
"Tuan, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda."Ucap seorang pelayan bernama Felix. Mulai sekarang Felix adalah pelayan pribadi milik Daniel. Ruslan memperkejakannya karena Felix sudah terbukti bisa dipercaya dan sangat setia.
"Siapa?"Tanya Daniel.
"Anu...yang mulia putra mahkota Hendry, Tuan."
"Apa?!"
Mendengar hal itu membuat Daniel seketika menjadi panik. Dia tidak pernah menduga bahwa seorang anak kecil yang tidak dekat dengannya bisa-bisanya datang mengunjunginya.
"Ke-kenapa dia tiba-tiba datang kemari?"Tanya Daniel.
Maafkan saya Tuan, saya juga tidak tahu."
"Ya sudah, kalau begitu siapkan segala sesuatu untuk tamu berharga kita..."Ucap Daniel memilih pasrah.
"Baik Tuan."
Daniel berjalan ke arah dimana Hendry berada. Pikiran negatif sudah merasuki otaknya. Dia berusaha bersikap normal dan dingin.
"Yang mulia putra mahkota? Ada perlu apa anda dat--"
Hendry tiba-tiba berlari dan memeluk Daniel tanpa menunggu. Dia sangat merindukan sosok Daniel karena mereka sudah tidak bertemu selama bertahun-tahun.
"Kakak! Aku sangat merindukanmu!"Ucap Hendry.
Daniel tidak bisa berkata-kata. Dirinya seketika membeku dengan apa yang dilakukan Hendry terhadapnya.
"Lepaskan!"
Hendry dengan segera melepas pelukannya. Dia tidak sadar telah membuat Daniel merasa tidak nyaman.
"Oh, maafkan aku....aku begitu senang bisa melihatmu lagi. Kupikir kita tidak akan pernah bertemu lagi. Rasanya sekarang aku masih tidak percaya bisa bertemu dengan kakak lagi...."Ucap Hendry terlihat tulus.
"Kenapa kau ingin bertemu denganku? Kita sekarang sudah tidak punya hubungan apapun lagi. Aku juga bukan bagian dari Kerajaan lagi. Padahal kau sudah tahu jika aku tidak akan pernah menyukaimu."Ucap Daniel dingin.
"Ya, aku tahu kok. Tidak apa asalkan aku bisa bertemu dengan kakak. Itu sudah cukup buatku."
"Ck, aku tetap tidak mengerti kenapa kau segitunya--"
"Itu karena aku menyayangimu kakak. Kau tetaplah kakakku, dan selamanya akan begitu."
Daniel terdiam. Lagi-lagi dia merasakan hatinya perih saat mendengar kata-kata itu.
"Aku tahu kakak tidak akan pernah menganggapku sebagai adikmu. Aku tidak peduli hal itu. Ternyata rumor yang dikatakan orang-orang benar."
"Apa?"
"Bahwa kakak sangat tampan. Aku sampai tidak mengenali kakak karena kakak benar-benar sudah berubah."
"Kau pikir aku akan jadi anak kecil terus? Kita ini beda 7 tahun. Tentu saja aku pasti akan berubah. Sekarang ini bahkan aku jauh lebih tinggi darimu."
"Iya ya, kakak sangat tinggi....aku jadi ingin cepat-cepat tumbuh menjadi orang dewasa seperti kakak."
"Tidak usah. Percayalah bahwa tidak ada yang menyenangkan ketika menjadi dewasa...."Daniel kemudian berjalan pergi.
"Eh? Kakak mau pergi kemana?"
"Seharusnya kau kembali sekarang. Aku sangat sibuk."
"Apa? Tapi aku baru saja disini beberapa menit yang lalu....lagipula ibuku yang menyuruhku kesini untuk menemui kakak."
Daniel seketika mematung.
"Kau bilang apa?"
"A-aku bilang bahwa ibuku yang menyuruhku kesini..."
"Kakak...? Kakak kenapa?! Pelayan! Tolong Kakakku!"Teriak Hendry menjadi panik.
Para pelayan semuanya pada panik. Sementara Daniel sudah sempat tidak sadarkan diri.
Saat bangun, Daniel mendapati dirinya berada di kamarnya. Dilihatnya Hendry ada disana juga tertidur dengan posisi duduk di sebelahnya. Mungkin dia merasa mengantuk saat menjaganya.
Pintu tak lama terbuka yang mendatangkan Ruslan sambil membawa kompres.
"Daniel, akhirnya kau bangun juga. Kami sangat khawatir kau tiba-tiba pingsan. Kau sudah tidak sadarkan diri selama dua hari. Apa yang terjadi?"Tanya Ruslan. Terlihat di wajahnya bahwa dia begitu khawatir dan lelah.
"Apa?! Dua hari?! Aku...tidak tahu paman. Waktu itu aku merasakan sakit kepala yang luar biasa. Entah kenapa aku jadi mengingat mendiang ibu..."
Ruslan terdiam. Dia jadi merasa takut jika Daniel mengalami hal yang sama dengan mendiang adiknya. Pikiran itu tentu saja langsung mengarah ke seorang putra mahkota yang sedang tertidur.
"Daniel, Jangan-jangan anak ini yang membuatmu begini....? Dia kan anaknya si Ratu Lilian itu!"
Daniel terdiam. Dia sama sekali tidak kepikiran apa tujuan dari Hendry yang tiba-tiba mengunjunginya. Dia merasa aneh mengapa dia sama sekali tidak merasa curiga dengan kedatangan anak berusia 11 tahun itu. Seketika pikirannya langsung berantakan dan kepalanya lagi-lagi terasa nyeri.
"Akh...!"
"Daniel! Hei kau anak kecil, bangun!"Teriak Ruslan panik sambil mengguncang tubuh Hendry. Ruslan sudah tidak peduli jika dirinya sudah bersikap tidak sopan kepada seorang putra mahkota.
Masih setengah sadar, Hendry mencoba untuk bangun. Dirinya sulit tidur sejak Daniel tidak sadarkan diri.
"Y-ya paman...?"
"Lihatlah Daniel! Ini semua gara-gara kau, Dia jadi mengalami sakit kepala! Ini pasti perbuatanmu dan ibumu kan! Kalian bekerja sama kan?!"Ucap Ruslan merasa begitu murka.
Hendry sempat tidak memahami situasinya. Baru bangun dia sudah langsung dituduh.
"A-aku...."Hendry sampai gemetaran karena tidak tahu harus bicara apa.
Sementara Daniel terus merasa kesakitan. Ruslan berusaha membantu Daniel dengan segala cara namun anak remaja itu tetap merasa sakit. Ruslan bahkan sampai menangis karena benar-benar khawatir dengan keponakannya.
Hendry tidak bisa berbuat apa-apa. Dirinya benar-benar tidak tahu harus apa saat melihat kejadian di depan matanya.
"Paman...."
Wajah Daniel langsung ditumbuhi bulu-bulu seperti hewan buas. Dua gigi taring yang besar keluar dari mulutnya. Tangannya juga ditumbuhi bulu dan kuku yang panjang dan tajam.
Dua orang yang saat ini menyaksikannya benar-benar sulit mempercayai apa yang Daniel alami.
"Hiks....huaa....Paman! Aku, aku sudah menjadi monster....!"Ucap Daniel menangis.
Hendry langsung ketakutan saat melihat kakaknya berubah menjadi monster menyeramkan.
Ruslan seketika amarahnya memuncak dan dia menarik kerah kemeja Hendry. Tubuh Hendry bahkan sampai terangkat ke atas.
"Kau...! Apa yang sudah kau lakukan pada anakku! Dasar kurang ajar! Beraninya kau pada anakku hingga dia berubah jadi seperti ini!"Ruslan kemudian mendorong tubuh Hendry yang kurus itu sampai menabrak dinding dengan sangat kuat.
"Ma-maafkan aku....ampun...."Ucap Hendry ketakutan sambil menangis.
"Haruskah aku membunuhmu sekarang? Adikku sudah kau buat begitu, sekarang Daniel juga?!"
"Paman! Tolong hentikan saja. Dia seorang putra mahkota dan ibunya memiliki makhluk iblis. Sebaiknya kita biarkan dia pergi saja daripada masalahnya semakin besar...."Ucap Daniel.
Ruslan sempat tidak mau mendengar ucapan Daniel. Tapi ucapan Daniel ada benarnya. Akhirnya dia menyerah dan meredakan emosinya.
"Yang mulia putra mahkota, karena aku masih memandang statusmu dan juga ibumu, aku membiarkanmu. Jika bukan, kau pasti sudah musnah. Pergilah sekarang sebelum aku berubah pikiran!"Ucap Daniel. Terlihat di ekspresinya dia begitu murka.
"Ma-maaf...."Hendry pun berlari pergi secepatnya sambil menangis. Dia masih berusaha untuk mengerti situasi yang barusan terjadi.
Selama perjalanan pulang, Hendry terus merasa bersalah dan dia baru tahu dalam seumur hidupnya jika ibunya memiliki makhluk iblis. Dirinya selalu merasa sengsara semenjak kejadian itu. Rasanya dia juga ingin mengungkapkan kepada semua orang bahwa Ibunya memiliki makhluk iblis terlarang dari sihir gelap. Sayangnya dia tidak memiliki keberanian untuk melakukannya.
Next....