Is This Love

Is This Love
epi 50. Honeymoon



**kemana Gerry membawa Laura honeymoon,apa yang terjadi di honeymoon mereka.Ikutilah kisahnya Laura dan Gerry.


Happy Reading teman-teman**.


Karna terlalu letih dengan resepsi, dalam perjalanan menuju bandara Laura tidak dapat lagi menahan kantuk.Sehingga dia tertidur dalam pelukan Gerry.


Gerry yang tak tega membangunkannya,lalu menggendong Laura kedalam pesawat dan membaringkan diranjang yang ada didalam pesawat.


"Tidurlah my wifey." Gerry mencium kening Laura sebelum dia meninggalkan nya untuk duduk dibangkunya.


Setelah menempuh perjalanan melalui udara selama hampir 22 jam nonstop,akhirnya mereka tiba di Islandia.Laura yang dalam perjalanan kebanyakan tidur dari pada bangunnya, sehingga sampai di Islandia. Laura dalam keadaan segar bugar.


"Mas kita kemana sih,kok lama banget dipesawat?" tanya Laura ketika hendak keluar dari pesawat.


"Baca aja itu." Gerry menunjukkan nama bandara,agar dibaca Laura sendiri.


"Bandara udara Internasional Keflavik." Laura membaca tulisan yang disarankan Gerry tadi.


"Mas,kita berada di Islandia?" tanya Laura dengan tidak percaya,karena dia memang ingin sekali mengunjungi negara ini.


"Yup." Gerry mengiyakan pertanyaan Laura.


Mendengar Gerry mengiyakan pertanyaannya tadi,Laura spontan memeluk Gerry sembari berteriak kegirangan.Seperti anak kecil menerima permen.


"Mas,darimana tahu.Bahwa Laura ingin sekali mengunjungi negara ini untuk melihat Aurora?" Laura penasaran karena Gerry mengetahui keinginannya untuk melihat Aurora.


"Rahasia!" seru Gerry sembari membawa Laura memasuki mobil yang menjemput mereka.


"Mas,siapa yang ngasih tahu.Jangan-jangan mas diam-diam masuk kamar Laura ya,terus baca buku diary Laura." tuduh Laura kepada Gerry.


"His main tuduh aja,mas mana tahu Laura suka nulis diary." elak Gerry atas tuduhan Laura.


"Terus,mas Gerry tahu dari mana?" Laura terus menanyakannya.


"Emang mesti tahu ya,mas tahu dari mana?" tanya Gerry pada Laura.


"Ngak mesti,cuma Laura penasaran aja." jawabnya.


"Mas tahu dari Laura sendiri." kata Gerry.


"Kapan Laura bilang,rasanya ngak pernah." Laura mencoba untuk mengingatnya.


"Mas,kita nginap dimana?"tanya Laura antusias.


"Kita akan melihat Aurora Borealis dari spot Seltjarnarnes di Reykjavik." beritahukan Gerry pada Laura.


"Kita akan tidur dibawah tarian Aurora,romantisnya." gumannya.


"Tahu ngak mas,selain Islandia.Alaska juga tempat ngelihat Aurora." cerita Laura.


"Honeymoon tahun depan kita kesana." janji Gerry.


"Honeymoon kok tiap tahun." ujar Laura.


"Ngak pa-pa,tiap bulan juga boleh.Apalagi kalau ini belum berisi." bisik Gerry ditelinganya Laura dan tangannya mengusap perut ramping Laura,membuat raut wajah Laura menjadi merah merona.Dan semakin cantik dimata Gerry.


"Jangan malu begitu,mas makin ngak tahan." goda Gerry.


"Mas Gerry,malu ah..!" nanti supir dengar.


"Biarin dia dengar,ngak ngerti juga dia bahasa kita." kekeh Gerry.


"Hih..." Laura mencubit pinggang Gerry dengan gemasnya.


"Aduh!"sakit,awas ya ntar malam mas balas." ujar Gerry.


Mendengar ancaman Gerry,Laura melirik Gerry dengan senyuman misterius.Sepertinya ada yang dipikirkan Laura sehingga dia tersenyum.


"Dingin ya mas." Laura mendekatkan tubuhnya kebadan Gerry untuk mendapatkan kehangatan."


"Laura,matanya ngak sakitkan?" tanya Gerry dengan was-was.


"Ngaklah mas,kenapa kok tanya mata Laura.Ada yang tidak Laura ketahui ya?" selidik Laura.


"Ngaklah sayang,mas heran aja.Laura bilang dingin,apa Laura nggak lihat sepanjang perjalanan putih-putih itu apa." tunjuk Gerry melalui jendela mobil.


"Salju..!" pekik Laura.


"Laura ngak perasan tadi,karena gembiranya mau melihat Aurora." beritahukan Laura dengan tersipu malu.


**Bersambung**