
***Hai semua teman-teman yang masih setia bersama Laura and Gerry,mohon pijat like,rate dan jika berkenan votenya ya.di cerita Is this love.ππ.
terimakasih teman-teman.
Happy reading ya**.
Setibanya Laura dirumah mommynya,seperti biasanya Laura menggoda bi Inah yang sedang lihat sinetron favoritnya di televisi.
"Bi Inah...!" Laura mengejutkan bi Inah.
"Aw.....!" teriak bi Inah,sedang Laura tertawa ngekeh.
"Bik,pada kemana semua?" tanya Laura tentang keberadaan mommy dan1 Daddynya.
"Mommy pergi,ikut Daddy tadi non.Katanya ada acara di kantor." beritahu bi Inah.
"Kak Leo?" Laura menanyakan keberadaan kakaknya.
"Keluar kota,sudah 2 hari." kata bi Inah.
"Sia-sia kan Laura ke rumah." kata Laura,ketika dilihatnya Gerry masuk dengan membawa buah tangan untuk keluarganya.
"Ini untuk bi Inah dan mang Diman ya." Laura mengambil paperbag yang dibawanya Tadi.
"Terimakasih non,bibi dapat oleh-oleh juga." kata bi Inah dengan gembiranya.
"Non tunggu mommy kan,ntar lagi balik tu,." kata bi Inah.
"Tunggu sebentar bi,kalau sampai jam 9 belum balik.Kami balik aja."
"Kita tunggu sebentar ya mas,?" tanya Laura pada Gerry.
"Iya." jawab Gerry tanpa melihat Laura,Gerry serius membalas pesan di handphonenya.
Laura bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya.
"Ah.. !"aku merindukan kamar ini." Laura membaringkan dirinya diranjang yang sangat dirindukannya.
Laura mengambil handphonenya dari saku tasnya.
Laura: hai guys...
Sinta: nyonya,elu lagi dimana?"
Rey : Laura kami rindu..
Yosi: Laura..
Laura: gw dah balik,sekarang gw lagi di rumah mommy.
Sinta: bagaimana honeymoonnya?
Yosi: Ke mana pergi?
Laura: lihat Aurora
Sinta: Wow....mana Alaska?
Laura: Islandia
Yosi: iri gw....
Rey : Nanti kita pergi bareng..
Laura: yoi...
Sinta: betul ya
Yosi : oleh-oleh.
Laura: besok kita temuan tempat biasa.
Rey: ok
Sinta: π
Yosi : π
Laura: bye..bye...
Laura mengakhiri chatting dengan teman-temannya,kemudian Laura keluar dari kamarnya dan dilihatnya Gerry sedang menerima telpon.
"Mas." panggil Laura pelan,dia tak ingin menganggu Gerry yang sedang menerima telpon.
"Dah jam 9 lewat mas,Daddy dan mommy belum pulang juga.Laura hubungi hp mommy ngak di angkat." ucap Laura.
"Ayo kalau mau balik,besok kita kesini lagi." ucap Gerry.
"Bik,kami balik dulu" pamit Laura pada bi Inah yang masih serius dengan sinetronnya.
"Ngak nunggu balik mommynya?" tanya bi Inah.
"Ngak bi,dah malam.Besok aja Laura ke sini lagi." beritahukan Laura pada bi Inah.
"Ngak makan dulu,lauk banyak?" suruh bi Inah Laura untuk makan dulu sebelum balik.
"Ngak ah bi,sebelum kesini dah ngemil dulu.Masih kenyang." tolak Laura.
"Balik ya bik." ucap Laura dan keluar menuju mobilnya diparkir dan dilihatnya Gerry sudah standby di kursi pengemudi.
"Mas ngak lapar?" tanya Laura pada Gerry.
"Laper...!" seru Gerry.
"Kenapa ngak makan aja dulu di rumah Daddy."
"Mas bukan lapar makanan,mas lapar mau makan yang disamping mas ini." Gerry menggoda Laura,membuat Laura menjadi tersipu.
"Heh...mas ini,otaknya mesum terus ya."
"Kita sudah menikah seminggu,tapi mas belum dapat jatah.." gerutu Gerry.
Laura hanya dapat tertawa dalam hatinya,mendengarkan gerutuan Gerry.
Setibanya di apartemen,Laura mengambil baju tidurnya di walk in closet.Dan membawanya kekamar mandi untuk ganti bajunya.
"Mana mas Gerry?" Laura tertanya dalam hati karena tidak melihat keberadaan Gerry dikamarnya.
Laura keluar dari kamar menuju dapur, untuk mengambil air minum.
"Harumnya." Gerry memeluk laura dan berbisik ketika dia mencium tengkuknya Laura.
"Mas geli ah.." Laura menggeliat akibat ciuman Gerry ditengkuknya.
"Kita lanjutkan dikamar ya." bisik Gerry lagi.
"Mas,ngak bisa malam ini." ujar Laura .
"WHAT...!" Gerry kaget mendengar ucapan Laura.
"Laura benar-benar sedang priode ni." beritahukan Laura.
"Bukannya priode wanita itu sebulan sekali?" tanya Gerry bingung.
"Ya."
"Waktu kita honeymoon,Laura bilang lagi priode.Sekarang juga." ucap Gerry lagi.
Melihatnya kebingungan,Laura menjadi ingin tertawa tapi dapat ditahannya.
"Laura..." Gerry menatap Laura penuh selidik.
"Waktu honeymoon,Laura tidak sedang datang bulankan.oh....shit,waktu itu kita berendam air panas.Kalau Laura betul datang bulan ngak mungkin bisa berendam."
Laura menundukkan wajahnya dan berusaha untuk menahan tawanya.
"Laura berbohong waktu itu." tuduh Gerry.
"Maaf mas,Laura berbohong.Laura takut mas akan dikamar terus,mas ngak akan mau jalan keluar." beritahukan Laura dengan terus menundukkan kepalanya.
"Mas kecewa dengan kamu Laura." kemudian Gerry meninggalkan Laura dan masuk keruang kerjanya.
"Mas.!" panggil Laura dengan mengikuti Gerry dari belakangnya.
Gerry tidak menghiraukan panggilan Laura,dia masuk keruang kerjanya dan menguncinya dari dalam.
Laura terdiam didepan pintu ruangan kerjanya Gerry yang tertutup didepannya.
**Bersambung
Bila berkenan berikan vote,like and rateπβ 5 ya terimakasih
Happy reading**..