I Married With A Handsome Beast

I Married With A Handsome Beast
Episode 8



"Selamat datang kak Daniel, ternyata kau benar-benar membawa istrimu kemari ya."Ucap seorang pria yang menghampiri mereka yakni Hendry.


Kakak?


Cynthia sedikit kaget dengan pria itu yang memanggil Daniel dengan sebutan kakak.


"Salam yang mulia putra mahkota, seperti yang kukatakan semalam. Aku memang akan mengajak istriku kemari bersamaku."Balas Daniel sambil menyapa dengan hormat.


Oh, jadi semalam dia pergi menemui pria ini? Ternyata pria ini putra mahkotanya!


"Salam yang mulia putra mahkota, saya adalah Cynthia Auberon, senang bertemu dengan anda."Ucap Cynthia memberi salam. Dia berusaha bersikap hormat sebisanya seperti yang orang-orang bangsawan lakukan.


"Senang bertemu denganmu, Cynthia...kalian berdua...sungguh serasi. Sama-sama memakai topeng. Apakah ini semacam tradisi di keluarga kalian?"Ucap Hendry bingung dengan kedua pasangan yang sama-sama mengenakan topeng.


"Ya...begitulah."Jawab Daniel.


Sayang sekali, padahal aku sangat penasaran dengan sosok istrinya....


Hendry tanpa sadar terus memerhatikan Cynthia. Dari mulai ujung kepala sampai ujung kaki.


Hmm, dari bentuk tubuhnya dia terlihat biasa saja. Tidak ada yang menarik. Bahkan bahunya kecil sekali.


"Ehem, Yang mulia putra mahkota Hendry, anda sebaiknya tidak sembarangan memandang istri orang lain."Ucap Daniel yang terus memerhatikan Hendry yang memandang istrinya.


"Ah, maaf. Aku hanya penasaran untuk melihat wajah istrimu."Ucap Hendry.


Cynthia kaget dengan Hendry yang mengatakan penasaran akan wajahnya.


Apa?! Putra mahkota penasaran dengan wajahku? Jangan sampai dia melihat wajahku. Wajahku ini tidak cantik tahu!


"Sepertinya itu tidak perlu. Istriku ini orangnya sangat pemalu."Ucap Daniel.


Hm, begitukah?


Cynthia cuma bisa tertunduk. Tak lama dia melihat seorang wanita dengan balutan gaun berwarna merah yang sangat mencolok menghampiri mereka. Cynthia kaget karena melihat dari bentuk tubuh gadis itu saja, Cynthia langsung tahu.


Kak Crystal?! Kenapa dia bisa kemari?!


"Salam hormat yang mulia putra mahkota..."Salam Crystal begitu anggun.


Cynthia benar-benar kaget. Dia tidak menduga jika Crystal bisa masuk ke dalam istana. Belum lagi pakaian dan cara bawaannya benar-benar terlihat seperti seorang bangsawan.


Darimana dia belajar etika bangsawan seperti itu?! Dan sejak kapan dia kenal dengan putra mahkota?!


"Oh, Crystal selamat datang. Kupikir kau tidak datang hari ini."Ucap Hendry.


Crystal tertawa kecil. "Maaf yang mulia, tadi perjalan sedikit terhambat karena kereta kuda yang saya naiki rodanya lepas, jadi memakan waktu sedikit lama untuk memperbaikinya."


"Oh begitu. Ya sudah tidak apa-apa. Hari ini kau terlihat cantik, Crystal."Puji Hendry.


"Terima kasih atas pujiannya Yang mulia..."


Crystal kemudian melihat ke arah Daniel dan juga Cynthia. Dia sempat tidak mengenali Cynthia karena memakai topeng, namun dia langsung tahu saat melihat Daniel. Pria satu-satunya yang memakai topeng adalah cuma Daniel di negara mereka.


Sialan, dia pasti sudah mengenaliku. Kenapa hari ini harus jadi hari yang buruk bagiku sih...


"Oh, ternyata ada Tuan Auberon juga, salam Tuan..."Ucap Crystal.


"Ya.. "Balas Daniel singkat. Daniel langsung menyadari situasi ini. Istrinya terlihat tidak nyaman saat gadis itu mendatangi mereka.


"Salam juga, Nyonya Auberon...."Ucap Crystal lagi. Cynthia tidak sempat menjawab karena melihat Crystal yang tersenyum merendahkan kearahnya.


Heh, anak ini ngapain sih? Kenapa dia harus rela menikah dengan pria buruk rupa ini? Dan lagi dia ikutan pakai topeng?! Apa dia sudah sinting? Jangan sampai ada yang tahu deh, kalau dia itu adikku...bakal sangat memalukan!


Crystal tidak habis pikir dengan apa yang adiknya lakukan. Dia merasa bangga dengan dirinya sendiri karena bisa keluar dari rumah yang menurutnya menyusahkan itu.


"Yang mulia putra mahkota, anda tidak segera memulai acaranya?"Tanya Daniel.


"Oh, benar juga. Aku hampir lupa."Hendry segera berjalan menuju aula dan menyuruh beberapa pemain musik klasik untuk memainkan alat musik mereka.


Kak Crystal benar-benar sangat populer. Dia bahkan bisa berteman dengan para wanita bangsawan itu...


Lagi-lagi Cynthia merasa rendah diri karena dia selalu melihat Crystal yang tebar pesona akan kharismanya.


"Cynthia, musiknya sudah dimulai. Bagaimana kalau kita juga mulai berdansa?"Tanya Daniel.


"Ah, iya..."


Orang-orang yang berpasangan sudah ada yang pada mulai berdansa. Daniel mulai mengulurkan tangannya kepada Cynthia.


"Cynthia, maukah kau berdansa denganku?"Tanya Daniel.


Cynthia tersipu dengan tawaran Daniel yang ingin mengajaknya berdansa.


"Aku mau...tapi...aku tidak pandai berdansa..."Ucap Cynthia malu-malu. Dia akhirnya meraih tangan Daniel.


"Tidak apa-apa. Aku akan mengajarimu. Sini kemarilah."Ucap Daniel.


Cynthia mengikuti perintahnya. Cynthia kaget karena tiba-tiba Daniel menarik tubuhnya mendekat dan sepatunya yang memijak sepatu Daniel.


"Ehh?! Da-daniel ini..."Cynthia kaget dengan perlakuan Daniel.


"Tidak apa-apa. Ini supaya kau lebih mudah mempelajari sebuah tarian dan bisa mengikuti gerakanku."Ucap Daniel.


Jantung Cynthia terus berdebar dengan keras. Kini tubuh mereka benar-benar menempel dengan erat. Cynthia bahkan tidak yakin apakah dia benar-benar bisa meniru gerakan Daniel.


Daniel ternyata pandai menari. Dia benar-benar menggerakkan tubuhnya sesuai irama musik.


Sementara itu orang-orang termasuk Hendry dan Crystal juga memandang kedua pasangan itu.


Crystal tampak begitu kesal dan merasa malu dengan sikap adiknya yang terlihat begitu romantis dengan pria bertopeng itu.


"Crystal, lihat cewek itu. Dia sepertinya benar-benar sangat mencintai pria buruk rupa itu ya? Apa yang sudah pria itu lakukan sehingga cewek itu bisa jatuh cinta kepadanya?"Sindir salah satu gadis yang merupakan teman Crystal.


"Heh, aku tidak tahu. Yang pasti itu terlihat sangat menjijikan."Ucap Crystal.


"Hahaha, benar! Mereka itu pasangan yang sangat cocok. Mungkin ceweknya juga buruk rupa kali?"Sambung yang lain.


Pada akhirnya para gadis itu tertawa lepas menghina kedua pasangan yang sedang berdansa itu.


Daniel mendengar suara tawa para gadis yang sedang menghina mereka berdua. Pendengarannya cukup tajam dan dia menjadi geram untuk memberi pelajaran kepada para gadis itu.


Aku tidak akan membiarkan kalian menghina istriku!


"Uhuk! Uhuk! Uhuk! Hoek!!!"Seorang gadis yang merupakan teman Crystal tiba-tiba tersedak Wine. Tentu saja itu menjadi pusat perhatian sampai musik pun berhenti. Gadis itu bahkan muntah dan mengenai gaunnya.


"Ihh, kau ini kenapa sih?! Menjijikan sekali tahu!"Ucap temannya merasa begitu jijik.


"Ma-maafkan aku....aku tidak tahu kenapa aku tiba-tiba tersedak..."Ucapnya jadi malu.


"Tetap saja itu menjijikan tahu! Dasar memalukan!"Ucap temannya itu lagi.


"Ma-maaf...."Gadis itu menangis karena sudah tidak bisa menahan malunya. Akhirnya dia pergi meninggalkan pesta.


"Daniel, apa yang terjadi? Kenapa dengan gadis itu?"Tanya Cynthia ikut panik.


"Tidak apa. Gadis itu hanya tersedak Wine dan minumannya tumpah ke gaunnya. Dia merasa malu dan pergi meninggalkan pesta."Jawab Daniel.


Dia tersenyum samar merasa puas karena gadis itu sudah mendapat pelajaran.


"Jadi begitu? Kasihan sekali dia...aku tahu bagaimana rasanya...dia pasti sedih sekali..."Ucap Cynthia merasa kasihan.


Anak ini padahal baru saja dihina oleh perempuan itu. Jangan terlalu baik, Cynthia.


Next....