
Tak lama Carl muncul. Dia baru pulang habis melamar pekerjaan di suatu tempat. Dia melihat ayahnya yang sedang tegang dan penuh amarah.
"Ayah? Ada apa?"Tanya Carl.
"Kau sudah kembali? Kenapa cepat sekali? Apa kau tidak di terima lagi di pekerjaan yang kau lamar?"Tanya William.
"I-itu benar ayah...aku ditolak lagi...maafkan aku."Ucap Carl langsung tunduk merasa takut.
"Haah...bagaimana ini? Kita sama sekali tidak punya uang! Cynthia, kakakmu itu berani sekali pada ayah, Carl. Dia menolak untuk memberi uang kepada ayah. Dasar anak tidak tahu berterima kasih!"Ucap William begitu murka.
"Apa? Jadi ayah meminta uang kepada Kak Cynthia dan kakak tidak mau memberikannya? Apa-apaan itu?! Padahal ayah sudah buat dia menikah dengan seorang duke terkaya di negara ini meskipun pria itu buruk rupa."Ucap Carl.
"Memang, Carl. Padahal ayah cuma minta 1.000 gold. Lihat saja, anak itu sebentar lagi akan ayah beri pelajaran!"Ucap William begitu dendam.
"Jadi, apa yang harus kita lakukan ayah? Bukankah ayah bilang kita tidak punya uang sepeserpun?"
"Kalau begitu bagaimana jika kau pacari salah satu gadis yang ada di desa ini? Kalau bisa cari yang kaya dan kau manfaatkan dia. Kau bisa memanfaatkan wajahmu yang tampan itu. Ayah yakin salah satu dari mereka mau memacarimu."Ucap William dengan senyum licik.
"Tapi...aku belum mau pacaran ayah. Usiaku masih 18 tahun."Ucap Carl.
"Aduh, dasar anak ini! Anak yang masih umur 12 tahun saja sudah berani pacaran, masa kau tidak?! Sudah, dengarkan saja omongan ayah ini kalau kau tidak mau hidup melarat!"Ucap William.
"Ba-baik ayah, akan ku coba..."Ucap Carl akhirnya menyetujui permintaan ayahnya.
Di kerajaan Timur, terdapat pengumuman bahwa sebentar lagi pangeran putra mahkota Hendry Lewis akan bertunangan dengan seorang putri dari kerajaan barat bernama Elizabeth Hubert. Pertunangan mereka akan segera dilaksanakan pada bulan depan.
Berita pengumuman itu pun akhirnya sampai di kastil Daniel Auberon.
"Daniel, katanya putra mahkota Hendry Lewis akan segera bertunangan?"Tanya Cynthia.
"Benar. Kemungkinan pesta pertunangan mereka akan diadakan pada bulan depan."Jawab Daniel.
"Kalau begitu, apakah kita akan menghadiri pesta mereka juga?"
"Benar."
"Daniel, selama ini masih ada yang ingin kutanyakan. Apakah...anda memiliki hubungan dekat dengan Kerajaan Timur?"Tanya Cynthia akhirnya.
Daniel tiba-tiba terdiam. Suasana hatinya langsung berubah saat Cynthia membahas tentang kerajaan Timur. Sesungguhnya dia begitu benci dengan kerajaan itu karena ada hubungannya dengan masa lalunya dulu. Dia begitu malas untuk menjawab pertanyaan Cynthia.
"Ya, hubunganku dengan kerajaan Timur cukup dekat. kenapa?"Tanya balik Daniel.
"Eh, t-tidak apa-apa. Cuma...ingin sekedar bertanya saja."Ucap Cynthia jadi canggung.
Dia menyadari perubahan intonasi suara Daniel yang seperti marah dan tidak mau membahas mengenai kerajaan Timur.
Aneh sekali, padahal pertanyaanku sangat sederhana. Kapan dia mau memberitahuku segalanya tentang dirinya?!
Tak lama sebuah kereta kuda muncul. Ternyata Celina baru pulang dari kota. Dia turun dibantu oleh Risa.
Cynthia sempat melihat kepulangan Celina dan ingin menyambutnya.
"Oh, Celina kau sudah kembali. Selamat da--"
Cynthia kaget dengan raut wajah Celina yang terlihat muram. Tapi tak lama dia menangis.
"Hiks....huaa....!"
"Celina?! Ada apa? Kenapa kau menangis? Katakan pada kakak apa telah terjadi sesuatu yang buruk?!"Tanya Cynthia seketika panik.
Celina tidak mau menjawab. Dia kemudian berlari masuk ke dalam rumah. Cynthia sempat mengejarnya namun Celina segera berlari menaiki tangga dan mengurung diri di kamarnya.
"Apa?! Kenapa? Memangnya adikku telah melakukan kesalahan apa padanya? Kenapa dia tega sekali dengan Celina?! Padahal Celina kan sudah berbuat baik padanya!"Ucap Cynthia begitu marah.
Tak lama Daniel datang karena mendengar kegaduhan yang terjadi.
"Ada apa ini, Cynthia?"
"Daniel, kata Risa Celina habis ditolak oleh anak yang bernama Steven. Itu sebabnya Celina sedih sekali...aku jadi tidak tega melihatnya."Ucap Cynthia.
"Hah? Di tolak? Apa adikmu itu sedang menyatakan perasaannya pada bocah itu?"Tanya Daniel cukup terkejut.
"Bukan! Celina habis ditolak menjadi temannya. Anak itu sudah tidak mau berteman dengan Celina lagi."
"Oh begitu. Hmm, kurasa aku tahu apa alasannya."Ucap Daniel.
"Apa?"
"Kau masih ingat nama belakang anak itu? Nama belakang anak itu adalah Hubert. Dia itu seorang anak dari kerajaan Barat. Putra mahkota Hendry akan bertunangan dengan kakak perempuan bocah itu. Ku dengar kalau kerajaan barat memiliki peraturan yang lebih ketat. Katanya seorang anak yang berasal dari kerajaan barat tidak boleh sembarangan berteman dengan anak lain yang bukan keturunan bangsawan."
"Mungkin itu sebabnya anak itu langsung menolak Celina untuk menjadi temannya."Ucap Daniel.
"Ah, jadi begitu ternyata. Tapi tetap saja itu keterlaluan! Adikku saat ini pasti sangat patah hati. Tapi ngomong-ngomong, kenapa anak itu bisa berada disini?"
"Itu karena pasti keluarganya sedang berkunjung ke negara ini. Kemungkinan saat ini mereka sedang singgah di kerajaan Timur untuk membicarakan pertunangan antar anak mereka."
"Oh, aku paham sekarang! Menurutku anak itu juga pasti menyesal kan sekarang ini karena dia sudah menolak Celina? Aku yakin dia terpaksa menolaknya karena dia takut keluarganya akan memarahinya. Aku jadi merasa kasihan pada dua-duanya."Ucap Cynthia.
"Yah, tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu mereka, Cynthia. Kau sebaiknya katakan langsung pada Celina dan beritahu dia kalau Steven itu anak putra mahkota yang berasal dari kerajaan barat."
"Baiklah...aku akan memberitahunya nanti."
Malamnya, Cynthia sempat menunggu Celina keluar dari kamarnya untuk makan malam. Namun anak itu tetap tidak keluar dari kamarnya.
Risa akhirnya mengantarkan makanan menuju kamar Celina. Cynthia diam-diam mengikuti Risa.
"Nona Celina, ini saya Risa. Saya mengantar makanan untuk Anda. Jika anda tidak mau makan, nanti Tuan Daniel bisa marah."Ucap Risa.
Hee...boleh juga tuh bujukan nya...
Cklek, Celina membuka pintu. Risa akhirnya masuk dan Cynthia cepat-cepat ikut masuk ke dalam kamar Celina.
"Ih, kakak ngapain masuk kesini?"Tanya Celina kaget.
"Kenapa? Apa kau akan terus seperti ini hanya gara-gara bocah itu menolak berteman denganmu?!"Tanya Cynthia balik.
Celina diam saja dan dia buang muka.
"Risa, suapi aku dong."Ucap Celina manja kepada Risa.
"Eh? Baik Nona...."Risa menjadi canggung.
"Hei, kau berani buang muka pada kakakmu?! Sebenarnya kakakmu itu Risa atau aku?!"Tanya Cynthia mulai habis kesabaran.
Celina cuma diam saja.
"Celina, dengarkan kakak. Bocah bernama Steven itu ternyata adalah seorang putra mahkota dari kerajaan barat. Dia tidak bisa berteman denganmu karena dia tidak dibolehkan keluarganya. Kau tahu Celina, Steven juga pasti sedang menyesali dirinya yang sudah menolak berteman denganmu. Jadi kau harus mengikhlaskannya..."Ucap Cynthia.
Next....