Is This Love

Is This Love
epi 42 Kita menikah.



**Apa yang kita inginkan kadang tidak sesuai harapan.


Happy reading teman-teman.


Dengan** santainya Gerry duduk disamping Laura dan sebelah tangannya memeluk pundak Laura.


Laura yang mendapatkan pelukan dipundaknya,berusaha untuk menggeserkan tangan yang berada dipundaknya.Laura merasa tidak nyaman atas perlakuan Gerry.


"Sepertinya urat malu Gerry sudah tidak ada lagi." batin Radit.


Ketika daddy dan mommy Laura datang dan melihatnya,Gerry tetap memeluk Laura.


"Apakabar daddy dan mommy mertua." sapa Gerry kepada mommy dan daddy Laura.


Daddy dan mommynya kaget melihat keberadaan Gerry di sisi putrinya,apalagi ketika Gerry menyapa mereka dengan sebutan mommy dan daddy mertua.


"Gerry kesambet ini"guman Radit pelan.


"Hei Gerry sudah lama." Daddy Laura membalas sapaan Gerry.


"Lumayan daddy mertua." jawab Gerry dan tangannya masih tetap diposisi semula.


"Bagaimana Gerry,ada yang minat di pameran ini?" tanya mommy Laura kepada Gerry.


"Banyak mommy mertua." jawab Gerry.


"Kamu Radit?" tanya daddy.


"Ada om,hasil karyanya bagus-bagus.Ngak nyangka kalau itu semua hasil karya anak-anak yang kurang beruntung." kata Radit


"Laura kami keluar dulu ya,untuk melihat-lihat..." kata Sinta.


"Gw ikut ." Laura ingin beranjak dari duduknya,dia berusaha untuk menghindari Gerry.Tapi Gerry tahu dan mencegahnya.


"Disini aja Laura,saya ada ingin diskusikan dengan daddy dan mommy mertua." kata Gerry.


"Ngak mau,gw mau keluar." kata Laura.


"Laura jika kamu masih berkeras,saya akan cium kamu didepan mommy dan daddymu." bisik Gerry ditelinganya Laura.


Mendengar ancaman Gerry,lagi-lagi Laura mengalah dan membatalkan niatnya untuk mengikuti teman-temannya.


"Daddy mertua,saya ingin memberitahukan bahwa saya ingin menikahi Laura secepatnya." berita yang disampaikan Gerry mengagetkan semua orang yang berada diruangan tersebut,terlebih lagi Laura.


"Apa..!" siapa yang mau menikah?" ucap Laura dengan suara terkejut.


"Kitalah,masakan Leo." dengan melucu Gerry menjawab pertanyaan Laura.


"Gerry,jangan ambil keputusan terburu-buru." kata daddy Laura.


"Ya,Gerry." kata Leo.


"Kamu sudah beritahukan orangtuamu?" mommy Laura bertanya tentang perihal orang tua Gerry.


"Tapi ini keputusan tentang masa depan kamu Gerry." kata daddy Laura.


"Kenapa tidak ada yang menanyakan keputusan Laura,ini tentang hidup Laura." Laura membuka suaranya,sedari tadi dia hanya sebagai pendengar saja.


"Bagaimana pendapat kamu dek?" tanya Leo kepada adeknya.


"Laura tidak ingin menikah,dan tidak ingin menikah dengan siapapun juga." beritahukan Laura dengan suara yang tegas.


Gerry bangkit dari duduknya,dan dia berlutut didepan Laura.


"Laura,saya tidak menerima penolakan!" seru Gerry sambil menangkup wajah Laura dengan kedua tangannya.


"Mas lupa apa yang mas katakan dulu.Laura ini gadis pembawa sial." Laura mengingat Gerry tentang perkataan dahulu.


"Mas tidak bersungguh-sungguh mengatakan itu semua." beritahukan Gerry.


"Mas waktu itu kalut,karena dokter memvonis mas kemungkinan besar tidak bisa berjalan lagi.mas tidak mau Laura hanya merasa kasihan dengan tetap berada di sisi mas selama." cerita Gerry mengapa dia sampai mengatakan Laura pembawa sial.


"Sekarang mas yang merasa kasihan dengan Laura?" tanya Laura.


"Tidak Laura,mas memang sungguh mencintaimu.Mas tidak perduli tentang kondisimu." ucap Gerry kepada Laura dan Gerry mengengam kedua tangan Laura,dan membawa tangan Laura kearah bibirnya dan kemudian Gerry mengecup tangan Laura.


"Mas,apa yang kau lakukan." Laura menarik tangannya yang baru saja diberi kecupan oleh bibir Gerry.


"Kenapa,mas hanya mencium tanganmu." ujar Gerry dengan santai.


"Kenapa Gerry ini jadi bucin begini." batin Radit,ketika dia melihat perubahan sifat Gerry yang dahulunya terlalu menjaga imagenya.Dan sekarang sifatnya berubah 180 derjat.


"Aduh daddy bingung dengan kamu Gerry,terserah kalian berdua." daddynya menyerahkan keputusan kepada Gerry dan Laura.


"Bagaimana menurut kamu Leo?" daddy bertanya kepada Leo selaku sebagai kakak Laura.


"Leo terserah mereka aja,tapi adek tidak mau menikahkan?"


"Ngak kak." sahut Laura dengan ketus.


"Kalau kamu tidak mau menikah,jangan salahkan saya.Jika kamu nanti saya culik." ancam Gerry.


Melihat kenekatannya Gerry dalam menaklukkan kekerasan kepala Laura,semua orang yang berada dalam ruangan tersebut tersenyum dan mengeleng-gelengkan kepala.


"Apapun akan kulakukan,aku tidak mau kehilangan Laura." batin Gerry berkata.


**Bersambung dulu.


Maaf typo bertebaranya,dan bagi kakk pembaca yang cantik,cakep,sholeha dll


pinjamkan jempolnya sedetik untuk ngelike ya..


trims


Happy Reading ya teman-teman yang sudah mampir dan ngelike**.