Is This Love

Is This Love
epi 49.Pernikahan.



Jumpa lagi dengan Laura dan Gerry ya


Happy Reading guys.


Hari yang dinantikan Gerry akhirnya tiba,hari ini dia berhasil mempersunting gadis pujaannya.


Pestanya dilaksanakan secara meriah,para undangan yang terdiri dari para rekan bisnis Gerry dan juga rekan bisnis orang tua Laura.


"Maaf tuan bisa saya menganggu sebentar..?"seorang pria dan wanita mendekati orang tua Laura didalam pesta tersebut.


"Pak Dony,apa kabar." Daddynya Laura mengenali orang yang menyapanya.


"Baik tuan,maafkan kami tuan.Karena putri kami telah berlaku tidak semestinya kepada putri anda."


"Putri anda?" Daddy Laura bingung,karena dia tak mengenal putri Dony.


"Lucia adalah putri kami."beritahukan Dony dengan perasaan malu,karena perbuatan putrinya telah mencoreng muka mereka dimuka rekan bisnisnya.


"Jadi putri bapak yang menyebabkan putri saya cedera." kata Daddynya Laura.


"Maafkan kami,kami tidak mengajar putri kami dengan benar." kata mamanya Lucia.


"Terus kalian apa ?" Leo yang sedari tadi mendengarkan percakapan Daddynya dan orang tua Lucia membuka suaranya.


"Anak kami masih belum dewasa tuan,jadi masih sering salah langkah.Lucia menangis terus dalam penjara,kami mohon tuan agar dapat mencabut tuntutannya." orang tua Lucia memohon agar tuntutan terhadap Lucia dicabut.


"Kami belum bisa putuskan sekarang,sekarang saatnya bergembira." beritahukan Daddynya Laura.


"Besok kita bahas." kata Leo kepada orang tua Lucia.


"Terimakasih tuan,sekali kami minta maaf atas kesalahan putri saya." sebelum pergi papanya Lucia sekali lagi memohon maaf atas kesalahan putrinya.


 


\


 


Teman-temannya Laura tak henti-hentinya menggoda Laura,sehingga muka Laura bersemu merah.


"Laura mana kacamatanya?" tanya Sinta karena hari ini Laura tak menggunakan kacamatanya.


"Ntar elu salah peluk,mau peluk mas Gerry rupa tiang." goda Yosi.


"Hari ini gw pakai contact lens,gw udah cantik begini masakan pakai kacamata.ketutupan mata gw yang kece ini." Laura memuji dirinya sendiri.


"Apa yang terjadi saat ingatannya kembali." batin Sinta.


"Laura,ingat nanti malam.Kamu harus pakai lingerie yang seksi ya,biar Mas Gerry pingsan melihatmu." goda Yosi.


"Kalau mas Gerry pingsan,batal belah duren.Kapan kita dapat keponakan." kata Rey.


"Bener,jangan sampai pingsan mas Gerry.Batal nanti malam pertamanya." kata Yosi.


"Hih pikiran kalian kotor semua!" seru Laura.


"Kenapa ini,asyik sekali." Gerry mendekati Laura dan temannya.


"Kami menyuruh nanti malam agar Laura memakai lingerie yang seksi mas." ucap Yosi.


"Iya sayang, mas harap nanti malam Laura mau menuruti saran teman-temannya." Gerry ikutan menggoda Laura.


"Hih..!" mas ini sama saja dengan teman Laura,pikirannya mesum semua." gerutu Laura.


Gerry dan teman-temanya tertawa karena berhasil menggoda Laura.


"Laura ngak perlu pakai lingerie,mas sudah suka." bisiknya ditelinga Laura,sehingga Laura tersenyum malu.


"Mas,mau honeymoon dimana?" tanya Rey kepada Gerry.


"Mau tahu aja Rey,mau ikut?" celetuk Sinta.


"mau nebeng elu,ngak modal lu..." ledek Yosi.


"Mana tahu butuh untuk angkat koper." kata Rey.


"Rahasia." Gerry menolak untuk memberitahukan ke mana dia akan membawa Laura untuk honeymoon.


"Takut ya kami minta oleh-oleh." ujar Yosi.


"Mas,emang kita mau pergi honeymoon?" tanya Laura.


"Yup,"


"kemana?" Laura tanya.


"Rahasia." Gerry juga merahasiakan kemana mereka pergi kepada Laura.


"Maaf Laura ini rahasia." Gerry memberikan senyuman kepada Laura.


"Mas Gerry,pulang nanti bawa oleh-oleh." pinta Yosi .


"apa oleh-olehnya?"


"Kami minta keponakan aja mas." Rey kata.


"Kalau itu mas siap."


"Itu aja yang kalian omongin,kalian aja buat sendiri." kata Laura kepada temannya.


"Kami ngak bisa,belum ada bibitnya." kata Sinta.


"Yoi,elu udah ada benihnya.Kami masih mencari-cari yang tepat." ujar Yosi.


"Laura,ayo kita temui Daddy dan mommy dulu." ajak Gerry .


"Mama dan papa mana mas?" Laura menanyakan keberadaan mertuanya.


"Mama dan papa,sudah kembali duluan.Papa tadi lupa membawa obat oma." beritahukan Gerry.


"Kami kesana dulu ya." pamit Laura pada temannya.


Laura dan Gerry menemui orang tuanya Laura.


"mommy." Laura memeluk mommynya.


"Idih dek,jangan kolokan.Malu tu ama suami." ledek kakaknya.


"Biarin,gondok ya." balas Laura kepada kakaknya.


"Jam berapa kalian berangkat?" tanya Daddynya.


"Jam 11 malam." jawab Gerry.


"Hati-hati,kamu jaga Laura.Dia belum sehat sekali." ingatkan Daddynya.


"Ya Dad." jawab Gerry.


"Dah berangkat sana,biar jangan buru-buru.Hati-hati Laura." pesan mommynya.


"Dek bawa oleh-oleh." kata Leo.


"Apa yang mau dibawain?"tanya Laura.


"Ponakan." jawab Leo.


"Mommy dan Daddy juga minta cucu." kata Daddynya.


Muka Laura bersemu merah,ketika mendengar permintaan keluarganya.


"bye...bye.." ucap Laura dengan cepat,dan kemudian Laura dan Gerry meninggalkan tempat pesta.


**Bersambung


Hai teman tekan like ya kalau kalian menyukai cerita ini.trims


Happy reading**.