
happy reading bersama Laura and Gerry guys..
Ketika Gerry berkeliling melihat proyek pembangunan hotel ,Laura mengikutinya dari belakang dan dia juga begitu antusias mendengar penjelasan Gerry.
Laura juga takjub melihat lokasi pembangunan hotel tersebut, yang langsung menghadap ke lautan luas dan didepan bangunan hotel tumbuh pohon kelapa berderet.
" Indah banget lokasinya mas..." ucap Laura pada Gerry.
" Disitu nanti dibangun kolam renang yang berhubungan langsung kelaut lepas..." tunjuk Gerry kearah kanan Laura.
" Mas, sungguh beruntung dapat tanah disini..." ucap Laura.
" Masih murah mas beli dulu..." kata Gerry.
" Ini hotel akan mas kelola sendiri, apa akan di jual...?" tanya Laura.
" Karena prospek tempat wisata yang akan makin berkembang di daerah sini, akan mas kelola sendiri..." jawab Gerry.
" Betul mas, sepertinya tempat ini prospeknya cerah..." kata Laura yang terus memandangi keindahan tempat dibangunnya hotel tersebut.
"Senangnya mas ini , sepertinya Laura sudah bisa jadi pendamping mas ini ." goda Gerry.
"Mas Gerry, goda Laura terus ya." terlihat wajah merona Laura.
Kemudian datang seorang laki laki membawa kelapa muda dan menyerah kelapa muda tersebut kapada Laura dan Gerry.
" Asyik ya..." kata Laura dengan menerima kelapa muda tersebut dan langsung meminumnya.
" Haus ya..." ujar Gerry dengan tertawa melihat Laura minum kelapa mudanya tanpa jeda.
" Banget..." kekeh Laura.
" Sudah lapar belum...?" tanya Gerry pada Laura.
" Belum mas, hanya haus..." Jawab Laura.
" Nanti balik dari sini kita cari rumah makan yang enak..." kata Gerry.
Gerry mengajak Laura untuk turun ke pantai, Laura berlari-lari kecil menghindari ombak yang seakan-akan terus mengejarnya. Laura sangat bersemangat bermain air.
Gerry hanya tersenyum melihat tingkah lucu Laura saat bermain air.
Â
🕊🕊
Â
Ketika kembali menuju villa, Laura banyak bercerita tidak seperti perginya tadi dia lebih banyak membisu.
" Kita makan dulu ya..." kata Gerry yang lalu menghentikan mobilnya ,direstoran yang berada ditepi pantai.
kemudian Gerry dan Laura memasuki restoran tersebut.
Seorang pelayan mendatangi tempat duduk Laura dan Gerry.
" Mau pesan apa mas dan mbanya...?" tanya pelayan tersebut.
" Laura makan apa...?" tanya Gerry.
" Laura ngak mau makan nasi mas..." jawabnya.
" Nanti lapar, makan sedikit aja ya..." kata Gerry.
" Laura mau gado-gado..." kata Laura.
"Gado-gado dan cumi goreng ada...?" tanya Gerry pada pelayan tersebut.
" Ada mas, udang goreng asam manis menu favorit disini mas.." tawarkan pelayanan tersebut.
" Udang juga ya...." kata Gerry.
" Minumnya...?" tanya Gerry pada Laura.
" Jeruk aja..." ucap Laura.
"jeruk dua ya,itu aja mbak...." kata Gerry kepada pelay an yang mencatat pesanan mereka.
" Mas mau lanjutkan tentang yang kita bahas di mobil tadi..." kata Gerry setelah pelayan tersebut pergi meninggal meja mereka.
" Tentang apa mas...?" tanya Laura, karena lupa apa yang mereka bahas tadi saat dimobil.
" Oh itu.." Laura hanya berkata singkat saja membuat Gerry gemas.
" kok hanya oh itu aja..?" tanya Gerry.
" Laura harus bilang apa...?" tanya Laura.
" Mas tanya Laura sudah punya pacar...?" selidik Gerry.
" Boro...boro pacar, teman cowok hanya Rey doang. habisnya kak Leo dan Daddy galak...." ucap Laura sewot.
" Itu karena kak Leo dan Daddy Laura sayang, takut nanti Laura disakitin para pria..." kata Gerry.
" Terus mas Gerry sudah punya pacar...?" tanya Laura.
" Sudah..." jawab Gerry.
Mendengar Gerry mengatakan sudah memiliki pacar , raut muka Laura menjadi berubah. Tiba-tiba Laura merasa ada rasa tak enak di dadanya, mendengar kalimat Gerry.
Melihat perubahan diraut mukanya Laura, muncul senyuman disudut bibir Gerry.
" kamu ngak tanya tentang pacar saya....?" goda Gerry sambil menatap Laura yang pura-pura melihat handphonenya dan mengutak-atik.
" Untuk apa, emangnya gw kenal......" ucap Laura dengan sedikit jutek.
" Kenal sekali..." kata Gerry yang terus tersenyum.
" Siapa....?" tanya Laura penasaran.
" Ini mas lagi mandang wajahnya di handphone mas , karena wajahnya sudah menjadi wallpaper di handphone ini. Setiap mas membuka handphone wajahnya yang pertama terlihat ." kata Gerry dan mata Gerry melihat handphonenya.
" Selamat ya mas ." ucapan diberikan Laura kepada Gerry.
" Laura tidak ingin lihat pacar mas ?" mata Gerry melihat Laura dengan instennya.
" Tidak, untuk apa ? Laura tidak ada keinginan untuk nambah teman ." ucap Laura sembari meminum pesanannya yang sudah datang.
"Mungkin Laura kenal dengannya ." kata Gerry, dan terlihat senyum tipis dibibir Gerry.
"Emang pacar mas Gerry artis ya ?" tanya Laura .
" Bukan artis sih, tapi kecantikannya tidak kalah dari artis." ucap Gerry lagi.
"Laura tidak berminat dan tidak ingin kenal ." ujar Laura.
" Ayo lihat, siapa pacar mas ." Gerry menyodorkan handphonenya kepada Laura, tapi Laura menolak untuk melihatnya.
" Ayo lihat..!" Gerry memaksa Laura untuk melihat wallpaper handphone.
" Gambar orang yang ada dalam handphone itu pacar mas..." bisik Gerry dengan suara yang cukup lembut.
Laura melihat foto gadis yang menatap lautan, dan gambar gadis tersebut adalah gambarnya.
"Ini foto Laura ?"
"Iya, itu pacar mas ." ujar Gerry sembari tersenyum.
"Ini foto di villa ." ujar Laura, setelah menyadari bahwa foto itu diambil saat mereka baru saja tiba di villa.
" Mas serius Laura,mas harap Laura mau jadi kekasih mas..." kata Gerry lagi.
" Laura tanya Daddy dulu.." jawab Laura yang masih tersipu malu.
" Daddy kamu setuju..." ujar Gerry.
" Laura pikir dulu..." jawab Laura.
" Mas kasih waktu tiga hari..." kata Gerry.
" Cepat kali mas..." karena diberikan waktu berpikir tiga hari oleh Gerry.
" Seminggu, ngak bisa tawar lagi..." ucap Gerry.
Â
***bersambung dolo***
Â