Is This Love

Is This Love
epi 14 pergi liburan



hai semua dalam keadaan sehat semua kan...


stay at home ya friends


Happy reading


Teman temannya Laura sudah pada kumpul di rumah Laura,mereka akan pergi liburan.


Saat ini mereka hanya menunggu Gerry Wardhana untuk menjemput mereka.


" Nanti disana jangan ada yang nakal ya..." mommy Laura peringati Laura dan teman temannya.


" Baik tan..." jawab teman teman Laura serentak.


Leo tertawa melihat teman teman Laura yang nurut dengan perkataan mommynya.


" kaliah harus tahu Gerry Wardhana itu galak,jadi kalian harus nurut jangan nakal..." Leo menakut-nakutin teman teman Laura.


" a...a...bener kak..." tanya Yosi dengan lolosnya.


" Bener..." angguk Leo dengan tersenyum jahil.


" Leo kamu ini..." kata mommy Laura,begitu melihat Leo yang berhasil membuat teman-teman Laura menjadi kecut.


Leo hanya tertawa senang melihat dia berhasil menggoda teman teman Laura.


" Hai guys ,bawaan nga ada yang ketinggalan...?" tanya Laura pada-teman temannya.


" kata kak Leo, Gerry tu galak ya Laura...?" tanya Sinta.


" Apa..!"Siapa yang bila ?" Laura memandang Sinta dengan ekspresi heran,kemudian dia memandang kak Leo dan dilihatnya kak Leo tertawa senang.


Melihat tawa kak Leo, baru Laura sadar bahwa kak Leo telah menakut-nakutin teman temannya.


" kak Leo ya..." ucap Laura sembari mencubit lengan kak Leo.


" Aduh..!" dek sakit..." ujar kak Leo yang berusaha menghindari dari cubitan Laura,dan acara kejar-kejaran antara adik dan kakak terjadi.


Cubitan Laura terhenti, ketika dilihatnya mobil range rover berhenti didepan rumahnya.


" Tu adik ipar datang..." kata kak Leo,ketika dilihatnya Gerry dan Radit turun dari mobilnya.


Setelah melihat Gerry datang,mommy Laura memanggil daddynya Laura untuk keluar.


" Maaf ya Gerry jadi merepotkan kamu dan Radit..." kata daddynya.


" Nga kok om,kami juga ada kerjaan di sana juga..." kata Gerry.


" Dah siap semua...?" tanya Daddy Laura.


" Dah Dad..." jawab Laura.


" Ingat semua ya,jangan pergi diam- diam,kalau mau kemana-mana bilang izin dulu.." ujar Daddy Laura.


" Ok...boss...." ujar Laura.


" aAdik ipar ,kalau mereka-mereka ini nakal jewer aja..." kata Leo kepada Gerry.


" Kakak..." rengek Laura.


" Kita satu mobil saja...ya..." kata Gerry.


" Mana barang-barang semua biar dimasukkan kedalam mobil.." kata Radit.


Rey dan Radit memasukkan barang ke mobil dan Gerry berbicara dengan Daddy dan mommynya Laura.


Yosi menarik Laura dan berbisik kepadanya.


" Laura tu cowok yang mau di jodohkan dengan lu...?" tanya Yosi.


" Sepertinya wajahnya pernah lihat deh," ujar Yosi.


" Apaan sih...?" tanya Sinta ketika dilihatnya Laura dan Yosi berbisik-bisik.


" Itu cowok yang mau di jodohkan dengan Laura " ujar Yosi.


" Gw dah tahu..." kata Sinta.


" Lol...!"


" Tadi kak Leo nyebut adik ipar,lu aja nga nyimak..." kata Sinta.


Yosi hanya meringis dan nepuk jidatnya.


" Ayo naik..." kata Gerry.


" Laura depan ya..." kata Radit sembari membukakan pintu depan mobil.


" Ngak mas ,biar Laura dibelakang aja bareng teman-teman.." tolak Laura dan kemudian membuka pintu mobil belakang dan masuk kedalam mobi.


kemudian Gerry membuka pintu bagian kemudi dan dibelakangnya Laura duduk.


Mommy dan daddynya mendekat kearah Laura dan Gerry.


" Laura jangan nakal ya,nurut ama mas Gerry..." perintah mommynya.


" Ya mom ,kak leo jangan lupa oleh-oleh ya...." kata Laura kepada Leo.


" Minta dibawakan oppa..." goda Leo.


" Ih...kak Leo,bawa aja cewek montok..." balas Laura.


"Sudah berangkat,ntar kesorean sampai..." perintah Daddynya.


" Berangkat om...tante..." pamit Gerry.


" Hati-hati..." ingatkan Daddynya lagi.


" Bye ...bye mom...dad..." kata Laura.


" Bye.. bye princess..." sahut Dad dan mommynya.


Perlahan-perlahan mobil yang membawa mereka pergi meninggalkan kediaman Bagus Permana.


" Kita belum kenalannya..." kata Radit memecah keheningan.


" Saya Radit dan ini Gerry..." kata Radit.


" Saya Yosi mas..."


" Saya Sinta mas...."


" Kalau saya Rey,yang paling ganteng di antara mereka mas..." puji diri sendiri Rey.


Radit dan Gerry hanya tertawa melihat kelucuan teman teman Laura.


" Kalian satu jurusan semua...?" tanya Radit.


" Kami bertiga satu jurusan mas,kalau Rey tidak..." kata Sinta menjawab pertanyaan Radit.


 


***bersambung dolo


 


happy reading guys***