
***jumpa lagi dengan laura ya...
ayo...lanjut...
Happy reading guys***
Di hari minggu yang cerah yang tadinya terdengar suara Laura yang manja sekarang yang ada hanya terdapat seraut wajah yang cukup shock,setelah mendengarkan perkataan daddynya
" Dad...kenapa...?" tanya Laura dengan suara yang cukup bergetar.
" Dad ingin princess daddy hidup bahagia dan tercukupi..." terang daddy.
" Apa perusahaan Daddy bangkrut...?" tanya Laura.
" Sayank..." mommynya mengelus punggung Laura.
" Daddy,Laura nga usah pakai mobil,Laura juga nga makan enak lagi.Laura juga mau kalau dikasih makan jagung seperti berita berita di tv,asal jangan Laura di jodohkan..." mohon Laura pada daddy .
" Princess,Daddy nga bangkrut..." kata Daddynya sembari tersenyum mendengar perkataan Laura.
" Dek...dek,mau nga makan enak. Baru satu hari udah ngambek,nga di belikan coklat favoritnya..." ledek kakaknya.
" Biarin..." kata Laura dengan jutek.
" Sayank,kenalan aja dulu..." ucap mommynya.
" Nga mau...." teriak Laura yang lalu berlari menuju kamarnya.
" Laura..." panggil mommynya.
Tetapi Laura tak menghiraukan terus berlari ke arah kamarnya dan menutup pintu kamarnya dengan keras.
" Tu kan mas,ngambek tu anak..." ucap mommynya.
" Biarin aja,bentar ngambeknya itu..." ucap daddynya.
" Daddy ,rekan bisnis Daddy dah tua...?" tanya Leo.
" Hus...emang Daddy mau jodohkan princess Daddy dengan orang tua..." kata daddynya.
" Umur berapa Dad...?" tanya Leo lagi yang penasaran dengan orang yang mau di jodohkan dengan adiknya.
" Mungkin seusia dengan kamu Leo..." terangkan daddynya.
" Siapa Dad...?" tanya Leo.
" Gerry Wardhana,kenal..." sebut daddynya.
" Wow...dia itu pengusaha muda yang sering di perbincangan...!" seru Leo.
" Berita jelek atau bagus...?" tanya mommynya.
" Bukan play boy kan..?" tanya mommynya lagi,karena dia tak mau salah pilih bakal calon menantu.
" Sepertinya tidak mom,beritanya hanya tentang karirnya dan prestasi aja.Nga pernah tentang skandalnya dengan wanita-wanita...." cerita Leo.
" Syukurlah..." ucap mommynya.
" Saya sudah mencari informasi tentang dia,papanya juga saya kenal walau kami tidak pernah jalin kerja sama.." kata Daddynya.
Didalam kamar Laura berbaring dikamarnya dan sambil menangis.
" Daddy jahat,ngak sayang lagi sama Laura..." ujar Laura.
" Dah gitu mau di jodohkan dengan rekan bisnisnya lagi,rekan bisnis Daddy kan orang tua semua...?" batin Laura.
" Ah......masakan Laura mau di jodohkan dengan datuk maringgih......" pikir Laura lagi.
" Tidakkkkk......!! pekik Laura sembari menutup mukanya dengan bantal.
Terdengar suara ketukan dipintu kamarnya dibarengi panggilan kakaknya.
" Dek...buka pintunya,kakak mau ngomong..." pujuk kakaknya.
" Nga mau..." jawab Laura dari dalam kamar.
" Dah cukup jangan gitu dek...kami sayang kok sama adek..." jawab Leo.
" kalau sayang kenapa mau jodohkan adek dengan Datuk Maringgih..." teriak Laura dari balik kakak.
" Datuk Maringgih,tapi namanya kan Gerry bukan Datuk Maringgih..." guman Leo.
" Dek...bukan Datuk Maringgih lo..." kata Leo lagi.
" Masa bodo,yang pasti Laura bukan Siti Nurbaya.Nga mau di jodohkan dengan orang tua..." teriak Laura lagi.
" Dek...buka dulu pintunya, kakak akan bilang tu orang.." bujuk Leo.
" Laura nga mau dengar..." Laura menolak untuk membuka pintu kamarnya.
Lalu terdengar suara music yang cukup keras dari dalam kamar Laura.
Ketika terdengar music yang cukup keras,mommynya datang menuju kamar Laura .
" Sudah kak,princess kalau sudah ngambek ngak bisa dibilang apa pun juga.Besok-besok kalau dah nga ngambek lagi kita bujuk lagi..." ucap mommynya dan mengajak Leo turun kembali .
\ ***bersambung*** \