
Cynthia pun menerima surat itu dari tangan Kyle.
"Saya akan menyiapkan gaun tidur Anda, Nyonya."Ucap Kyle segera menuju lemari pakaian.
Cynthia mulai membuka amplop surat itu dan membacanya.
"Untuk Cynthia Auberon yang terhormat, ayah senang sekali kau akhirnya sudah menikah dengan Tuan Daniel Auberon. Tapi sekarang ini ayah ingin minta tolong kepadamu karena ayah membutuhkan uang untuk keperluan hidup ayah dan juga Carl. Ayah cuma butuh 1.000 gold Carl sangat membutuhkan uang dan sampai sekarang dia belum bisa mendapatkan pekerjaan. Ayah sangat minta tolong padamu. Oh ya, bagaimana kabarmu dan Celina disana? Kalian pasti baik-baik saja kan? Ayah menyayangi kalian, Dari William Martinez."
Saat Cynthia sudah selesai membacanya, dia meremas surat itu merasa begitu kesal. Dia pikir ayahnya akan cukup jika dia sudah tidak punya tanggungan untuk mengurus anak-anaknya lagi. Tetapi justru lebih parah. William malah ingin memeras anaknya mentang-mentang Cynthia menikah dengan Pria kaya.
Menyayangi kami katanya?! Padahal dia kan baru saja menjual anaknya, Dia malah mau minta uang lagi?! Dan itu sebanyak 1.000 gold?! Apa dia sudah tidak punya harga diri?!
"Nyonya? Apa anda baik-baik saja?"Tanya Kyle khawatir melihat ekspresi Cynthia yang sepertinya marah.
"Iya, aku baik-baik saja Kyle. Aku kesal dengan surat yang dikirim oleh ayahku ini. Apakah dia ada datang kemari?"
"Tidak ada, Nyonya. Seorang pengirim surat yang memberikan surat itu."Jawab Kyle.
"Begitu ya."Cynthia jadi muram. Dia bahkan tidak berani untuk memberitahu Daniel perihal surat itu karena dia akan merasa malu sekali.
Bagaimana ini? Apa aku harus memberitahu Daniel?
"Ada apa Nyonya? Apa anda mengkhawatirkan sesuatu?"Tanya Kyle.
"Kyle, aku bingung. Haruskah aku memberitahu Daniel perihal surat ini? Sebenarnya aku malu sekali karena ayahku mengirim surat ini untuk meminta uang!"Ucap Cynthia frustasi.
"Anda sebaiknya beritahu saja Tuan Daniel, Nyonya. Saya yakin Tuan Daniel tidak akan marah. Anda bisa meminta pendapat beliau perihal surat itu."Ucap Kyle.
"Begitu? Baiklah...akan ku coba."
"Iya, Nyonya. Dan Ini gaun tidurnya sudah saya siapkan, Nyonya."Ucap Kyle sambil menyodorkan gaun tidur kepada Cynthia.
"Oh, baik. Terima kasih Kyle."
Beberapa menit kemudian, Cynthia sudah tiduran di kasurnya. Dia berusaha untuk tidur namun dia tidak bisa. Dia terus kepikiran dengan surat ayahnya yang membuatnya begitu kesal.
Keesokan paginya, seperti biasa Kyle mengurus keperluan Cynthia. Dia menyadari gadis itu yang wajahnya sedikit kusam dan matanya yang bergelanggang.
"Nyonya, apakah Anda baik-baik saja? Kondisi Anda terlihat kurang sehat."Tanya Kyle khawatir.
"Aku baik-baik saja, Kyle. Aku cuma tidak bisa tidur tadi malam."Jawab Cynthia. Dia bahkan sempat-sempatnya menguap karena dia baru merasa mengantuk di pagi hari.
"Apa Anda masih memikirkan surat dari ayah anda semalam, Nyonya? Sudah saya katakan Nyonya, Anda tidak perlu cemas. Tuan Daniel pasti bisa mengurusnya."
Bukan begitu maksudku Kyle. Aku merasa malu untuk memberitahunya! Bukankah awalnya ayahku sudah menjualku kepadanya?! Dimana letak harga diriku lagi kali ini?!
"Iya, Kyle. Aku tidak terlalu memikirkannya kok."Ucap Cynthia memilih untuk tidak memberitahu apa yang dia rasakan.
Di ruang makan, Cynthia melihat Daniel dan Celina yang sudah duduk di kursi makan. Dia merasa segan karena datang telat untuk pertama kalinya. Dia merasa tidak terlalu bersemangat pagi ini.
"Selamat pagi Daniel, dan selamat pagi Celina."Ucap Cynthia tetap dengan senyum lebarnya.
"Selamat pagi kak."Balas Celina.
"S-selamat pagi, Cynthia."Balas Daniel sedikit canggung karena dia masih mengingat kejadian tadi malam.
Cynthia kemudian dibantu Kyle menarik kursi agar Cynthia bisa duduk.
Daniel langsung menyadari raut wajah Cynthia yang tidak terlalu bersemangat pagi ini.
"Ada apa Cynthia? Apa kau sakit?"Tanya Daniel khawatir.
"Tidak, aku baik-baik saja Daniel."Jawab Cynthia.
Pasti telah terjadi sesuatu padanya kan? Kenapa dia tidak mau memberitahuku? Kukira dia bakal mengingat apa yang kita lakukan tadi malam....
Cynthia sedikit kaget dengan apa yang dilakukan Daniel.
"Daniel? Sudah kubilang aku baik-baik saja..."Ucap Cynthia jadi malu.
"Benarkah? Lalu apa yang kau pikirkan? Tolong beritahu aku."Ucap Daniel.
Cynthia terdiam sejenak.
"Aku akan memberitahu Anda nanti. Ayo kita habiskan dulu sarapannya."Ucap Cynthia.
"Baiklah..."
Setelah siap makan, Celina langsung beranjak dari kursinya.
"Kak, aku akan pergi menemui temanku sekarang."Ucap Celina.
"Oh, begitu? Baiklah, Hati-hati ya, jangan pulang terlalu lama."Ucap Cynthia.
"Baik, kak. Kalau begitu kami pergi dulu! Ayo kak Risa, kita pergi!"Ucap Cynthia sambil menarik tangan Risa.
"Baik Nona..."
"Jadi katakan padaku sekarang apa yang membuatmu jadi terlihat lesu begitu?"Tanya Daniel yang sudah tidak sabar.
"Kelihatan sekali ya?"Tanya Cynthia.
Daniel mengangguk.
"Itu...tadi malam ada kiriman surat dari ayahku. Dia....katanya kekurangan uang dan meminta uang kepada Anda sebanyak 1.000 gold...aku...aku...jadi merasa sangat segan kepada Anda, Daniel."Ucap Cynthia sambil memegang rok gaunnya erat.
"Kenapa harus segan? Kau kan istriku, Cynthia. Aku bisa kok memberikan ayah mertua sebanyak 1.000 gold."Ucap Daniel terlihat santai.
"Iya, tapi...sepertinya Anda tidak perlu memberikannya."Ucap Cynthia.
"Kenapa?"
"Karena Anda baru saja..." Cynthia malah bingung untuk melanjutkan kata-katanya.
"Pfft, kalau kau tidak mau aku memberikan uang sebanyak 1.000 gold tidak apa-apa. Aku tidak akan memberikannya kalau begitu. Aku akan mengikuti keputusanmu, Cynthia."Ucap Daniel.
Sepertinya Daniel tahu apa yang dimaksud Cynthia. Dia jadi tambah tidak tega ketika hanya melihat dari raut wajah gadis itu.
"Benarkah? Kalau begitu Anda lebih baik tidak usah memberikan uang kepada ayahku sekalian. Aku bukannya ingin balas dendam, tapi aku berharap ayah bisa menyadari perbuatannya. Menurutku ayahku itu masih cukup kuat untuk bekerja lagi. Dan Carl, aku tahu kenapa dia sulit mendapat pekerjaan yang tetap karena dia itu seorang pecundang."Ucap Cynthia.
"Haha, baiklah."Ucap Daniel merasa lucu dengan ucapan Cynthia.
siangnya, Cynthia langsung membalas surat dari ayahnya.
"Ayah yang terhormat, Terima kasih ayah sudah menanyakan kabar kami disini. Aku dan Celina benar-benar bahagia tinggal disini. Tuan Daniel memperlakukan kami dengan sangat baik. Tapi maafkan aku karena tidak bisa memberikan uang seperti yang ayah minta. Mohon ayah bisa mengerti. Salam dari putrimu tercinta, Cynthia Martinez."
"Nah, akhirnya sudah selesai! Kyle, tolong antarkan surat ini ke kediaman rumah William Martinez."Pinta Cynthia.
"baik, Nyonya."Kyle pun segera mengambil surat itu untuk mengantarkannya ke kantor pos.
Di kediaman Martinez, William baru saja mendapat surat dari putrinya Cynthia. Dia sudah berharap dan tidak sabar jika putrinya pasti akan memberikan uang seperti yang dia minta.
Dia pun segera merobek amplop itu dan membacanya.
Namun saat sudah selesai membacanya, dia terpaku disana karena tidak mendapatkan sesuai pikirannya. Dia meremas surat itu kemudian mencampakkannya.
"Dasar anak sialan!"
Next....