
***Cinta tak selamanya indah,kadang-kadang ia mempunyai warna warni yang menakutkan.
Happy reading ya teman-teman.
Selama Gerry dirawat,Laura dengan setia terus mendampinginya.Setelah pulang dari kampus Laura selalu membesuk Gerry di rumah sakit.
Hari ini seperti biasanya Laura ke rumah sakit mengunjungi Garry,tapi hari ini dia mengunjungi Gerry di pagi hari karena Laura tidak ada perkuliahan.
Dengan cepat dia melangkahkan kakinya menuju ruangan tempat Gerry dirawat,ketika tangannya ingin membuka pintu.Laura mendengar Radit dan Gerry berbicara.
"Gerry apa maksudmu?" tanya Radit
"Kenapa gw tunangan dengan Laura,gw mengalami ini semua !" seru Gerry
"gw ngak ngerti,apa yang elu bicarakan,"kata Radit dengan penasaran.
"gw sepertinya tidak ada jodoh dengan Laura,gw ingin mengakhiri pertunangan ini ," kata Gerry dengan spontan.
"Apa...!" teriak Radit dengan wajah yang cukup kaget.
"Lihat bagaimana gw sekarang,sampai seumur ini gw ngak pernah sakit.Apalagi sampai patah kaki begini," ucap Gerry dengan suara yang keras.
"Jadi maksudmu,kecelakaan ini ada hubungannya dengan pertunanganmu dengan Laura?" selidik Radit.
"Iyalah,gw tertimpa sial gara-gara tu cewek!" seru Gerry dengan suara yang emosi.
"Sudah rusak otakmu Ger..," ujar Radit ketika mengetahui bahwa Gerry menyalahkan pertunangan dengan Laura,yang menyebabkan dirinya mengalami kecelakaan.
"ini semua kecelakaan Ger,gw juga ikut dalam musibah tersebut.Dan gw ngak ada hubungannya dengan Laura," kata Radit.
"lu terkena musibah karena dekat dengan gw,ini semua gara-gara cewek sialan itu!" seru Gerry lagi dengan marah.
Di balik pintu seraut wajah yang sudah sedari tadi mendengarkan percakapan dua orang yang berada dalam ruangan, mukanya menjadi pucat.Dia tak menyangka kalimat yang keluar dari mulut tunangannya tersebut.
"Mas....," Laura membuka pintu dan air mata sudah mengalir dari kedua bola matanya.
"Apa benar yang Laura dengar tadi?" tanya Laura.
"ya ," Jawab Gerry singkat.
"Laura,jangan percaya apa yang Gerry katakan itu,itu hanya emosionalnya sesaat," kata Radit kepada Laura.
"Terimakasih mas,telah menjadikan Laura tunangan,walaupun hanya sesaat ," ucap Laura dengan melepaskan cincin yang disematkan Gerry di jari manisnya sewaktu pertunangan lalu.
Kemudian Laura meletakkan cincin tersebut diatas nakas disamping ranjang Gerry.
"Laura jangan lakukan itu,kalian harus berpikir dengan kepala dingin.Jangan terbawa emosi.!" Radit berusaha mencegah Laura untuk melepaskan cincin tunangannya.
"Diam Radit,biarkan dia melepaskannya," ucap Gerry dengan suara yang tegas.
"Mas,maafkan Laura ya.Semoga mas bisa menemukan gadis tidak seperti Laura,pembawa sial," selesai mengucapkan kalimatnya,Laura berlari meninggalkan ruangan Gerry.
"Laura!" Radit mengejar dan memanggil Laura yang berlari keluar rumah sakit.
Laura terus berlari,dia tak menghiraukan panggilan Radit yang terus memanggil namanya.
Ketika dilihat ada taxi yang berhenti menurunkan penumpang di lobby rumah sakit,Laura lansung naik dan memerintahkan pengemudi taxi secepatnya berangkat meninggalkan rumah sakit.
Radit kembali keruangan Gerry,dan ditemui Gerry sedang mencium cincin tunangannya yang dilepaskan Laura tadi.
"sudah puas kau Gerry,membuat seorang gadis menangis seperti Laura tadi "cerca Radit pada Gerry yang terus memandang cincin yang berada di tangannya.
Gerry tak merespon setiap kalimat yang keluar dari mulut Radit,sepertinya yang ada di pikirannya hanya cincin yang berada didepan matanya.
"mungkin kau harus dibawa ke psikiater,selain kakimu yang cedera mungkin otakmu juga sudah cedera terlalu lama terendam air sungai ," Radit terus ngedumel pada Gerry.
"nanti kau juga akan mengerti," ucap Gerry dengan suara yang pelan dan sedih.
"Apa yang harus dimengerti ?" tanya Radit dengan memandang sosok didepannya yang sedari tadi fokus memandang cincin yang dilepaskan Laura tadi.
"Sekarang kau cari lagi jari yang akan menjadi nyonya cincin itu," ejek Radit dengan perasaan yang jengkel kepada Gerry.
"cincin ini tidak akan berganti nyonyanya," beritahukan Gerry.
"Makin tidak mengerti aku dengan jalan pikiranmu !" seru Radit sambil mendudukkan bokongnya di kursi samping ranjang Gerry.
πNextπ
Happy reading ya teman,like dan comment ya teman-teman trims