gerry dengan gembira


"Lihat tunanganmu,menunggu terus,mewek terus kerjanya ," Leo menggoda Laura yang terus berada di sisi Gerry yang tidak mau beranjak dari samping ranjang Gerry.


Laura tidak menanggapi godaan Leo seperti biasanya,matanya masih terfokus menatap Gerry.Seolah-olah dia takut Gerry raib dari pandangannya,dan ini semua hanya mimpi dan jika dia berkedip mata semua hilang.


\*\****Next*** \*\*


Hai teman-teman pinjam jempol untuk ngelike trims ya...