Is This Love

Is This Love
epi 46 Ada apa dengan Laura



**Hai sebelumnya ya gw butuh dukungannya ya.


like ya kakak,mas,ayah-bunda dll


makasih atas dukungan semua penghuni surga dihati penulis😘😘


Happy reading**..


"Bagaimana dokter,dengan keadaan putri saya?" tanya daddy Laura,kepada dokter yang menanganinya.


"Keadaan putri anda tidak apa-apa,hanya mengalami benturan di keningnya." beritahukan dokter tersebut.


"Bagaimana dengan matanya dok?" mommynya bertanya juga.


"Kenapa dengan matanya?" tanya balik dokter itu.


"Dua tahun yang lalu,putri saya mengalami kecelakaan.Dan terjadi benturan dikepalanya mengakibatkan terjadinya kebutaan." beritahukan daddynya.


"Tetapi menurut dokter bahwa kebutaannya sementara,kemungkinan karena ada pendarahan dikornea." sambung daddynya.


"Kecelakaannya 2 tahun yang lalu ya pak..?" tanya dokter itu.


"Ya dokter,saya takut kebutaan putri saya jadi makin parah." suara mommynya Laura lirih,dan dia sudah menangis.


Melihat istrinya yang sudah menangis,daddy Laura menenangkannya.


"Sudah,jangan nangis.Kita doakan saja Laura tidak apa-apa." ujar daddynya Laura.


Gerry semakin menjadi menyalahkan dirinya atas kebutaan yang dialami Laura,jika dulu dia tidak memutuskan secara sepihak pertunangannya.Laura tidak akan mengalami kecelakaan tersebut.


"Maafkan aku Laura." batin Gerry,dan pandangannya berada disatu kamar, dimana gadis yang dicintainya terbaring.


"Nanti kita lihat,tunggu putri anda sadar dulu." kata dokter tersebut.


"Kapan kami bisa menjenguknya dok..?" mommy bertanya.


"Tunggu dipindahkan keruangan ." terangkan dokter itu.


"Kalau tidak ada pertanyaan lagi,saya permisi bu,pak." kata dokter yang kemudian kembali masuk keruangan dimana Laura berada.


 


 


"Laura,bangun sayang." mommy mengelus pipi Laura untuk membangunkannya.


Laura tidak merespon panggilan dari mommynya,membuat mommynya menjadi menangis.


"Mas bagaimana ini,sudah 2 jam kenapa belum bangun?" tanya mommynya dengan muka yang panik.


"Kata dokter tadi,itu efek dari obat bius mommy mertua." beritahukan Gerry.


Mendengarkan penjelasan Gerry,perasaan mommynya sedikit lega.


"Gerry belum ada kabar dari Radit dan Leo?" tanya Daddy Laura.


"Tadi Radit beritahukan,mereka sedang menuju kekantor polisi." beritahukan Gerry tentang kabar Radit dan Leo.


"Heran ya itu perempuan,enak aja bully anak orang." gerutu mommynya Laura dengan perasaan yang jengkel.


"Kamu memang tak mengenali orang tersebut Gerry?" tanya Daddynya Laura.


"Tidak,apa dia teman kampus Laura?" tanya Gerry balik.


"Coba tanya teman-teman Laura?" kata mommynya.


Gerry mengeluarkan handphonenya dan mengirimkan pesan kepada temannya Laura.


 


\*


 


"Laura kenapa om?" tanya ketiga temannya secara bersamaan.


"Tadi ketika keluar dari butiq,ada orang menyenggol Laura.Sehingga Laura terjatuh." cerita Gerry.


"Waktu kuliah dulu,apa Laura punya musuh?" tanya Daddynya.


"Sepertinya tidak ada,Laura sangat disukai dilingkungan kampus." beritahukan Rey.


"Siapa mereka,ingin tinju mukanya..!" seru Yosi mengandung emosi.


"Tenang Yosi,kita serahkan sama pihak berwajib.Kalau kita main hakim sendiri,apa beda kita dengan mereka." Sinta menenangkan Yosi yang emosi.


Tak kemudian datang Radit dan Leo yang kembali dari kantor polisi,untuk melaporkan penganiayaan yang diterima Laura.


"Bagaimana Leo?" tanya Daddynya.


"Sudah kami laporkan Dad,bukti cctv juga kami berikan pada polisi." beritahukan Leo.


"Seperti perempuan itu cemburu pada Laura." cerita Leo.


"Cemburu karena apa ?" tanya mommynya.


Leo dan Radit hanya diam,dan pandangan beralih menatap Gerry.Menerima tatapan Radit dan Leo kepada dirinya,Gerry menjadi heran.


"Apa..?" tanya Gerry dengan heran dan penasaran.


"Sepertinya perempuan itu menyukaimu Gerry." kata Radit.


"WHAT...!" sumpah Daddy mertua,saya tak mengenal mereka." ucap Gerry dengan cepat karena takut dituduh menghianati Laura.


"Karena kamu tak menanggapi mereka,membuat mereka cemburu pada Laura." jelaskan Leo.


Gerry menghela nafas dengan leganya,karena terbukti dia tak menghianati Laura.


"Gerry,kenapa kau tak menolong perempuan yang jatuh didepanmu ketika berada didalam butiq.Kami melihatnya dari cctv." kata Radit.


"Perempuan jatuh,aku tak melihatnya." beritahukan Gerry lagi.


"Karena sewaktu dia jatuh,disitu Laura keluar menggunakan baju pengantin.Jadi pandanganmu hanya terfokus pada Laura." beritahukan Leo.


"terus apa hubungannya dengan dia menyenggol Laura?" tanya Gerry.


"Mungkin dia sakit hati,karena kamu terlalu fokus ke Laura dan tidak menolongnya." kata Leo lagi.


"Sepertinya jatuhnya itu cuma pura-pura,sepertinya mereka mencari perhatianmu.Ngak tahu mereka kamu sudah jadi bucin Laura." ledek Radit.


"Tandanya aku ngak salah tidak menolongnya,mereka cuma pura-pura."kata Gerry.


"Gila ya,untuk mengharapkan perhatian beraninya berpura-pura." gerutu Daddynya.


"Jaman sekarang ngak heran om,banyak gadis-gadis melakukannya." sahut Radit.


"Kami ngak ya om!" seru Yosi spontan.


"Ya,kalian anak baik." kata Daddy Laura dengan menatap kepada teman putrinya tersebut.


"Kenapa lama sekali Laura bangunnya sih?" Sinta bertanya.


"Ya nih..!" mas tanya dokter." mommynya khawatir karena Laura belum sadar juga.


 


**Bersambung


 


terimakasih ya yang sudah ngasih likenya.