
***jumpa lagi dengan princess laura
happy reading guys***
Telepon iseng yang di terima Laura makin sering di terimanya,dan mengakibatkan Laura uring-uringan.
Karena telepon iseng tersebut menyebabkan Laura sering menonaktifkan handphonenya.
" Sebel banget..." gerutu Laura.
" Masih sering lu terima tu telepon...?" tanya Sinta.
" Yoi...seperti makan obat gw terima tu telepon,pagi siang malam..." kata Laura dengan suara yang jengkel.
" Suaranya bagaimana...?" tanya Yosi.
" Gw...nga ingat tu suara,boro-boro mau ingat suaranya terima telepon tu aja gw dah emosi..." gerutu Laura.
" Bosen gw ke mall yok...?" ajak Laura pada Sinta dan Yosi.
" Yok... refresing dulu kita selesai ujian..." kata Sinta.
" Rey mana sih...?" tanya Laura ketika di lihatnya Rey tak muncul-muncul.
" Tadi selesai ujian,dia buru buru pulang...?" cerita Yosi.
" kenapa...?" tanya Laura lagi.
" Dia dapat kabar tadi opanya masuk rumah sakit..." kata Yosi.
" kalau gitu ngak mungkin dia ikut,yok kita pergi entar ke sorean..." ucap Laura.
\*
Sementara itu Gerry masih sibuk berkutat dengan laptopnya di ruang kerjanya.
Dia masih sibuk dengan proyek pembangunan hotel,sehingga sering dia terlambat untuk makan kalau tidak di ingatkan oleh temannya Radit.
Ketika Radit mengetuk pintu dan masuk kedalam ruangannya juga Gerry tak mengetahuinya sampai Radit berbicara baru dia tahu akan keberadaan Radit.
" Ger,makan dulu..." ucap Radit.
" kapan lu masuk...?" tanya Gerry ketika mendengar Radit menyapanya.
" Asyik banget elu sih,sampai nga tahu gw masuk..." ucap Radit.
" Biar besok meeting dengan om Bagus dah perfect..." kata Gerry sambil menutup laptopnya.
" Ya...ya ...calon mertua..." ledek Radit.
" Ayo makan siang, katanya dah lapar..." ujar Gerry yang kemudian melangkahkan kakinya keluar dari kantor.
\
Setelah puas berkeliaran di mall dari satu toko ke toko,Laura dan teman temannya menuju satu restoran yang belum begitu ramai.
" Ayo makan dulu,perut gw dah mau demo minta di isi..." kata Yosi.
" Perut lu sih emang demo terus bawaannya..." ledek Sinta.
" Pada hal tadi di kantin kampus,perut elu dah di isi bakso..." ledek Laura juga.
Mereka memasuki restoran favorit mereka jika mereka ke mall ini.
Laura dan teman temannya memilih tempat duduk di pojok tempat favoritnya jika ke restoran ini.
Mereka asyik melihat lihat menu,sehingga mereka tak sadar ada dua pasang mata memandang ke arah meja mereka dengan seksama.
Tak lama kemudian makanan pesanan mereka tiba.
" Laura tentang perjodohan itu bagaimana...?" tanya Sinta.
" Daddy belum bilang lagi,mungkin batal..." kata Laura sembari menyuapkan makanannya ke mulut.
" Bagaimana kalau Daddy mu mengungkit tentang perjodohan itu lagi...?" tanya Yosi.
" Nga taulah..." kata Laura.
" Elu...lihat aja dulu..." kata Sinta.
" Lihat nanti,gw ke toilet dulu..." kata Laura lalu bangkit menuju toilet.
Ketika keluar toilet Laura asyik membalas pesan di handphone nya,sehingga dia tak memperhatikan jalan dan menabrak seseorang.
brak......
Akibat dari tabrakan tersebut handphone Laura jatuh ke lantai.
" handphone ku.....!" seru Laura dengan panik sembari mengambil handphonenya yang terjatuh kelantai.
" Maaf nona..." seru orang yang berada didepanny
Laura mengangkat pandangan matanya dari handphone ditangan kewajah di depannya.
Laura hanya terbengong memandang ke wajah orang tersebut.
" Nona....nona..." ucap pria tersebut sembari menjentikkan jemari tangannya didepan wajah Laura.
Sehingga membuat Laura jadi tersadar.
" Nga mas,itu salah saya,seharusnya saya tidak main handphone ketika sedang jalan..." jawab Laura terbata bata.
" Bagaimana handphonenya,biar saya ganti jika rusak...?" tanya Gerry.
Laura melihat ke handphonenya kembali,dan di lihatnya handphonenya tidak rusak dan masih hidup.
" Ngak rusak mas..." jawab Laura.
" Betul...?" kalau rusak biar saya ganti..." ucap Gerry kembali.
" Benar mas nga rusak..." perjelas Laura lagi.
" Baiklah..." kata Gerry.
" Maaf sekali lagi mas..." kata Laura.
" Ok..."
" Permisi mas teman saya dah nungguin saya..." ucap Laura kemudian berlalu dari depan toilet.
\ ***bersambung
Happy reading\\*